logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Apa Itu Hiperkalemia dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

open-summary

Hiperkalemia adalah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar kalium dalam darah. Meski zat mineral ini sangat dibutuhkan tubuh, "penumpukan" kalium di dalam darah ternyata berbahaya. Mari mengenal penyebab dan gejala hiperkalemia.


close-summary

22 Jun 2020

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Hiperkalemia adalah kondisi yang ditandai dengan tingginya jumlah kalium dalam darah.

Hiperkalemia adalah kondisi medis yang bisa mengancam nyawa jika tak ditangani.

Table of Content

  • Apa penyebab hiperkalemia?
  • Jenis-jenis hiperkalemia
  • Gejala hiperkalemia yang umum terjadi
  • Bagaimana cara mengobati hiperkalemia?
  • Catatan dari SehatQ:

Hiperkalemia adalah kondisi yang ditandai dengan tingginya jumlah kalium dalam darah. Yang harus diwaspadai, hiperkalemia bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti henti jantung atau kematian.

Advertisement

Faktanya, ketika tak ditangani secara serius, hiperkalemia adalah kondisi medis yang memiliki tingkat kematian tinggi. Maka dari itu, kenalilah penyebab dan gejala hiperkalemia, agar Anda terhindar darinya.

Apa penyebab hiperkalemia?

Penyebab hiperkalemia bisa datang dari penyakit maupun penggunaan obat-obatan. Mengetahui penyebab hiperkalemia bisa membantu Anda untuk mendapatkan penanganan terbaik saat datang ke dokter.

1. Gagal ginjal

Salah satu penyebab hiperkalemia yang paling umum ialah gagal ginjal. Saat gagal ginjal terjadi, maka ginjal akan kehilangan fungsinya dalam menyaring kadar kalium yang berlebih. Bahayanya, penumpukan kalium bisa terjadi.

2. Obat-obatan

Beberapa jenis pengobatan ternyata bisa menyebabkan hiperkalemia, sebut saja obat kemoterapi, angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, hingga angiotensin receptor blockers.

3. Suplemen

Selain obat-obatan, mengonsumsi suplemen kalium secara berlebihan juga bisa menyebabkan hiperkalemia. Maka dari itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi pada dokter sebelum mengonsumsinya.

4. Penyalahgunaan alkohol dan narkotika

Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang bisa menyebabkan pecahnya otot, sehingga kalium yang ada di dalam sel otot akan dilepaskan ke dalam darah.

5. Kecelakaan

Kecelakaan bisa menyebabkan trauma pada tubuh. Sebut saja luka bakar atau kecelakaan kendaraan, yang bisa merusak sel-sel tubuh sehingga kalium akan terlepas dan mengalir di dalam darah.

Selain itu, beberapa penyakit seperti diabetes tipe 1, dehidrasi, penyakit Addison (kelenjar adrenal tak memproduksi hormon yang cukup), dan perdarahan internal juga bisa menyebabkan hiperkalemia.

Jenis-jenis hiperkalemia

Hiperkalemia adalah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar kalium dalam darah. Kadar normal kalium di dalam darah adalah 3,5-5 mmol/L.

Hiperkalemia pun terbagi menjadi tiga jenis; jika jumlah kalium di dalam darah mencapai 5,1-6 mmol/L, maka Anda dianggap memiliki hiperkalemia ringan.

Jika mencapai 6,1-7 mmol/L, maka kadar kalium di dalam darah dianggap sebagai hiperkalemia sedang. Terakhir, jika kadar kalium melebihi 7 mmol/L, itu artinya Anda mengidap hiperkalemia parah.

Untuk mengetahui penyebab dan jenis hiperkalemia yang diderita, berkonsultasilah ke dokter. Terlepas dari apa pun jenisnya, penanganan medis tetap diperlukan untuk mencegah datangnya komplikasi.

Gejala hiperkalemia yang umum terjadi

Apapun yang baik jika berlebihan, akan menimbulkan berbagai gejala merugikan. Tak terkecuali kalium, zat mineral yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga detak jantung tetap stabil.

