7 Cara Mudah untuk Menghilangkan Keputihan Bau Amis

23 Mei 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Bawang putih dan tea trea oil diyakini dapat mengatasi infeksi bakteri vagina
Keputihan bau amis akibat vaginosis bakteri bisa dicegah cara mudah, misalnya dengan mengonsumsi bawang putih.

Keputihan termasuk hal yang normal dialami oleh perempuan. Namun, ada beberapa kondisi keputihan yang sebaiknya diwaspadai. Salah satunya adalah keputihan bau amis.

Cairan atau lendir dari vagina sejatinya berfungsi untuk menjaga vagina agar tetap bersih dan lembap. Pasalnya, cairan ini akan mengangkut bakteri maupun sel-sel mati keluar dari organ intim wanita.

[[artikel-terkait]]

Pada kondisi normal, cairan vagina berwarna bening atau putih susu, tidak berbau tajam atau tidak sedap, memiliki konsitensi kental dan lengket, serta terasa licin dan basah.

Jumlah keputihan pun bisa beragam, tergantung kondisi tubuh Anda, mulai dari kehamilan, hubungan seks, hingga penggunaan alat kontrasepsi. Kalau begitu, kapan seseorang wanita dikatakan mengalami keputihan yang tidak normal?

Gejala keputihan bau amis dan penyebabnya

Ketika cairan vagina mengalami perubahan konsistensi, warna, dan bau, itu bisa menjadi pertanda ada yang tidak normal dalam tubuh Anda. Masalah utama pada keputihan abnormal umumnya adalah infeksi bakteri. Vaginosis bakteri (VB) dan trichomoniasis termasuk contohnya.

Ketika bakteri pada vagina berkembang biak secara berlebihan, VB bisa terjadi dan memicu abnormalitas pada lendir vagina. Secara keputihan berbau amis, vaginosis bakteri akan menyebabkan lendir berwarna putih susu, abu-abu hingga kehijauan, gatal pada vagina, serta rasa panas seperti terbakar saat buang air kecil.

Sementara itu, trichomoniasis biasanya akan ditandai oleh keputihan dengan bau amis yang menyengat dan konsistensi yang kental, cair atau berbuih, dan berwarna kuning kehijauan. Penyakit menular seksual ini juga bisa memicu gatal dan pembengkakan pada vagina, serta muncul rasa nyeri saat berhubungan intim dan buang air kecil.

Lakukan ini untuk atasi keputihan bau amis

Jika ada keputihan yang tidak normal, seperti munculnya bau amis, Anda sebaiknya memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter. Langkah ini akan membantu Anda untuk mendeteksi penyebabnya, sehingga pengobatan bisa dilakukan dengan tepat.

Keputihan berbau amis akibat vaginosis bakteri dan trichomoniasis hanya bisa diatasi dengan cara mengonsumsi obat antibiotik. Oleh karena itu, Anda harus ke dokter untuk mendapatkan obat tersebut.

Dokter akan memberikan jenis dan dosis antibiotik sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan yang Anda alami. Pastikan Anda mematuhi anjuran dokter mengenai takaran dan durasi konsumsinya.

Jangan berhenti minum obat antibiotik tanpa anjuran dokter meski kondisi Anda sudah terasa membaik. Hal ini bisa menyebabkan kekambuhan serta resistansi bakteri terhadap obat.

Tips menghilangkan keputihan bau amis

Dalam kondisi normal, Anda sebetulnya cukup menjaga kebersihan area organ intim guna mencegah munculnya infeksi bakteri di balik keputihan abnormal. Mulai dari membasuh vagina dengan lembut setiap Anda mandi atau menyekanya sehabis buang air kecil.

Namun, ingatlah untuk memilih produk pembersih dengan kandungan kimia yang ringan dan tanpa parfum. Jangan pernah menggunakan produk yang wangi sekalipun ada klaim bahwa produk tersebut dibuat khusus untuk perawatan area kewanitaan. Pasalnya, kandungan parfum berpotensi memicu iritasi pada vagina.

Anda juga bisa melakukan langkah-langkah mudah berikut ini di rumah untuk mempercepat kesembuhan sekaligus menghindari infeksi pada vagina:

1. Konsumsi makanan probiotik

Makanan probiotik bisa membantu tubuh untuk menyeimbangkan jumlah bakteri baik dan jahat dalam tubuh, termasuk di organ intim. Anda dapat mendapatkannya secara rutin, seperti yogurt, tempe, kimchi, maupun miso, atau mengonsumsinya dalam bentuk suplemen. 

2. Makan bawang putih

Konsumsi bawang putih sudah terbukti membunuh bakteri jahat dalam sebuah penelitian. Namun penggunaanya bukan digosok ke vagina, melainkan dikonsumsi dalam bentuk bawang putih asli maupun suplemennya.

3. Gunakan Tea tree oil

Dengan kandungan antibakteri dan antijamur di dalamnya, tea tree oil termasuk salah satu minyak yang dianjurkan sebagai pengobatan infeksi vagina. Dalam penggunaannya, minyak ini perlu dicampur dengan minyak zaitun, minyak almond, atau minyak kelapa terlebih dulu.

Hanya saja, Anda harus memastikan bahwa Anda tidak alergi terhadap tea tree oil maupun minyak lain yang menjadi campurannya. Bagaimana caranya?

Anda bisa meneteskan sedikit minyak ke punggung tangan Anda. Bila tidak ada reaksi apapun selama 24-48 jam, berarti Anda tidak memiliki alergi dan aman menggunakan minyak tersebut.

4. Memakai celana dalam katun

Bahan katun memiliki sifat menyerap keringat, namun tidak pengap. Karena itu, celana dalam berbahan katun dapat menghindarkan vagina dari kondisi lembap. Hindari juga memakai celana dalam yang terlalu ketat.

5. Jangan mencuci vagina dengan cara douching

Douching adalah salah satu cara membasuh vagina dengan alat khusus bernama dauche, dan umumnya menggunakan campuran air dan cuka. Padahal, cara ini justru bisa melukai vagina dan menghilangkan bakteri baik.

6. Setialah pada pasangan Anda

Gonta-ganti pasangan dapat mempertinggi risiko infeksi pada organ intim Anda. Jadi, setialah pada pasangan Anda. Bila Anda memiliki lebih dari satu pasangan, selalu gunakan alat pengaman seperti kondom ketika berhubungan seks.

7. Menyeka vagina dengan cara yang benar

Cara menyeka vagina yang benar adalah dari depan ke belakang, yaitu dari vagina ke arah anus dan bukan sebaliknya. Dengan cara ini, Anda akan terhindar dari terjadinya kontaminasi feses dari anus ke dalam vagina.

Jika keputihan bau amis terus ada dan tidak kunjung sembuh meski telah melakukan perawatan sendiri di rumah, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Jangan sampai infeksi vagina mengganggu kenyamanan dan aktivitas Anda.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-forbacteri-vaginosis#garlic
Diakses pada 14 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/vagina-smells#1
Diakses pada 14 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
Diakses pada 14 Mei 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top