logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Hiperkalsemia

open-summary

Hiperkalsemia adalah kondisi kelebihan kalsium dalam darah, yang mengakibatkan kemampuan tubuh mengatur kadar kalsium menjadi terganggu daripada biasanya.


close-summary

3.58

(12)

20 Apr 2020

| Armita Rahardini

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Lemas adalah gejala hiperkalsemia

Lemas termasuk salah satu gejala hiperkalsemia

Table of Content

  • Apa saja penyebab hiperkalsemia?
  • Bagaimana cara mengenali gejala hiperkalsemia?
  • Pengobatan hiperkalsemia yang dianjurkan oleh dokter
  • Sederet komplikasi akibat hiperkalsemia

Hiperkalsemia adalah kelebihan kalsium di dalam darah. Kondisi ini hanya dapat diketahui melalui tes darah.

Advertisement

Saat melakukan medical check up rutin, pemeriksaan kadar kalsium juga biasanya akan dilakukan. Karena itu, kondisi kelebihan kalsium bisa cepat terdeteksi dan dicari penyebabnya.

Apa saja penyebab hiperkalsemia?

Kalsium merupakan mineral penting yang kita butuhkan seumur hidup karena berperan penting dalam aneka fungsi tubuh. Selain diperlukan guna membangun tulang yang kuat, kalsium juga penting untuk fungsi saraf dan otot dan menjaga kesiembangan kadar hormon.

Kadar kalsium dalam darah sebetulnya diatur dengan ketat oleh tubuh. Namun bila ada fungsi tubuh yang terganggu, penumpukan zat ini bisa terjadi dalam darah. Beberapa kondisi tersebut meliputi:

  • Hipertiroid atau kelenjar paratiroid yang terlalu aktif

Salah satu penyebab paling umum dari hiperkalsemia ini bisa diakibatkan oleh adanya tumor di kelenjar paratiroid.

  • Kanker

Kanker paru, kanker payudara, dan beberapa jenis kanker darah dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia. Kanker yang sudah menyebar ke tulang juga bisa menyebabkan darah kelebihan kalsium.

  • Faktor keturunan

Ada sebuah kelainan genetik yang disebut hipokalsiurik hiperkalsemia. Kondisi ini memicu kerusakan pada reseptor kalsium di tubuh, sehingga menyebabkan kenaikan kadar kalsium dalam darah.

  • Imobilitas

Orang yang terpaksa berada dalam kondisi duduk atau tiduran dalam jangka waktu lama berisiko terkena hiperkalsemia. Pasalnya, tulang-tulang mereka tidak menopang beban berat badan dan akan melepaskan kandungan kalsiumnya ke dalam darah.

  • Dehidrasi yang cukup parah

Kekurangan cairan tubuh akan menyebabkan konsentrasi kalsium meningkat di dalam darah.

  • Penggunaan obat-obatan

Salah satu contoh obat ini adalah litium yang digunakan untuk mengendalikan gangguan bipolar. Litium bisa menyebabkan hormon paratiroid dikeluarkan lebih banyak, sehingga berisiko memicu kelebihan kalsium.

  • Konsumsi suplemen yang berlebih

Terlalu banyak mengonsumsi suplemen kalsium atau vitamin D dalam jangka waktu lama juga dapat menjadi dalang dari peningkatan kalsium dalam darah.

Baca Juga

  • Awas, Ini Bahaya Self-Diagnosis terhadap Gangguan Mental Anda
  • Tangan Keriput Terkena Air Terlalu Lama? Ini Penyebabnya
  • Sederet Penyebab Sering Muntah yang Perlu Anda Waspadai

Bagaimana cara mengenali gejala hiperkalsemia?

Kondisi kelebihan kalsium yang ringan biasanya tidak menimbulkan gejala. Tetapi kondisi hiperkalsemia berat bisa memicu keluhat-keluhan berupa:

  • Rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil

Kelebihan kalsium dalam darah akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kadar berlebihan tersebut. Akibatnya, penderita akan lebih sering buang air kecil yang kemudian memicu bertambahnya rasa haus.

  • Sakit perut dan masalah pencernaan

Kelebihan kalsium bisa menyebabkan sakit perut, mual, muntah, serta sembelit (konstipasi).

  • Rasa sakit pada tulang dan otot menjadi lemah

Hiperkalsemia mengakibatkan tulang melepaskan terlalu banyak kalsium ke dalam darah, sehingga tulang jadi kekurangan kalsium. Kondisi ini bisa memicu nyeri pada tulang dan otot yang lemah.

  • Kebingungan, lesu, dan letih

Kelebihan kalsium dalam darah bisa berdampak pada otak dan menimbulkan gejala kebingungan atau linglung, lelah, dan lesu.

  • Kecemasan dan depresi

Hiperkalsemia juga memengaruhi kesehatan mental, dan bisa berujung pada gangguan kecemasan maupun depresi.

  • Tekanan darah tinggi dan denyut jantung abnormal

Kelebihan kalsium dalam darah dapat meningkatkan tekanan darah dan menimbulkan kelainan elektrik jantung, yang mengubah irama detak jantung.

Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, periksakanlah diri ke dokter. Dengan menjalani diagnosis sedini mungkin, pengobatan bisa dilakukan secepatnya.

Pengobatan hiperkalsemia yang dianjurkan oleh dokter

Untuk kondisi hiperkalsemia ringan, dokter kemungkinan memilih untuk tidak memberikan obat apapun. Namun keadaan pasien akan terus dipantau, termasuk kondisi tulang dan ginjal selama jangka waktu tertentu.

Sementara untuk kondisi hiperkalsemia yang tergolong berat, dokter akan menyarankan penggunaan obat-obatan tertentu. Obat-obatan ini berfungsi menurunkan kadar kalsium dalam darah.

Bila perlu, dokter juga bisa menyarankan tindakan bedah. Misalnya ketika hiperkalsemia disebabkan oleh tumor pada kelenjar paratiroid.

Menurut ahli, dengan pengobatan yang tepat, kondisi kelebihan kalsium Anda niscaya akan membaik dan  komplikasi yang tidak diinginkan pun bisa dihindari.

Sederet komplikasi akibat hiperkalsemia

Kondisi hiperkalsemia yang parah dapat menimbulkan sejumlah komplikasi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Osteoporosis atau tulang keropos

Bila terus-menerus melepas kalsium ke dalam darah, lama-kelamaan tulang akan keropos dan memicu penyakit osteoporosis. Tulang pun menjadi mudah patah dan bentuk badan Anda bisa berubah menjadi bungkuk.

  • Batu ginjal

Jika jumlahnya terlalu banyak di dalam urine, risiko kalsium yang mengkristal di dalam ginjal turut meningkat dan dapat berujung pada batu ginjal.

  • Gagal ginjal

Hiperkalsemia yang parah dan tidak ditangani bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Kondisi ini akan mengakbatkan organ tersebut kehilangan kemampuan dalam menyaring dan membuang racun-racun dari tubuh.

  • Gangguan sistem saraf

Hiperkalsemia berat bisa menimbulkan kepikunan atau menyebabkan kondisi koma yang fatal.

  • Aritmia atau detak jantung tidak teratur

Kelebihan kalsium akan memengaruhi impuls elektrik pada jantung yang berfungsi mengatur denyut jantung. Sebagai akibatnya, detak jantung menjadi tidak teratur (aritmia).

Diagnosis dan pengobatan yang tepat adalah kunci utama untuk mengatasi hiperkalsemia. Karena itu, segera konsultasi ke dokter apabila Anda merasakan gejala-gejala yang mengarah pada kelebihan kalsium. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu fungsi organ vital tubuh dan membahayakan kesehatan.

Advertisement

dehidrasiaritmia

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved