Hindari Varises Melalui Langkah-langkah Pencegahan Ini

Salah satu cara mencegah varises yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan stoking kompresi
Varises paling sering terjadi pada tungkai

Varises merupakan kondisi pelebaran dan pembengkakan pada pembuluh darah vena akibat lemahnya katup vena. Kondisi ini sering dialami oleh banyak orang, terutama pada wanita, orang dengan obesitas, dan orang yang sering berdiri dalam waktu lama (biasanya karena pekerjaan).

Cara Mencegah Varises

Varises paling sering terjadi pada tungkai. Kemunculan varises dapat terjadi secara tiba-tiba apabila Anda memiliki faktor risiko di atas. Meski sulit untuk mencegah terjadinya varises, namun Anda dapat mencegah penyakit yang dialami menjadi semakin buruk. Beberapa cara mencegah varises dapat dilakukan, antara lain:

1. Hindari Berdiri atau Duduk dalam Waktu Lama

Jangan terlalu sering berdiri dan duduk dalam waktu yang lama karena hal inilah yang sering menjadi penyebab varises. Usahakan untuk berjalan setiap 30 menit. Ketika duduk, hindari untuk menekuk atau menyilangkan kaki.

2. Berolahraga Secara Teratur

Otot pada tungkai dapat membantu aliran balik darah vena menuju jantung, yang melawan gaya gravitasi. Olahraga yang melibatkan otot tungkai juga dapat mencegah terbentuknya varises baru, dan membantu mengurangi berat badan jika Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

3. Memposisikan Kaki Lebih Tinggi dari Jantung

Pada saat beristirahat, Anda dapat menaruh bantal di bawah kaki Anda agar sedikit terangkat. Posisi yang disarankan adalah membuat kaki Anda berada lebih tinggi dari posisi jantung. Hal ini dapat memperlancar aliran darah dari kaki menuju jantung.

4. Tidak Menggunakan Pakaian yang Terlalu Ketat

Hindari menggunakan pakaian terlalu ketat, terutama pada area sekitar pinggang, panggul, dan tungkai. Pakaian ketat ini dapat memperparah varises yang Anda alami.

5. Menghindari Penggunaan Sepatu Hak Tinggi Terlalu Sering

Wanita suka menggunakan sepatu berhak tinggi. Jika Anda menggunakannya, hindari menggunakan sepatu tersebut dalam waktu lama. Hak sepatu yang lebih rendah dapat membantu tonus otot pada tungkai, yang berguna untuk memperlancar aliran vena.

6. Menggunakan Stoking Kompresi

Menggunakan stoking kompresi dapat membantu pergerakan aliran darah menuju jantung. Stoking ini didesain secara khusus untuk memberikan tekanan pada tungkai sehingga mencegah darah berkumpul pada tungkai bawah dan mengurangi pembengkakan pada tungkai. Selain mencegah, stoking kompresi juga dapat membantu meredakan gejala nyeri, rasa tidak nyaman, dan pembengkakan yang Anda alami akibat varises. Terdapat tiga jenis stoking kompresi yang dapat Anda gunakan, yaitu:

  • Pantyhose. Stoking model ini memberikan tekanan paling rendah dan banyak dijual di berbagai toko pakaian.

  • Stoking kompresi gradien. Stoking jenis ini memberikan tekanan lebih pada daerah kaki, pergelangan kaki, dan tungkai bawah. Area tersebut merupakan area yang membutuhkan tekanan paling tinggi untuk mengalirkan darah balik menuju jantung. Stoking ini dapat Anda temukan di toko alat kesehatan dan toko obat.

  • Stoking kompresi bertekanan tinggi. Stoking jenis ini memiliki tekanan terbesar pada daerah kaki, pergelangan kaki, dan tungkai bawah. Stoking ini hanya dapat Anda beli dengan menggunakan resep dokter. Biasanya, Anda perlu melakukan pengukuran untuk menyesuaikan stoking dengan ukuran tungkai Anda. Hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan stoking kompresi, yaitu pastikan Anda tidak memiliki kondisi medis lain, seperti gagal jantung, yang dapat memperburuk kondisi jika Anda mengunakan stoking bertekanan tinggi.

Stoking kompresi juga dapat digunakan ketika hamil untuk mencegah terjadinya varises. Saat hamil, Anda berisiko tinggi untuk mengalami varises akibat peningkatan tekanan dari janin yang dapat menekan pembuluh darah vena di area sekitar panggul. Penggunaan stoking kompresi sebaiknya dilakukan sepanjang hari, mulai saat bangun tidur di pagi hari hingga sebelum tidur malam.

Pada kondisi cuaca panas, penggunaan stoking dapat terasa tidak nyaman, tetapi sebaiknya Anda tetap menggunakannya mengingat keuntungan dari penggunaan stoking kompresi ini. Salah satu dampak penggunaan stoking adalah kulit yang menjadi kering. Jika hal ini terjadi, Anda dapat menggunakan krim pelembap sebelum tidur agar kelembapan kulit Anda tetap terjaga.

Perhatikan munculnya luka, perubahan warna, dan lenting pada tungkai Anda. Penggunaan stoking kompresi dapat bertahan hingga 6 bulan. Setelah 6 bulan, sebaiknya Anda mengganti dengan stoking yang baru. Hal ini dikarenakan penggunaan berulang menyebabkan stoking rusak dan penggunaannya tidak lagi efektif. Perawatan stoking juga diperlukan dengan mencucinya menggunakan air hangat.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed