Hiperbilirubinemia pada Bayi: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya


Hiperbilirubinemia dapat dialami oleh bayi prematur maupun cukup bulan. Kenali pengobatan hiperbilirubin yang akan disesuaikan dengan penyebab maupun umur bayi.

(0)
30 Dec 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hiperbilirubinemia adalah penyebab penyakit kuning pada bayi baru lahirHiperbilirubinemia menyebabkan bayi baru lahir menjadi kuning
Hiperbilirubinemia adalah salah satu momok yang cukup umum mengintai bayi baru lahir. Kondisi ini menyebabkan berubahnya warna kulit dan mata bayi menjadi kekuningan, atau disebut sebagai penyakit kuning alias jaundice

Gejala hiperbilirubin pada bayi

Ketika kadar zat bilirubin tinggi di dalam darah bayi, kondisi ini disebut dengan hiperbilirubinemia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut bayi baru lahir dikatakan menderita hiperbilirubinemia ketika jumlah bilirubin dalam darahnya mencapai 5 mg/dL.Gejala bilirubin yang tinggi pada bayi baru lahir berbeda-beda, namun pada umumnya bayi menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:
  • Kulit dan bagian putih mata bayi (sklera) berubah menjadi kuning. Warna pigmen kuning ini biasanya terjadi pada area wajah terlebih dahulu kemudian turun ke badan dan seluruh tubuh bayi
  • Menolak menyusu
  • Lemas.
Gejala di atas juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan lain pada bayi. Untuk menegakkan diagnosis hiperbilirubin atau bukan, Anda harus memeriksakan bayi ke dokter.Baca juga: Perbedaan Penyakit Kuning pada Bayi dengan KernikterusHiperbilirubin adalah kejadian yang banyak menimpa bayi di seluruh dunia dan biasanya tidak berbahaya. Meski demikian, kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat meracuni bayi sehingga mereka akan perlu terus diawasi agar kondisinya tidak semakin parah.Meski jarang terjadi, hiperbilirubinemia yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kompikasi berupa kerusakan otak pada bayi atau kernikterus. menjadi enselopati bilirubin akut atau kernikterus.Gejala kernikterus pada bayi yang perlu diwaspadai orang dewasa adalah:
  • Rewel
  • Sulit menyusu
  • Suara tangisan yang melengking
  • Mudah mengantuk atau tampak lemas tidak berenergi
  • Ada jeda pada tarikan napas bayi
Penanganan kernikterus dapat melibatkan transfusi tukar (exchange transfusion). Pada prosedur ini, darah bayi akan dikeluarkan dan digantikan dengan darah sehat dari pendonor.

Penyebab hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir

Ketika ibu hamil, bilirubin di dalam darah bayi dibuang oleh plasenta. Ketika bayi lahir dan plasenta tidak lagi berfungsi, maka tugas ini diambil alih oleh hati.Dalam kasus bilirubin tinggi pada bayi, banyak hal dapat menjadi penyebabnya, antara lain:

1. Jaundice fisiologis

Kondisi ini biasanya terjadi pada hari kedua hingga hari ketiga kelahiran bayi dan merupakan hal yang normal karena organ hati masih melakukan penyesuaian fungsi setelah sebelumnya bilirubin dibuang oleh plasenta. Pada kondisi ini bayi tidak tampak sakit.

2. Breastfeeding jaundice (BFJ)

Breastfeeding jaundice (BFJ) terjadi ketika bayi tidak bisa menyusu langsung dengan baik karena beberapa hal, misalnya harus menjalani hari-hari pertama terpisah dari ibunya sehingga tidak mendapatkan asupan ASI. BFJ banyak ditemui pada bayi yang lahir prematur antara 34-36 minggu, maupun bayi yang lahir cukup bulan 37-38.

3. Breastmilk jaundice (BMJ)

Bila penyakit kuning biasa hanya berlangsung beberapa hari atau minggu, BMJ bisa bertahan hingga bayi berusia 3 bulan (12 minggu). BMJ terjadi ketika ada kandungan dalam air susu ibu (ASI) yang justru membuat kadar bilirubin dalam darah bayi meningkat. Sekitar 2 persen bayi mengalami kondisi hiperbilirubinemia yang satu ini.

4. Hemolisis

Kondisi ini terjadi karena perbedaan golongan darah atau resus antara darah ibu dan bayi. Hiperbilirubin karena hemolisis juga dapat terjadi ketika ada kelainan pada sel darah merah bayi.

5. Kelainan fungsi hati

Hiperbilirubinemia ini terjadi ketika ada kerusakan pada hati bayi sehingga organ tersebut tidak mampu membuang bilirubin dari dalam darah. Bilirubin yang tidak terbuang dan larut dalam darah akan menyebabkan kondisi berbahaya bagi bayi.

Cara mengatasi hiperbilirubinemia pada bayi

Cara mengatasi bilirubin yang tinggi pada bayi tergantung pada penyebab dasar, berapa banyak kadar zat yang ditemukan, dan usia bayi.Sejatinya orangtua tidak perlu panik saat menemukan bayinya mengalami jaundice. Jika kondisinya cukup ringan, bayi bisa sembuh dalam waktu 1-2 minggu setelah perkembangan tubuhnya lebih matang.Sementara untuk kasus yang lebih serius, cara menurunkan bilirubin pada bayi membutuhkan perawatan lebih intensif seperti berikut:

1. Fototerapi

Saat bayi mengalami hiperbilirubin, tidak jarang dokter langsung merekomendasikan fototerapi atau dikenal dengan terapi sinar. Padahal, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa tidak semua bayi dengan hiperbilirubin harus menjalani perawatan ini.Pemberian fototerapi baru direkomendasikan dalam kondisi berikut:
  • Pada bayi berusia 25-48 jam, total serum bilirubin mencapai 15 mg/dL atau lebih.
  • Pada bayi berusia 49-72 jam, total serum bilirubin mencapai 18 mg/dL atau lebih.
  • Pada bayi berusia lebih dari 72 jam, total serum bilirubin mencapai 20 mg/dL atau lebih.
Hiperbilirubin bayi tinggi atau dianggap berbahaya (patologis) jika mencapai 17 mg/dL di hari pertama kelahirannya.Bayi yang mengalami kenaikan bilirubin lebih dari 5 mg/dL dalam kurun kurang dari 24 jam juga harus mendapat penanganan segera, begitu pula bayi yang memperlihatkan tanda-tanda hiperbilirubin serius.Kapan fototerapi bisa dihentikan? Tergantung kondisi dan usia bayi itu sendiri.Untuk bayi yang dirawat di rumah sakit pertama kali setelah lahir (misalnya dengan kadar bilirubin lebih dari 18 mg/dL), maka terapi sinar dapat dihentikan setelah kadar bilirubin bayi mencapai 13-14 mg/dL.Sementara bagi kasus hiperbilirubinemia pada bayi yang disebabkan hemolisis atau kondisi lain, bayi dapat dipulangkan setelah disinar maksimal 3-4 hari kemudian dipantau perkembangannya dalam 24 jam di rumah.

2. Transfusi tukar

Apabila fototerapi kurang efektif untuk mengatasi kadar bilirubin yang tinggi, dokter akan menyarankan transfusi tukar. Prosedur ini dapat meningkatkan jumlah sel darah bayi sekaligus mengurangi kadar bilirubin bayi.

Cara mencegah hiperbilirubinemia pada bayi makin memburuk

Komplikasi berupa kernikterus memang jarang terjadi. Namun orang tua tetap perlu waspada. Supaya kondisi bayi kuning tidak makin memburuk dan memicu komplikasi, lakukanlah beberapa langkah berikut:1. Cukupi kebutuhan ASI bayiIDAI tetap merekomendasikan agar ASI terus diberikan selama bayi mengalami hiperbilirubinemia. Pemberian ASI lebih intensif dapat menjadi cara untuk menurunkan bilirubin pada bayi atau mencegah hiperbilirubinemia pada bayi.Pastikan bayi mendapatkan cukup nutrisi dari ASI. Selama beberapa hari pertama, susui buah hati sebanyak 8-12 kali per kali.Langkah tersebut penting untuk mencegah dehidrasi pada bayi. Pasalnya, kekurangan cairan dapat membuat kadar bilirubin makin meningkat. Namun bila dokter menduga kondisi ini terjadi karena breastmilk jaundice, dokter mungkin meminta penghentikan pemberian ASI selama 24 jam untuk melihat kadar bilirubinnya turun atau tidak. Bila penghentian ASI tidak berpengaruh pada tingginya bilirubin bayi, ibu dapat kembali menyusui bayi.2. Berikan susu formulaUntuk ibu yang tidak bisa menyusui, Anda dapat memberikan susu formula sebagai alternatif. Berikan sebanyak 30-60 ml susu formula setiap 2-3 jam, selama satu minggu pertama Si Kecil.Harap lebih dulu berkonsultasi dengan dokter anak sebelum Anda memutuskan untuk memberikan susu formula. Tanyakan pula mengenai takaran susu yang tepat untuk Si Kecil agar bisa disesuaikan dengan berat badannya.

Kapan harus ke dokter?

Ingatlah untuk segera membawa bayi ke dokter apabila ia mengalami demam lebih dari 38º Celsius, kulitnya tampak makin kuning, warna kuning yang terus menyebar, kesulitan menyusu, terlihat lemah dan lesu, dan tangisan terdengar melengking.Selama lima hari pertama sejak kelahiran sang bayi, orang tua harus terus memantau kondisinya dengan ketat. Jika ia menunjukkan tanda-tanda sakit kuning, periksakan anak Anda ke dokter secepatnya. 
Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai pengobatan hiperbilirubin pada bayi, langsung chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
 
bilirubinjaundicebayi prematurpenyakit kuning
American Academy of Pediatrics.  
Diakses pada 28 Desember 2019
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hyperbilirubinemia-and-jaundice-90-P02375
Diakses pada 28 Desember 2019
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/indikasi-terapi-sinar-pada-bayi-menyusui-yang-kuning
Diakses pada 28 Desember 2019
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02375
Diakses pada 28 Desember 2019
American Academy of Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2002/0215/p599.html
Diakses pada 28 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait