Hindari Jenis Ikan ini untuk Cegah Keracunan Merkuri

(0)
26 Jul 2020|Azelia Trifiana
Ikan laut berpotensi memiliki kandungan merkuri tinggiIkan todak adalah salah satu ikan berisiko mengandung merkuri
Zat merkuri bisa datang dalam bentuk apa saja, termasuk lewat makanan yang terkontaminasi merkuri. Makanan laut seperti ikan tertentu bisa menjadi penyebab keracunan merkuri. Jenis keracunan ini paling rawan dialami bayi dalam kandungan dan juga anak-anak.Sebenarnya, produk dan makanan sehari-hari yang ada di sekitar memang mengandung merkuri namun dalam jumlah sangat sedikit. Belum lagi jika polusi merkuri dari lingkungan akibat industrialisasi sudah mencemari tanah dan perairan, maka makanan laut seperti ikan pun tidak lagi aman dikonsumsi.

Gejala keracunan merkuri

Keracunan merkuri berdampak sangat besar pada sistem saraf manusia atau neurologi. Gejala ketika seseorang mengalami keracunan merkuri di antaranya:
  • Cemas berlebih
  • Sensasi metal di mulut
  • Depresi
  • Mudah tersinggung
  • Daya ingat menurun
  • Kebas
  • Tremor
  • Kesulitan mendengar dan berbicara
  • Otot menjadi lemah
  • Saraf lemah di wajah dan tangan
  • Penglihatan menjadi lemah
Beberapa dampak di atas bisa terlihat ketika keracunan merkuri terjadi pada orang dewasa. Namun pada anak-anak yang terpapar merkuri dalam jumlah tinggi, akan terjadi perlambatan perkembangan pada bidang:
  • Kognitif
  • Motorik
  • Perkembangan bicara dan bahasa
  • Kesadaran visual spasial
Bahaya dari keracunan merkuri paling terlihat pada anak-anak yang terpapar merkuri dalam jangka panjang. Masalah sistem saraf dan perkembangannya bisa terganggu secara permanen.Pada akhirnya, paparan merkuri dapat menyebabkan masalah pada perkembangan otak anak. Hal ini akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari hingga kemampuan akademiknya.Sementara pada orang dewasa, paparan merkuri dosis tinggi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak dan ginjal. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah gagal napas.Selain itu, keracunan merkuri juga bisa mengakibatkan masalah pada sistem reproduksi orang dewasa. Contohnya penurunan jumlah sperma hingga masalah kesuburan.Jangan lupakan pula risiko penumpukan merkuri dalam tubuh yang membuat kadar zat radikal bebas meningkat. Hal ini dapat menyebabkan seseorang berisiko mengalami serangan jantung dan penyakit jantung koroner.

Jenis Ikan yang berisiko menyebabkan keracunan merkuri

Keracunan merkuri organik atau methylmercury terjadi karena mengonsumsi ikan yang terpapar merkuri. Ikan mendapatkan merkuri dari perairan tempatnya tinggal. Semua jenis ikan bisa mengandung merkuri, namun paling banyak dimiliki ikan yang berukuran besar.Jenis ikan dengan kadar merkuri tinggi dan sebaiknya tidak dikonsumsi di antaranya:
  • Swordfish
  • Bigeye tuna
  • King mackerel
  • Marlin
Selain beberapa jenis ikan di atas, frekuensi mengonsumsi ikan terlalu tinggi juga bisa mengakibatkan keracunan merkuri. Itu sebabnya, beberapa ikan di bawah ini sebaiknya dikonsumsi hanya 1-2 kali per minggu:
  • Albacore tuna
  • Ikan teri
  • Lele
  • Kerapu
  • Salmon
  • Pollock
  • Kakap
  • Udang
Utamanya untuk ibu hamil, sebaiknya batasi konsumsi jenis ikan hanya sekitar 200-350 gram tiap jenisnya. Dengan demikian, bisa mengurangi kemungkinan janin terpapar merkuri. Ibu menyusui pun perlu membatasi konsumsi ikan karena substansi merkuri bisa tersalur ke bayi lewat ASI.

Cara mengatasi keracunan merkuri

Tidak ada obat khusus untuk menangani keracunan merkuri. Cara terbaik adalah menghentikan paparan terhadap metal atau konsumsi makanan laut yang tinggi merkuri karena dalam jumlah sedikit merkuri akan dikeluarkan otomatis oleh tubuh melalui urine atau feses.Jika kadar keracunan merkuri sudah menyentuh batasan tertentu, dokter akan melakukan terapi khelasi. Ini adalah prosedur medis dengan menghilangkan merkuri dari organ sehingga tubuh dapat membuangnya.Obat yang digunakan dalam terapi khelasi dapat mengikat metal dalam aliran darah dan dibuang lewat urine. Namun, ada risiko dan efek samping dari terapi khelasi sehingga metode ini sebaiknya hanya dilakukan jika benar-benar perlu.Jika paparan merkuri sudah terjadi dalam jangka panjang, perlu perawatan terus menerus untuk mengendalikan dampak dari keracunan merkuri terhadap sistem saraf. Jenis penanganannya disesuaikan dengan gejala yang dialami.Apabila keracunan merkuri terdeteksi pada tahap awal, dampaknya bisa diatasi. Ini penting karena dampak keracunan merkuri terhadap sistem saraf manusia kerap kali bersifat permanen.

Mencegah keracunan merkuri

Sebelum terlambat, lakukan beberapa cara untuk mencegah keracunan merkuri berikut ini:
  • Hanya mengonsumsi ikan berukuran besar sesekali atau hindari sama sekali
  • Tidak mengonsumsi ikan yang diasumsi mengandung merkuri saat mengandung
  • Ketika makan sushi, pilih yang tidak mengandung ikan tinggi merkuri
  • Sebelum menjalani program hamil, lakukan tes merkuri (darah/urine)
  • Cuci tangan sesegera mungkin jika merasa terpapar merkuri dalam bentuk lain
  • Hindari aktivitas yang menyebabkan terpapar merkuri seperti ekstraksi emas

Catatan dari SehatQ

Ikan mengandung gizi luar biasa dan bermanfaat untuk kesehatan. Namun sama seperti makanan lainnya, apapun yang berlebihan tidaklah baik. Jadi, konsumsi ikan dalam jumlah sewajarnya sesuai dengan usia dan panduannya.Contohnya untuk anak-anak berusia di bawah 3 tahun, konsumsi ikan sebaiknya tidak lebih dari 28 gram. Sementara untuk anak-anak berusia 4 hingga 7 tahun, takaran yang masih wajar adalah 56 gram.Orangtua dan pengasuh harus memerhatikan betul gejala keracunan merkuri pada anak-anak agar bisa segera diperiksakan ke dokter dan mendapat penanganan medis. Jika tidak, gangguan pada perkembangan kognitif hingga saraf menjadi taruhannya.
penyakitmakanan tidak sehatbahaya merkuri
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320563
Diakses pada 11 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/mercury-poisoning
Diakses pada 11 Juli 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mercury-and-health
Diakses pada 11 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait