Hindari Memukul Anak, Ikuti Tips Menghukum Tanpa Kekerasan Ini

08 Mei 2019 | Oleh
Timeout atau setrap merupakan salah satu cara menghukum anak tanpa kekerasan.
Timeout atau setrap merupakan salah satu cara menghukum anak tanpa kekerasan.

Memukul anak tidak akan pernah menyelesaikan masalah perilaku anak yang nakal. Sebaliknya, memukul anak dapat membawa dampak buruk, seperti cedera, gangguan mental, perilaku antisosial, dan agresif.

Kekerasan dalam bentuk apa pun sangat dilarang dalam pengasuhan anak. Berikut adalah cara menghukum anak tanpa kekerasan yang dapat dipertimbangkan.

1. Membuat Lingkungan yang Ramah Anak

Simpan obat-obatan atau benda berbahaya dan tajam di tempat yang tinggi dan jauh dari jangkauan anak-anak. Kunci pintu lemari pakaian atau kulkas agar anak tidak bisa bermain dengan mainan.

Seringkali, perubahan lingkungan juga akan mengubah perilaku anak yang tidak baik. Sehingga tidak perlu lagi menerapkan hukuman yang serius.

2. Pandai Mengatur Jadwal

Anak-anak akan cenderung rewel dan tantrum jika ada kebutuhannya yang tak terpenuhi. Sebagai contoh, jika anak Anda mudah rewel saat lapar, siapkan camilan atau bekal makanan di dalam tas.

Bila anak mudah rewel saat mengantuk, biarkan anak tidur sebentar sebelum jalan-jalan atau pergi ke luar rumah.

3. Konsisten

Jika Anda menerapkan aturan anak harus mencuci tangan sebelum makan, pastikan hal ini dilakukan setiap waktu secara konsisten. Aturan tidak akan berjalan bila ditegakkan secara selektif alias "tebang pilih".

Anak-anak perlu tahu bahwa sekali aturan ditetapkan, maka aturan dan konsekuensinya tidak akan berubah.

4. Timeout atau Hukuman Setrap

Tips menghukum anak tanpa kekerasan yang efektif adalah timeout atau menyetrap anak balita selama satu menit di sudut atau kursi yang nyaman.

Jangan berinteraksi saat timeout berlangsung agar anak tidak merajuk. Jika hukuman setrap sudah selesai, minta anak untuk meminta maaf dan tak perlu membahas masalah itu lagi.

5. Luangkan Waktu "Me Time"

Semua orang mempunyai batas kesabaran, dan tentunya sangat lumrah untuk mudah marah dan menjadi emosional ketika Anda dalam keadaan terlalu lelah baik fisik maupun mental. Hasilnya? Kesalahan kecil dari sang anak bisa memicu kemarahan yang berlebihan.

Daripada menyesal belakangan, berusahalah untuk tidak mencapai titik tersebut dan luangkan waktu untuk melepaskan stres dan melakukan kegiatan lain untuk diri Anda sendiri.

Minta bantuan teman atau saudara untuk membantu menjaga anak, kemudian lakukanlah aktivitas yang menyenangkan bagi Anda seperti menonton, pergi ke kafe, yoga, dan lain-lain.

Anda juga membutuhkan waktu merawat diri Anda sendiri, yang ujungnya bisa membuat Anda menjadi orangtua yang lebih baik bagi anak-anak Anda.

6. Mengalihkan Perhatian Anak

Jika anak melampiaskan amarah dengan memukul, berteriak atau melemparkan barang, alihkan perhatiannya. Hindari memukul anak balik karena kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Anak perlu dibawa berjalan-jalan ke luar rumah, ke taman, atau beralih ke ruangan lain.

7. Memberikan Pelukan Ke Anak

Anak-anak yang nakal sebenarnya sangat cerdas dan kreatif untuk mencari perhatian. Tetapi, orangtua juga harus bersikap tegas dan hindari memukul anak. Sebaliknya, seringlah memeluk anak, berbicara dengan mereka, dan menunjukkan bahwa Anda mencintai mereka.

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/guide/7-secrets-of-toddler-discipline#1
Diakses pada Maret 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/great-kids-great-parents/201404/why-physical-punishment-does-not-work
Diakses pada Maret 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top