logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Dampak Buruk Berdebat di Media Sosial untuk Kesehatan

open-summary

Sadarkah Anda, berdebat di media sosial ternyata berpotensi mengganggu kesehatan mental hingga keinginan bunuh diri? Oleh karena itu, manfaatkanlah medsos sebijak mungkin.


close-summary

3.5

(4)

31 Mei 2019

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Perdebatan di dunia maya, bisa memengaruhi kesehatan Anda di dunia nyata.

Hati-hati, terlalu sering berdebat di medsos, bisa membuat Anda alami gangguan kesehatan mental.

Table of Content

  • Berdebat online sebagai dampak buruk media sosial
  • Batasi berdebat di media sosial, ini caranya

Perdebatan yang terjadi antara satu pengguna dengan pengguna yang lain, seolah telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari media sosial. Sebagai salah satu penggunanya, Anda pun mungkin pernah melakukannya.

Advertisement

Tapi tahukah Anda, berdebat di dunia maya menyumbangkan peran sebagai dampak negatif media sosial, karena dapat mengganggu kesehatan mental? Jadi, gunakanlah media sosial secara bijak dan hindarkan diri Anda dari akibat berikut ini.

Baca Juga

  • Maladaptive Daydreaming, Ketika Seseorang Kecanduan Melamun
  • Mythomania, Kebiasaan Suka Berbohong yang Kronis
  • 10 Jurus Jitu Menghadapi Mertua Ikut Campur Urusan Rumah Tangga

Berdebat online sebagai dampak buruk media sosial

Berbagai hal dapat menjadi alasan seseorang mulai berdebat di media sosial. Rasa kebebasan yang didapatkan dan kekuatan menjadi seorang anonim, membangun sebuah identitas di dunia maya, hingga sebatas rasa bosan, menjadikan perdebatan di sosial media seolah menarik untuk dicoba.

Namun, perdebatan yang Anda jalani, meski di dunia maya, dapat memengaruhi kesehatan mental di dunia nyata. Sebagian besar orang yang pernah berdebat di media sosial, menyebut frustrasi sebagai reaksi emosional yang paling banyak dirasakan.

Sementara itu, pengguna lainnya menyebut perasaan sedih sebagai reaksi yang muncul, ketika lawan bicara di media sosial, menyalahartikan tulisan mereka. Reaksi emosional lain yang juga kerap muncul saat berdebat di media sosial adalah marah.

Hanya sebagian kecil dari orang yang pernah berdebat di media sosial, menyebutkan rasa bangga dan senang. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perdebatan di dunia maya bukanlah sesuatu yang menyenangkan, maupun baik untuk dilakukan.

Berdebat di media sosial juga berpotensi memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental, berupa:

  • Stres
  • Depresi
  • Gangguan kecemasan
  • Keinginan bunuh diri
  • Kambuhnya kondisi kesehatan mental yang telah dialami sebelumnya

Batasi berdebat di media sosial, ini caranya

Tidak semua orang yang Anda temui di media sosial memiliki kepribadian maupun tujuan yang serupa dengan Anda. Tidak jarang, kemampuan anonim yang bisa didapatkan di Internet, menjadi tameng bagi orang-orang tertentu untuk mengeluarkan pendapat yang tidak pada tempatnya, serta memancing argumen yang tidak berkesudahan.

Orang-orang tersebut dikenal dengan istilah trolls. Strategi terbaik untuk menghadapinya adalah dengan tidak menghiraukannya. Trolls menciptakan suatu perdebatan atau argumen, bukan dengan tujuan mencapai mufakat. Justru, perilaku tersebut muncul karena orang tersebut merasa bahwa pendapat merekalah yang paling benar dan tidak bisa dibantah.

Metode sederhana lain yang dapat Anda lakukan dalam menghadapi perilaku tersebut adalah dengan mengajukan pertanyaan yang mengandung kritik. Beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan di antaranya:

  • “Bisa berikan alasan kenapa Anda percaya dengan hal tersebut?”
  • “Bagaimana menurut pendapat ahli yang lain?”
  • “Apakah menurut Anda pendapat tersebut dapat mewakili orang banyak?”

Satu hal yang perlu diingat, perlakukan lawan bicara di dunia maya sama seperti memperlakukan kerabat di dunia nyata. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, maka jalan terbaik adalah untuk tidak menghiraukannya.

Dampak negatif media sosial telah banyak menyerang penggunanya. Demi menjaga kesehatan mental, sebaiknya Anda mulai mengurangi frekuensi berselancar di dunia maya dan lebih bijak dalam menghadapi ajakan untuk berdebat di media sosial.

Advertisement

depresigangguan mentalkesehatan mentalstresmedia sosialmedsos

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved