Hindari Gatal di Kulit, dengan Mengetahui Penyebab Keringat Buntet

Bayi dan lansia berisiko lebih tinggi terhadap keringat buntet atau biang keringat
Keirnget buntet banyak dijumpai di Indonesia, sebagai negara dengan iklim tropis.

Meski lebih dikenal sebagai kondisi yang muncul pada bayi dan anak-anak, keringat buntet atau biang keringat juga dapat muncul pada orang dewasa. Penyebab keringat buntet dapat beragam dan terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko kemunculannya.

Agar dapat terhindar dari kondisi yang mengganggu ini, ada baiknya Anda mengenali lebih jauh mengenai penyebab keringat buntet. Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

[[artikel-terkait]]

Kebiasaan yang sebabkan keringat buntet

Bintil-bintil yang muncul di kulit, terutama wajah, tentu dapat mengganggu. Permasalahannya, keringat buntet sering dirasa muncul secara tiba-tiba sehingga pencegahannya pun sulit dilakukan.

Tahukah Anda, kemunculan bintil-bintil tersebut tentu bukanlah tanpa sebab. Keringat buntet terjadi ketika kelenjar keringat tersumbat oleh sel kulit mati serta bakteri.

Masuknya bakteri ke kelenjar keringat ini kemudian dapat menyebabkan peradangan, yang memicu munculnya bintil kemerahan.

Segala kegiatan maupun kondisi yang menyebabkan Anda berkeringat ,dapat dimasukkan sebagai penyebab keringat buntet, seperti:

 

  • Terlalu lama berbaring di kasur akibat suatu penyakit
  • Menggunakan terlalu banyak lapisan pakaian saat udara dingin
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya jenis psikotropika, diuretik, dan obat untuk penyakit Parkinson
  • Menggunakan pakaian yang terlalu ketat, sehingga keringat sulit untuk menguap

Menggunakan krim atau losion dengan bahan tertentu, yang dapat mengganggu kerja kelenjar keringat

Selain penyebab di atas, beberapa penyakit serta perawatan medis juga berkaitan dengan kondisi gangguan pada kulit yang satu ini, seperti:

  • Efek samping dari penggunaan obat berjenis isotetrionin atau doxorubicin
  • Penyakit sindrom steven-johnson
  • Penyakit genetik seperti sindrom morvan
  • Perawatan radioterapi

Kelompok individu yang berisiko alami keringat buntet

Bayi, lansia, dan orang yang obesitas merupakan kelompok yang paling berisiko terkena keringat buntet.

Dengan tubuh yang lebih besar, orang obesitas memiliki area kulit yang lebih luas. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya gesekan antarkulit, yang memicu timbulnya keringet buntet.

Ketiganya pun memiliki suatu kesamaan, yaitu cenderung sulit bergerak atau berdiam di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut membuat kulit tidak terekspos sirkulasi udara yang baik, sehingga kelenjar keringat akan sulit untuk “bernapas”.

Keringat buntet juga lebih umum terjadi pada orang-orang yang tinggal di daerah dengan cuaca panas dan lembap, seperti di negara beriklim tropis.

Keringet buntet di Indonesia

Iklim tropis membuat seseorang lebih banyak berkeringat. Tidak heran, keringat buntet menjadi kondisi yang sangat umum dialami oleh orang Indonesia.

Olahraga berat yang menghasilkan banyak keringat, juga sering dianggap berhubungan dengan risiko munculnya keringat buntat. Risiko semakin bertambah ketika pakaian yang digunakan saat berolahraga, terbuat dari bahan yang kurang baik, sehingga menghambat terjadinya sirkulasi udara.

Setelah mengetahui penjelasan di atas, terjawab sudah pertanyaan mengenai penyebab keringat buntet. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan kulit, agar tidak hanya terhindar dari keringat buntet, tapi juga dari penyakit kulit lainnya.

Dermnet NZ. https://www.dermnetnz.org/topics/miliaria/
Diakses pada 1 Mei 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/heat_rash/article.htm#who_is_at_risk_for_heat_rash
Diakses pada 1 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/181512.php
Diakses pada 1 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed