Hindari Komplikasi, Begini Cara Menangani Dermatitis Seboroik pada Bayi

Dermatitis seboroik ditandai kekuningan pada kepala bayi
Dermatitis seboroik umumnya ditandai dengan kemunculan kerak kekuningan hingga kecokelatan pada kulit kepala bayi.

Kulit kepala bayi seharusnya halus dan mulus. Tapi tidak jarang juga bayi yang memiliki kulit kepala yang memiliki kerak-kerak kekuningan hingga kecokelatan seperti bekas koreng. Kondisi dikenal dengan dermatitis seboroik ini tentu memancing kepanikan bagi orangtua.

Bukan hanya kulit kepala, tapi juga sampai ke dahi, sekitar alis, dan belakang telinga. Kondisi ini sejatinya cukup sering dijumpai pada bayi di bawah usia satu tahun. Meski cenderung tidak mengganggu kenyamanan buah hati, penanganan tetap perlu dilakukan.

[[artikel-terkait]]

Kenali gejala dermatitis seboroik pada bayi

Kerak kepala atau dermatitis seboroik merupakan jenis peradangan kulit yang umum terjadi pada bayi. Indikasinya berupa kemunculan kerak berwarna kekuningan atau kecoklatan di area kulit yang memiliki banyak kelenjar sebum, seperti kulit kepala dan lipatan kulit. 

Kerak dapat mulai muncul pada bayi yang berusia sekitar dua minggu. Umumnya, kerak terdapat di area kepala yang ditumbuhi rambut. Selain pada kulit kepala dan lipatan kulit, kerak juga bisa menyebar ke area wajah serta area kulit bayi yang tertutup popok. 

Di samping adanya kerak, kemerahan di lipatan kulit dan area kulit yang lembap tertutup popok juga bisa terjadi. Meski menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua, dermatitis seboroik sebenarnya tidak menimbulkan rasa gatal atau sakit yang mengganggu kenyamanan bayi. Kemunculannya juga akan berkurang seiring pertambahan usia si kecil. 

Mengapa muncul dermatitis seboroik pada bayi?

Sebetulnya, belum jelas benar apa yang menjadi penyebab munculnya dermatitis seboroik pada bayi. Beberapa faktor yang dicurigai sebagai penyebabnya adalah kombinasi pengaruh aktivitas kelenjar sebum, metabolisme mikroflora di kulit, dan kerentanan tiap individu. 

Terutama pada bayi baru lahir, dugaan penyebabnya adalah kelenjar sebum yang terlalu aktif akibat pengaruh hormon ibu selama bayi dalam kandungan. Kelenjar sebum ini memproduksi minyak yang menyebabkan sel-sel kulit mati yang seharusnya rontok, malah tetap menempel pada kulit kepala bayi.

Ada juga dugaan bahwa keberadaan jamur jenis Malassezia di kulit berdampak pada kemunculan dermatitis seboroik pada bayi. Jamur ini memengaruhi aktivitas kelenjar sebum untuk mengeluarkan asam lemak.

Jamur Malassezia kemudian memanfaatkan asam lemak jenuh tersebut sebagai sumber makanannya, dan menyisakan asam lemak tak jenuh di permukaan kulit. Sebagai akibatnya, akan menimbulkan kerak.

Berbahayakah dermatitis seboroik pada bayi?

Walau dermatitis seboroik umumnya tidak mengganggu kenyamanan bayi, ada kemungkinan muncul infeksi pada ruam dermatitis seboroik di area lipatan kulit atau area popok jika tidak diobati. 

Pada kejadian yang amat jarang, dermatitis seboroik dapat meluas dan bertambah parah. Kondisi ini bisa menandakan adanya Leiner’s disease pada buah hati. Bila ini terjadi, kelainan sistem kekebalan tubuh diduga menjadi penyebabnya. 

Penanganan dan pengobatan kerak kepala pada bayi

Penanganan untuk menghilangkan kerak kepala pada bayi sebenarnya tidak sulit. Beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua meliputi:

  • Mengoleskan minyak zaitun atau petroleum jelly pada kerak kepala bayi dan diamkan selama satu jam. Setelah kerak melunak, gosok dengan lembut agar rontok dari kulit. Orangtua bisa menggunakan jari atau sikat gigi berbulu lembut untuk menggosok kerak kepala pada bayi.
  • Keramasi bayi Anda setiap hari sambil menggosok lembut kerak di kulit kepalanya hingga rontok.
  • Jika sampo bayi kurang ampuh mengatasi kerak dan Anda ingin menggunakan sampo yang mengandung ketoconazole pada buah hati, Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dulu. Demikian pula bila Anda ingin memakai krim antijamur yang bisa mengatasi dermatitis seboroik pada area lipatan kulit dan area popok.

Tak usah terlalu risau jika dermatitis seboroik pada bayi di alami oleh buah hati Anda, segera ke dokter dan hindari komplikasi dengan menjaga kebersihan kulitnya serta lakukan langkah-langkah mudah di atas untuk menangani kerak kepala pada bayi.

Cochrane Library https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD011380/full
Diakses pada 12 Juni 2019

Kidshealth https://kidshealth.org/en/parents/cradle-cap.html
Diakses pada 12 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed