Perdebatan di dunia maya, bisa memengaruhi kesehatan Anda di dunia nyata.
Hati-hati, terlalu sering berdebat di medsos, bisa membuat Anda alami gangguan kesehatan mental.

Perdebatan yang terjadi antara satu pengguna dengan pengguna yang lain, seolah telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari media sosial. Sebagai salah satu penggunanya, Anda pun mungkin pernah melakukannya.

Tapi tahukah Anda, berdebat di dunia maya menyumbangkan peran sebagai dampak negatif media sosial, karena dapat mengganggu kesehatan mental? Jadi, gunakanlah media sosial secara bijak dan hindarkan diri Anda dari akibat berikut ini.

[[artikel-terkait]]

Berdebat online sebagai dampak buruk media sosial

Berbagai hal dapat menjadi alasan seseorang mulai berdebat di media sosial. Rasa kebebasan yang didapatkan dan kekuatan menjadi seorang anonim, membangun sebuah identitas di dunia maya, hingga sebatas rasa bosan, menjadikan perdebatan di sosial media seolah menarik untuk dicoba.

Namun, perdebatan yang Anda jalani, meski di dunia maya, dapat memengaruhi kesehatan mental di dunia nyata. Sebagian besar orang yang pernah berdebat di media sosial, menyebut frustrasi sebagai reaksi emosional yang paling banyak dirasakan.

Sementara itu, pengguna lainnya menyebut perasaan sedih sebagai reaksi yang muncul, ketika lawan bicara di media sosial, menyalahartikan tulisan mereka. Reaksi emosional lain yang juga kerap muncul saat berdebat di media sosial adalah marah.

Hanya sebagian kecil dari orang yang pernah berdebat di media sosial, menyebutkan rasa bangga dan senang. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perdebatan di dunia maya bukanlah sesuatu yang menyenangkan, maupun baik untuk dilakukan.

Berdebat di media sosial juga berpotensi memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental, berupa:

Batasi berdebat di media sosial, ini caranya

Tidak semua orang yang Anda temui di media sosial memiliki kepribadian maupun tujuan yang serupa dengan Anda. Tidak jarang, kemampuan anonim yang bisa didapatkan di Internet, menjadi tameng bagi orang-orang tertentu untuk mengeluarkan pendapat yang tidak pada tempatnya, serta memancing argumen yang tidak berkesudahan.

Orang-orang tersebut dikenal dengan istilah trolls. Strategi terbaik untuk menghadapinya adalah dengan tidak menghiraukannya. Trolls menciptakan suatu perdebatan atau argumen, bukan dengan tujuan mencapai mufakat. Justru, perilaku tersebut muncul karena orang tersebut merasa bahwa pendapat merekalah yang paling benar dan tidak bisa dibantah.

Metode sederhana lain yang dapat Anda lakukan dalam menghadapi perilaku tersebut adalah dengan mengajukan pertanyaan yang mengandung kritik. Beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan di antaranya:

  • “Bisa berikan alasan kenapa Anda percaya dengan hal tersebut?”
  • “Bagaimana menurut pendapat ahli yang lain?”
  • “Apakah menurut Anda pendapat tersebut dapat mewakili orang banyak?”

Satu hal yang perlu diingat, perlakukan lawan bicara di dunia maya sama seperti memperlakukan kerabat di dunia nyata. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, maka jalan terbaik adalah untuk tidak menghiraukannya.

Dampak negatif media sosial telah banyak menyerang penggunanya. Demi menjaga kesehatan mental, sebaiknya Anda mulai mengurangi frekuensi berselancar di dunia maya dan lebih bijak dalam menghadapi ajakan untuk berdebat di media sosial.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/significant-results/201408/what-you-should-know-about-online-arguments
Diakses pada 6 Februari 2019

New Statesman America. https://www.newstatesman.com/culture/observations/2016/10/arguing-online-actually-good-your-mental-health
Diakses pada 6 Februari 2019

 

Reviewed by dr. Reni

Artikel Terkait

Banner Telemed