Tips Mengikis Kesepian Saat Hidup Sendiri di Tengah Pandemi Corona

Hidup sendiri di tengah wabah virus corona mungkin akan menimbulkan kesepian kronis bagi beberapa orang
Bagi orang yang hidup sendiri, berdiam diri di rumah sepanjang hari mungkin akan menimbulkan rasa sepi

Pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk berdiam diri di rumah. Hal ini pun menimbulkan masalah baru bagi banyak orang, yakni kesepian yang berpotensi kronis. Kesepian akan bisa dirasakan oleh semua orang, terutama orang yang hidup sendiri.

Bukan rahasia lagi, Jakarta (atau pulau Jawa secara umum) merupakan episentrum Covid-19 di Indonesia sekaligus menjadi tempat berkumpulnya para perantau. Banyak di antaranya mungkin hidup sendiri dan harus berdiam diri di rumah. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengikis rasa sepi?

Tips mengatasi kesepian saat hidup sendiri di tengah pandemi corona

Di tengah ketidakpastian kapan pandemi corona akan berakhir, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika hidup sendiri di tengah pandemi corona. Tips berikut ini tentunya tak hanya untuk perantau saja, namun juga berlaku bagi banyak orang yang merasakan kesepian di rumah:

1. Kabari keluarga di kampung halaman setiap hari

Dengan kemajuan teknologi, ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar senantiasa terhubung dengan keluarga di kampung halaman. Berikan kabar bagaimana Anda menjalani hari selama masa-masa sulit di rumah, apartemen, atau indekos. Kabar tersebut bisa mengenai hal-hal yang sederhana, seperti memamerkan makanan yang Anda masak atau yang Anda pesan dari ojek online.

Aplikasi video call pun bisa Anda gunakan untuk berbicara dengan orangtua dan keluarga di berbagai kesempatan. Entah saat Anda makan, saat masak, atau hendak tidur, memberi kabar diharapkan membantu kita memahami bahwa kita tak sendirian di masa sulit ini.

2. Saling memberi kabar dengan teman-teman dekat

Selain keluarga, usahakan agar Anda mengecek kabar teman-teman terdekat dengan rutin. Beberapa teman mungkin juga hidup sendiri dan mungkin pula membutuhkan perhatian dari orang lain. Manfaatkan aplikasi chat, video call, dan media sosial dengan bijak untuk mengikis rasa sepi.

Video call
Usahakan untuk terus berkomunikasi dengan sahabat-sahabat Anda

Utarakan pula rasa cemas Anda pada teman yang bisa dipercaya. Mencari teman bicara akan bisa membuang beban pikiran dibandingkan jika hanya dipendam sendiri.

3. Setia pada rutinitas di rumah

Buat komitmen untuk tetap menjalankan rutinitas di rumah. Menyelesaikan pekerjaan membantu kita untuk merasa bahwa hari yang dijalankan tetaplah normal. Komunikasikan pula dengan baik bersama kolega dan superior Anda, apabila ada hal yang mengganggu produktivitas selama di rumah atau indekos.

4. Lakukan aktivitas yang membuat pikiran tenang

Mencari cara agar diri tetap nyaman selama di rumah bisa membantu memperbaiki kondisi mental. Ada beberapa ide yang bisa dilakukan, misalnya:

  • Mandi air hangat sesekali untuk merilekskan pikiran
  • Mencoba resep makanan yang sehat
  • Menjadwalkan menonton series atau film setelah bekerja
  • Menyelesaikan membaca buku yang sudah dibeli namun belum terbaca
  • Minum secangkir teh herbal, seperti teh chamomile yang bisa dipesan online
  • Mencoba lilin aromaterapi untuk di kamar, karena Anda akan lebih sering untuk berdiam diri di rumah
  • Mencoba mempraktikkan tips dari Marie Kondo untuk menyeleksi barang-barang
  • Menjaga kenyamanan tempat tidur agar bisa terlelap dengan pulas
  • Mengurangi frekuensi untuk membaca berita
  • Kembali menulis di blog
  • Membagikan resep dengan orang lain di media sosial
baca buku
Selesaikan buku yang Anda beli untuk dibaca selama di rumah

5. Usahakan agar tetap fit dan sehat di rumah

Banyak pilihan olahraga di rumah agar kita tetap sehat dan fit. Lakukan olahraga tanpa alat, seperti squat atau push up. Saat ini, ada pula layanan zumba yang bisa dilakukan melalui aplikasi video call. Pilih kegiatan yang mungkin menyenangkan diri, membuat tubuh sehat, dan membantu membuang stres.

6. Cukupkan kebutuhan tidur

Tidur yang cukup tak hanya membantu imun tetap sehat. Pikiran dan mental pun akan terjaga dengan baik apabila Anda beristirahat sesuai dengan kebutuhan diri. Usahakan agar waktu tidur dan bangun Anda tetap sama untuk menghindari risiko kurang tidur atau kebanyakan tidur.

7. Pertimbangkan untuk konsultasi psikologi online

Apabila kesepian masih menghinggapi diri Anda, pertimbangkanlah untuk melakukan konsultasi dan berbicara online dengan psikolog. Ada banyak layanan konsultasi psikologis online yang bisa Anda coba dari rumah. Fitur Chat Dokter di SehatQ juga bisa membantu Anda jika hal-hal medis yang mengganggu pikiran.

banner corona

Pertimbangan untuk membatalkan rencana mudik

Membatalkan mudik memang akan sangat berat bagi banyak orang, karena kita sudah membayangkan kumpul dengan keluarga di bulan puasa dan Idul Fitri. Namun, membatalkan perjalanan apa pun saat ini menjadi langkah terbaik untuk memutus rantai penularan.

Ada beberapa alasan yang membuat batal mudik menjadi langkah terbaik untuk kepentingan bersama. Pertama, batal mudik berarti menurunkan risiko Anda terpapar dari virus SARS-CoV-2. Perjalanan mudik akan memaksa Anda untuk melakukan kontak dengan orang banyak. Bukan tak mungkin beberapa dari mereka sudah terinfeksi virus tersebut.

Kedua, ada banyak silent spreader yang berisiko melakukan kontak dengan Anda. Silent spreader merupakan orang yang membawa virus namun tak menunjukkan gejala. Jenis transportasi apa pun yang digunakan untuk mudik berisiko membuat jarak aman Anda dan orang lain menjadi dekat, termasuk dengan silent spreader tersebut.

Ketiga, membatalkan perjalanan mudik menjadi cara untuk melindungi keluarga di kampung halaman. Orangtua yang berusia lanjut, terlebih yang memiliki penyakit kronis, cenderung lebih rentan untuk mengalami komplikasi akibat infeksi Covid-19.

Hal ini memang berat. Namun percayalah, batal mudik bisa dilakukan demi kepentingan bersama.

Catatan dari SehatQ

Bagi beberapa orang, hidup sendiri di tengah pandemi corona tidaklah mudah. Pertimbangkan jika Anda membutuhkan konsultasi online apabila rasa sepi dan kecemasan Anda tak kunjung pulih. Yang terpenting, usahakan diri Anda untuk selalu terhubung dengan orangtua, keluarga, dan teman dekat.

CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/older-adults.html
Diakses pada 2 April 2020

National Health Service United Kingdom. https://www.nhs.uk/oneyou/every-mind-matters/coronavirus-covid-19-staying-at-home-tips
Diakses pada 2 April 2020

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-to-cope-with-loneliness-during-coronavirus-4799661
Diakses pada 2 April 2020

Web MD. https://blogs.webmd.com/webmd-doctors/20200319/what-is-a-silent-spreader
Diakses pada 2 April 2020

Artikel Terkait