Jika Anda mengidap hiperkalemia, maka berbagai gejala di bawah ini bisa muncul:

  • Merasa lelah dan lemah
  • Mati rasa dan kesemutan
  • Mual
  • Muntah
  • Sulit bernapas
  • Nyeri dada
  • Irama jantung tak beraturan dan jantung berdebar

Dalam kasus yang ekstrem dan langka terjadi, hiperkalemia juga bisa menyebabkan gagal jantung dan kelumpuhan. Jika tidak ditangani, hiperkalemia bahkan dapat mengakibatkan jantung berhenti berdetak.

Bagaimana cara mengobati hiperkalemia?

Umumnya, pengobatan hiperkalemia akan fokus untuk menurunkan kadar kalium yang berlebih di dalam darah dan menstabilkan organ jantung.

Tergantung dari penyebabnya, berikut ini adalah pengobatan hiperkalemia yang bisa direkomendasikan dokter.

  • Hemodialisis

Jika hiperkalemia yang Anda idap disebabkan oleh gagal ginjal, maka dokter bisa merekomendasikan hemodialisis atau cuci darah. Saat ginjal tak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, dokter akan meminta bantuan mesin untuk membuang limbah (seperti kelebihan kalium) dari dalam darah.

  • Obat-obatan

Berbagai macam obat-obatan juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi hiperkalemia. Pertama, ada obat kalsium glukonat yang bisa meredakan efek kelebihan kalium pada jantung.

Kemudian, ada obat diuretik. Pemberian obat diuretik dilakukan untuk membantu Anda membuang kelebihan kalium lewat urine. Terakhir ada resin, yang bisa mengikat kalium dan mengeluarkannya dari dalam tubuh saat buang air besar.

Anda disarankan untuk tidak mencoba obat-obatan di atas tanpa resep dokter. Sebab, Anda tidak tahu dosis tepat yang dibutuhkan untuk mengatasi hiperkalemia.

Selain tindakan medis, cara mengobati hiperkalemia bisa dilakukan lewat perawatan rumahan. Jika mengalami hiperkalemia ringan, ada beberapa metode pengobatan yang bisa dicoba di rumah:

  • Mengurangi asupan kalium

Salah satu cara paling mudah untuk mengobati hiperkalemia ringan ialah mengurangi asupan kalium yang ada pada makanan. Makanan yang mengandung kalium tinggi meliputi pisang, susu, kentang, daging sapi, hingga kacang-kacangan.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen kalium selama menjalani pengobatan.

  • Minum air lebih banyak

Perlu diketahui, dehidrasi bisa menyebabkan hiperkalemia. Maka dari itu, minumlah lebih banyak air secara teratur dan rutin.

  • Menghindari beberapa obat herbal

Beberapa bahan herbal alami ternyata bisa meningkatkan kadar kalium di dalam darah, seperti alfalfa, jelatang, hingga dandelion. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam memilih obat herbal.

Meski terdapat berbagai cara untuk menangani hiperkalemia ringan di rumah, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan obat-obatan yang sesuai.

Baca Juga

  • 13 Gejala Kanker Tenggorokan yang Perlu Dikenali
  • 5 Jenis Penyakit Tremor pada Anak, Cari Tahu Penyebab Hingga Cara Mengatasinya
  • Rontgen Thorax, Bagaimana Prosedurnya dalam Memeriksa Dada?

Catatan dari SehatQ:

Hiperkalemia adalah kondisi medis yang tak boleh diremehkan. Bahkan, hiperkalemia adalah penyakit yang mengharuskan penderitanya dirawat di rumah sakit, sampai kadar kaliumnya kembali normal.

Jika Anda sudah merasakan berbagai gejala hiperkalemia, jangan membuang-buang waktu lagi. Datanglah ke rumah sakit dan mintalah bantuan dari dokter.

Advertisement

penyakithiperkalemiakelebihan kaliumkalium

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved