Cradle Cap atau Dermatitis Seboroik pada Bayi, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

(0)
25 Jun 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Dermatitis seboroik pada bayi atau cradle cap di area kepalaDermatitis seboroik atau cradle cap umumnya ditandai dengan kemunculan kerak kekuningan hingga kecokelatan pada kulit kepala bayi.
Kulit kepala bayi seharusnya halus dan mulus. Tapi tidak jarang juga bayi yang memiliki kulit kepala yang memiliki kerak-kerak kekuningan hingga kecokelatan seperti bekas koreng. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan dermatitis seboroik atau cradle cap. Umumnya, kondisi ini juga sering disebut ketombe pada bayi dan anak-anak.Kerak di kepala bayi ini bukan hanya muncul di kulit kepala, tapi juga bisa sampai ke dahi, sekitar alis, dan belakang telinga. Kondisi ini sejatinya cukup sering dijumpai pada bayi baru lahir di bawah usia satu tahun. Meski cenderung tidak mengganggu kenyamanan buah hati, penanganan tetap perlu dilakukan.[[artikel-terkait]]

Gejala cradle cap pada bayi

Dermatitis seboroik pada bayi atau cradle cap adalah jenis peradangan kulit yang umum terjadi pada bayi. Umumnya cradle cap pada bayi indikasinya berupa kemunculan kerak berwarna kekuningan atau kecoklatan di area kulit yang memiliki banyak kelenjar minyak, seperti kulit kepala dan lipatan kulit. Kerak dapat mulai muncul pada bayi baru lahir yang berusia sekitar dua minggu. Umumnya, kerak terdapat di area kepala yang ditumbuhi rambut. Selain pada kulit kepala dan lipatan kulit, kerak juga bisa menyebar ke area wajah serta area kulit bayi yang tertutup popok. Di samping adanya kerak, kemerahan di lipatan kulit dan area kulit yang lembap tertutup popok juga bisa terjadi. Meski menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua, dermatitis seboroik sebenarnya tidak menimbulkan rasa gatal atau sakit yang mengganggu kenyamanan bayi. Kemunculannya juga akan berkurang seiring pertambahan usia si kecil. 

Penyebab munculnya cradle cap pada bayi

Sebetulnya, belum jelas benar apa yang menjadi penyebab munculnya dermatitis seboroik pada bayi. Beberapa faktor yang dicurigai sebagai penyebabnya adalah kombinasi pengaruh aktivitas kelenjar sebum, metabolisme mikroflora di kulit, dan kerentanan tiap individu. Terutama pada bayi baru lahir, dugaan penyebabnya adalah kelenjar sebum yang terlalu aktif akibat pengaruh hormon ibu selama bayi dalam kandungan. Kelenjar sebum ini memproduksi minyak yang menyebabkan sel-sel kulit mati yang seharusnya rontok, malah tetap menempel pada kulit kepala bayi.Ada juga dugaan bahwa keberadaan jamur jenis Malassezia di kulit berdampak pada kemunculan dermatitis seboroik pada bayi. Jamur ini memengaruhi aktivitas kelenjar sebum untuk mengeluarkan asam lemak.Jamur Malassezia kemudian memanfaatkan asam lemak jenuh tersebut sebagai sumber makanannya, dan menyisakan asam lemak tak jenuh di permukaan kulit. Sebagai akibatnya, akan menimbulkan kerak.

Berbahayakah cradle cap pada bayi?

Walau dermatitis seboroik pada bayi umumnya tidak mengganggu kenyamanan si Kecil, ada kemungkinan muncul infeksi pada ruam dermatitis seboroik di area lipatan kulit atau area popok jika tidak diobati. Pada kejadian yang amat jarang, cradle cap juga dapat meluas dan bertambah parah. Kondisi ini bisa menandakan adanya Leiner’s disease pada buah hati. Bila ini terjadi, kelainan sistem kekebalan tubuh diduga menjadi penyebabnya. 

Perawatan dan pengobatan kerak di kepala bayi

Penanganan untuk menghilangkan kerak di kepala bayi sebenarnya tidak sulit. Beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua meliputi:
  • Mengoleskan minyak zaitun, minyak kelapa, baby oil atau petroleum jelly pada kerak kepala bayi dan diamkan selama satu jam. Setelah kerak melunak, gosok dengan lembut agar rontok dari kulit. Orangtua bisa menggunakan jari atau sikat gigi berbulu lembut untuk menggosok kerak kepala pada bayi.
  • Orangtua juga bisa menggunakan krim atau lotion pelembap pada kerak kepala bayi ketika malam hari dan didiamkan hingga keesokan paginya baru dicuci menggunakan sampo bayi.
  • Keramasi bayi dengan air hangat sambil menggosok lembut kerak di kulit kepalanya hingga rontok.
  • Jika sampo bayi kurang ampuh mengatasi kerak dan Anda ingin menggunakan sampo yang mengandung ketoconazole pada buah hati, Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter anak terlebih dulu. Demikian pula bila Anda ingin memakai krim antijamur untuk mengatasi dermatitis seboroik pada area lipatan kulit dan area popok.
Tak usah terlalu risau jika dermatitis seboroik pada bayi di alami oleh buah hati Anda, segera ke dokter dan hindari komplikasi dengan menjaga kebersihan kulitnya serta lakukan langkah-langkah mudah di atas untuk menangani kerak kepala pada bayi.
bayidermatitisdermatitis seboroik
Cochrane Library https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD011380/full
Diakses pada 12 Juni 2019
Kidshealth https://kidshealth.org/en/parents/cradle-cap.html
Diakses pada 12 Juni 2019
The Royal Children's Hospital Melbourne. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Cradle_cap/
Diakses pada 22 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait