Inilah Akibat Anak Sering Dipukul dan Dimarahi


Banyak pro dan kontra terkait hukuman fisik sebagai cara mendisiplinkan anak. Lalu, bagaimana cara menghukum anak tanpa kekerasan atau tanpa memukul anak?

0,0
Akibat anak sering dipukul dan dimarahi bisa menyebabkanTimeout atau setrap merupakan salah satu cara menghukum anak tanpa kekerasan
Ketika anak dirasa nakal, terkadang orangtua memukulnya agar ia diam. Namun, memukul anak justru tidak menyelesaikan masalah tersebut. Sebaliknya, akibat anak sering dipukul dan dimarahi dapat membawa dampak buruk, seperti cedera, gangguan mental, perilaku antisosial, dan agresif.Dampak anak sering dimarahi dan dipukul tersebut harus diwaspadai sebab dapat berlangsung hingga ia dewasa. Masih terdapat cara lain untuk menghukum anak tanpa menggunakan kekerasan yang bisa Anda lakukan. Simak penjelasan di bawah ini.

Akibat anak sering dipukul dan dimarahi

Dampak memukul dan memarahi anak sering kali tidak disadari. Supaya Anda lebih mawas diri, ketahui akibat anak sering dipukul dan dimarahi:

1. Luka atau cedera

Akibat anak sering dipukul dan dimarahi bisa membuatnya terluka atau cedera. Anda mungkin tidak menyadari jika kekerasan fisik tersebut dapat melukai anak. 

2. Mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf

Dampak anak sering dipukul dan dimarahi juga dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem sarafnya. Akibatnya, kemampuan kognitif anak pun terpengaruh hingga ia memiliki prestasi akademik dan kejuruan yang rendah.

3. Melakukan tindakan negatif

Akibat sering memukul dan membentak anak dapat memicu anak untuk lebih mungkin melakukan tindakan negatif, seperti putus sekolah, merokok, minum-minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, atau seks bebas. Anak juga memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi.

4. Membenarkan tindak kekerasan

Ketika orangtua sering memukul anak, hal tersebut mengajarkan padanya bahwa memukul adalah hal yang wajar dilakukan. Hal tersebut bisa membuatnya tumbuh menjadi anak yang suka menindas orang lain yang lebih lemah darinya. Dampak anak sering dipukul dan dimarahi ini harus diwaspadai.

5. Berisiko kematian

Pada sebagian kasus, orangtua melakukan kekerasan pada anak hingga nyawanya meregang. Emosi yang tidak terkendali menyebabkan hal ini terjadi. Akibat anak sering dipukul dan dimarahi, membuat risiko kematian pun mengintainya.

Cara menghukum anak tanpa kekerasan

Kekerasan dalam bentuk apa pun sangat dilarang dalam pengasuhan anak. Dampak anak sering dipukul juga harus dihindari.Ingatlah untuk jangan memukul anak. Jika inginmemberinya pelajaran, ikuti cara menghukum anak tanpa kekerasan yang dapat dipertimbangkan ini.

1. Membuat Lingkungan yang Ramah Anak

Simpan obat-obatan atau benda berbahaya dan tajam di tempat yang tinggi dan jauh dari jangkauan anak-anak. Kunci pintu lemari pakaian atau kulkas agar anak tidak bisa bermain dengan mainan.Seringkali, perubahan lingkungan juga akan mengubah perilaku anak yang tidak baik. Sehingga tidak perlu lagi menerapkan hukuman yang serius.

2. Pandai Mengatur Jadwal

Anak-anak akan cenderung rewel dan tantrum jika ada kebutuhannya yang tak terpenuhi. Sebagai contoh, jika anak Anda mudah rewel saat lapar, siapkan camilan atau bekal makanan di dalam tas.Bila anak mudah rewel saat mengantuk, biarkan anak tidur sebentar sebelum jalan-jalan atau pergi ke luar rumah.

3. Konsisten

Jika Anda menerapkan aturan anak harus mencuci tangan sebelum makan, pastikan hal ini dilakukan setiap waktu secara konsisten. Aturan tidak akan berjalan bila ditegakkan secara selektif alias "tebang pilih".Anak-anak perlu tahu bahwa sekali aturan ditetapkan, maka aturan dan konsekuensinya tidak akan berubah.

4. Timeout atau Hukuman Setrap

Tips menghukum anak tanpa kekerasan yang efektif adalah timeout atau menyetrap anak balita selama satu menit di sudut atau kursi yang nyaman.Jangan berinteraksi saat timeout berlangsung agar anak tidak merajuk. Jika hukuman setrap sudah selesai, minta anak untuk meminta maaf dan tak perlu membahas masalah itu lagi.

5. Luangkan Waktu "Me Time"

Semua orang mempunyai batas kesabaran, dan tentunya sangat lumrah untuk mudah marah dan menjadi emosional ketika Anda dalam keadaan terlalu lelah baik fisik maupun mental. Hasilnya? Kesalahan kecil dari sang anak bisa memicu kemarahan yang berlebihan.Daripada menyesal belakangan, berusahalah untuk tidak mencapai titik tersebut dan luangkan waktu untuk melepaskan stres dan melakukan kegiatan lain untuk diri Anda sendiri.Minta bantuan teman atau saudara untuk membantu menjaga anak, kemudian lakukanlah aktivitas yang menyenangkan bagi Anda seperti menonton, pergi ke kafe, yoga, dan lain-lain.Anda juga membutuhkan waktu merawat diri Anda sendiri, yang ujungnya bisa membuat Anda menjadi orangtua yang lebih baik bagi anak-anak Anda.

6. Mengalihkan Perhatian Anak

Jika anak melampiaskan amarah dengan memukul, berteriak atau melemparkan barang, alihkan perhatiannya. Hindari memukul anak balik karena kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Anak perlu dibawa berjalan-jalan ke luar rumah, ke taman, atau beralih ke ruangan lain.

7. Memberikan Pelukan Ke Anak

Anak-anak yang nakal sebenarnya sangat cerdas dan kreatif untuk mencari perhatian. Tetapi, orangtua juga harus bersikap tegas dan hindari memukul anak. Sebaliknya, seringlah memeluk anak, berbicara dengan mereka, dan menunjukkan bahwa Anda mencintai mereka.Daripada menggunakan kekerasan, Anda bisa mengikuti cara menghukum anak tersebut. Dengan begitu, anak pun akan terhindar dari berbagai dampak buruk yang disebabkan oleh perilaku kekerasan.
tips parentingibu dan anak
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/guide/7-secrets-of-toddler-discipline#1
Diakses pada Maret 2019
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/great-kids-great-parents/201404/why-physical-punishment-does-not-work
Diakses pada Maret 2019
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/violence-against-children
Diakses pada 02 Juni 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/good-thinking/201409/is-what-happens-when-you-hit-your-kids
Diakses pada 02 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait