Hindari Infeksi Cacing Pita pada Sapi dengan Pengolahan Daging yang Benar!

08 Agt 2019 | Oleh
Larva cacing pita pada sapi bisa menetas di usus sapi sebelum berpindah ke jaringan otot sapi dan menetap di sana selama bertahun-tahun.
Cacing pita pada sapi bisa berkembang biak pada jaringan otot sapi selama bertahun-tahun.

Kasus cacing pita mencuat sejak ditemukannya parasit cacing pita dalam ikan mentah yang menjadi bahan dasar sashimi atau sushi. Namun, tahukah Anda kalau cacing pita tidak hanya terdapat pada ikan saja?

Selain pada ikan, cacing pita ternyata juga bisa ditemukan pada daging sapi. Keduanya mengakibatkan tapeworm infection. Namun, apakah keduanya adalah cacing pita yang sama? Atau cacing pita pada sapi adalah cacing pita yang berbeda?

[[artikel-terkait]]

Cara memproses daging agar terhindar dari infeksi cacing pita pada sapi

Selain menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan mencuci tangan dan bahan makanan yang ingin dikonsumsi, penting bagi Anda untuk mengetahui cara memproses daging sapi yang benar.

  • Sebelum memasak daging sapi, bekukan daging sapi hingga -20 derajat Celcius selama tujuh hari. Suhu untuk memasak daging sapi berbeda-beda dan tergantung pada jenis daging sapi yang dimasak.
  • Daging sapi yang sudah dicincang perlu dimasak sampai setidaknya 71 derajat Celcius, sementara daging sapi yang berbentuk potongan perlu dimasak sampai setidaknya 63 derajat Celcius.
  • Daging sapi harus dimasak sampai tidak berwarna merah muda dan sampai cairan keluar dari dagingnya. Cara menangani daging sapi yang tepat akan mencegah tapeworm infection oleh cacing pita pada sapi.

Kasus tapeworm infection akibat cacing pita pada sapi

Kasus menggemparkan muncul di Cina mengenai seorang pria yang terinfeksi cacing pita karena kegemarannya dalam mengonsumsi daging sapi mentah. Diperkirakan bahwa cacing pita tersebut sudah berada dalam usus kecilnya selama kurang lebih dua tahun.

Pria berusia 35 tahun tersebut mengunjungi dokter pada tahun 2015 dengan keluhan muntah, kurang nafsu makan, merasa lemas, penurunan berat badan, dan perut yang terasa sakit. Tidak hanya itu, pria tersebut juga membawa potongan cacing pita yang ditemukan dari tinjanya.

Dokter akhirnya mendiagnosis pria tersebut terinfeksi dengan cacing pita pada sapi atau Taenia saginata. Setelah diberikan obat, cacing pita berukuran enam meter yang menginfeksinya keluar setelah 2,5 jam.

Bagaimana seseorang bisa terinfeksi cacing pita pada sapi?

Konsumsi daging sapi yang mentah atau belum dimasak yang terkontaminasi dengan telur atau larva T.saginata adalah pelaku tapeworm infection akibat cacing pita pada sapi.

Cacing pita bisa masuk ke tubuh sapi saat sapi mengonsumsi rumput atau makanan sapi yang terkontaminasi dengan telur atau larva cacing pita. Setelahnya telur cacing pita akan menetas di usus sapi.

Dari usus, cacing pita akan berpindah ke bagian jaringan otot sapi dan menetap di sana selama bertahun-tahun sampai akhirnya secara tidak sengaja dikonsumsi oleh manusia. Cacing pita pada sapi yang ditelan oleh manusia akan tinggal di usus manusia. Sapi itu sendiri tidak mengalami gejala sakit akibat infeksi cacing ini.

Diperlukan setidaknya dua bulan bagi cacing pita yang masih muda untuk berkembang menjadi cacing pita dewasa di usus manusia.

Kenali parasit cacing pita pada sapi!

Cacing pita pada sapi dan ikan adalah jenis cacing pita yang berbeda. Jenis cacing pita yang terdapat dalam ikan adalah jenis cacing pita Diphyllobothrium latum, sedangkan jenis cacing pita pada sapi adalah Taenia saginata.

Cacing pita pada sapi bisa menginfeksi manusia dan mengakibatkan tapeworm infection. Infeksi cacing pita pada orang dewasa umumnya tidak menunjukkan gejala yang jelas.

Namun, beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita adalah diare, rasa tidak nyaman di perut, dan rasa sakit pada bagian atas perut. Secara garis besar, proses penularan cacing pita pada sapi kurang lebih sama dengan proses penularan cacing pita pada babi.

Serupa dengan perbedaan cacing pita pada sapi dan ikan, cacing pita pada babi disebabkan oleh jenis cacing pita yang berbeda dengan cacing pita pada sapi. Jenis cacing pita pada babi adalah Taenia solium.

Penanganan infeksi cacing pita pada sapi

Biasanya, penderita infeksi cacing pita pada sapi tidak memerlukan penanganan karena cacing pita dapat keluar dengan sendirinya dari tubuh penderita. Namun, dokter akan memberikan medikasi tertentu jika infeksi cacing pita pada sapi mengakibatkan gejala pada pencernaan.

Obat untuk infeksi pencernaan akibat cacing pita pada sapi yang umumnya diberikan oleh dokter adalah antiparasit berupa albendazole, praziquantel, dan nitazoxanide. Pada kasus tertentu, dokter akan menyarankan terapi atau penanganan tertentu, berupa:

  • Terapi antiradang
  • Bedah
  • Pemasangan selang untuk mengeluarkan cairan di otak akibat infeksi cacing pita pada sapi di otak.
  • Terapi antikejang.

Bila Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya setelah mengonsumsi daging sapi, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan diberikan penanganan yang tepat. 

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-tapeworms
Diakses pada 11 Juni 2019

Indonesian Medical Laboratory. https://medlab.id/taenia-saginata/
Diakses pada 11 Juni 2019

Livescience. https://www.livescience.com/53442-20-foot-tapeworm-from-raw-meat.html
Diakses pada 11 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tapeworm/diagnosis-treatment/drc-20378178
Diakses pada 17 Juli 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/tapeworms-causes-and-risk-factors-4161220
Diakses pada 11 Juni 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top