Hindari Drama, Ini 7 Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel

(0)
13 Oct 2020|Azelia Trifiana
Menyapih anak harus dilakukan secara perlahanMenyapih anak jangan terburu-buru
Menyapih atau weaning adalah fase alami yang akan dihadapi anak ketika siap berkenalan dengan makanan padat, bukan hanya ASI atau susu formula saja. Menyapih juga berarti fase ketika anak tak lagi menyusu langsung pada ibunya. Cara menyapih anak agar tidak rewel harus dilakukan secara bertahap.Ada banyak emosi yang terlibat ketika memasuki tahap ini. Mulai dari antusiasme memperkenalkan hal baru pada si kecil hingga sedih karena anak tak lagi hanya menyusu pada ibunya.

Cara menyapih anak agar tidak rewel

MPASI
Tak perlu buru-buru memaksa anak agar bisa memakan MPASI
Transisi perkenalan dengan fase mulai makan seharusnya berlangsung menyenangkan. Di tahap ini, si kecil semakin antusias mengenal hal-hal baru seiring dengan bertambahnya usia mereka.Menyapih tak hanya soal memperkenalkan makanan padat di usia sekitar 6 bulan. Berhenti menyusui langsung ketika anak dirasa cukup umur – sekitar 2 tahun atau sebelumnya – juga merupakan tahap menyapih.Beberapa cara menyapih anak agar tidak rewel di antaranya:

1. Lakukan secara bertahap

Cara menyapih anak agar tidak rewel juga bisa dilakukan dengan memperkenalkannya secara bertahap. Tak perlu mengubah drastis secara signifikan karena akan membuat anak bingung. Atur perkenalan ini semulus mungkin tanpa perlu terburu-buru.Berapa lama anak bisa sukses disapih adalah pilihan ibu dan anak, tak harus disamakan dengan anak lain. Jika menyapih anak berhenti menyusu langsung dari ibu perlu waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, bukan masalah.

2. Tetap bangun ikatan

Menyapih bukan hanya memperkenalkan makanan padat, tapi juga bisa berupa fase berhenti menyusui langsung atau direct breastfeeding pada ibu. Ketika hal ini terjadi, tetap bangun ikatan dengan cara menggendong atau berinteraksi dekat meskipun ASI atau susu formula diberikan dengan media lain.

3. Minta bantuan orang lain

Jangan segan meminta bantuan orang lain di rumah untuk membantu memberikan makanan, ASI perah, atau susu formula kepada si kecil. Hal ini bisa dimulai secara perlahan sebelum terbangun pola yang lebih teratur.

4. Pilih media pemberian susu/ASI

Ada banyak media alternatif pemberian susu atau ASI perah ketika menyapih dilakukan sebelum 2 tahun. Bisa dengan botol susu, gelas, sendok, cup feeder, dan banyak lagi. Temukan mana media yang paling sesuai. Tentunya, setiap pilihan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.Namun jika anak disapih ketika sudah cukup usia sekitar 2 tahun, pilihannya lebih banyak lagi. Ada yang memilih mengonsumsi susu formula, susu UHT, atau tidak mengonsumsi susu lagi. Pilihan apapun bergantung pada preferensi orangtua.

5. Kenali tanda kesiapan anak

Memasuki usia 6 bulan maupun bagi anak yang menjalani MPASI dini, akan ada tanda-tanda kesiapan yang muncul. Mulai dari tampak lebih lapar dari biasanya, bisa duduk tanpa bantuan, serta tertarik ketika orang lain di sekitarnya sedang makan.Selain itu, respons anak ketika ada makanan di dekatnya juga bisa menjadi indikator. Anak akan belajar mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya tanpa refleks mendorongnya keluar dengan lidah. Tak hanya itu, anak juga akan menyambut makanan yang masuk dengan membuka mulut.

6. Tak usah pasang target

Menyapih anak bukanlah perlombaan, jadi tak perlu memasang target. Anak sedang belajar aktivitas baru yang disebut “makan”, bukan diwajibkan mengonsumsi sejumlah makanan dengan takaran tertentu. Tak ada kewajiban untuk harus selalu menghabiskan makanan di piring mereka.Memasang target berlebihan hanya akan membuat orangtua mudah stres bahkan dapat memaksa anak mereka. Ini berpotensi membuat pengalaman makan menjadi traumatis.

7. Afirmasi kepada anak

Setiap perubahan apapun hingga yang terkecil harus melewati afirmasi kepada si kecil. Ini bisa dilakukan dengan mengulang kalimat tentang menyapih secara berulang, sejak jauh-jauh hari. Dengan demikian, anak mulai memahami perubahan apa yang akan mereka hadapi.Tak hanya saat terjaga, memberikan afirmasi juga bisa dilakukan ketika anak mulai terlelap. Memasuki fase deep sleep, sampaikan hipnoterapi apa yang akan dilakukan terkait menyapih sehingga mereka bisa lebih memahami.Beberapa cara menyapih anak agar tidak rewel ini bisa menjadi kunci mulusnya adaptasi. Perubahan dari menyusu selama 2 tahun hingga berhenti atau mulai mengenal makanan adalah hal besar bagi dunia si kecil. Pastikan proses ini berlangsung dengan nyaman dan positif.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang perubahan fase si kecil di tiap jenjang usia mereka, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/weaning
Diakses pada 27 September 2020
Caring for Kids. https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/weaning_breastfeeding
Diakses pada 27 September 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/breastfeeding/weaning/your-age-by-age-guide-to-weaning/
Diakses pada 28 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait