Efek Negatif Terlalu Lama Hidup Sendiri yang Harus Anda Waspadai


Hidup sendiri rentan membuat seseorang menjadi stres karena seakan-akan terasing dari dunia luar. Namun ternyata, tetap ada sederet aktivitas menyenangkan untuk menghibur diri.

0,0
10 Jan 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hidup sendiri rentan memicu peningkatan stresHati-hati, hidup sendiri dapat membuat Anda semakin stres
Kebijakan kerja dari rumah alias working from home selama pandemi Covid-19 membuat sebagian orang bersyukur karena bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Sebaliknya, bagi orang yang hidup sendiri, tidak bisa kerja di kantor justru sangat rentan membuat stres dan depresi karena kesepian.Kesepian bukan hanya disebabkan oleh faktor fisik seseorang yang sedang tidak bisa terhubung dengan orang lain, melainkan lebih pada pola pikir atau kondisi mental yang merasa terdiskoneksi. Orang yang kesepian merasa kosong, sendiri, dan tidak diinginkan oleh orang lain, padahal faktanya belum tentu demikian.Jika Anda sedang hidup sendiri dan merasa kesepian, cobalah untuk melakukan kontak dengan orang lain dengan bantuan teknologi karena kontak tidak harus berbentuk fisik. Jika rasa kesepian tidak juga tertolong, mintalah bantuan psikolog agar kesehatan mental Anda tidak semakin buruk selama pandemi Covid-19 ini.

Apa saja dampak kesepian saat hidup sendiri?

Penyalahgunaan alkohol harus diwaspadai ketika hidup sendiri
Menurut penelitian, merasa kesepian saat hidup sendiri sangat rentan membuat Anda merasa tidak percaya diri, stres, depresi, hingga berpikir untuk mengakhiri hidup. Dampak ini mungkin berbeda-beda berdasarkan tingkat rasa kesepian yang dirasakan oleh masing-masing individu.Bila dilihat lebih luas lagi, kesepian juga bisa memunculkan efek negatif, seperti:
  • Penyalahgunaan alkohol dan narkoba
  • Perilaku antisosial
  • Penurunan kemampuan otak untuk mengingat dan mempelajari hal-hal baru
  • Peningkatan risiko terkena serangan jantung dan stroke
  • Peningkatan level stres
  • Tidak bisa memutuskan sesuatu dengan tepat
  • Depresi hingga ingin bunuh diri
  • Kelainan fungsi otak
  • Penyakit Alzheimer
Dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang yang kesepian akibat terlalu lama hidup sendiri cenderung menjalani pola hidup tidak sehat. Mereka lebih jarang berolahraga dibanding orang yang tidak merasa kesepian serta sering mengonsumsi makanan tinggi lemak.Orang seperti ini juga sering mengeluhkan rasa lelah berlebihan di siang hari. Terakhir, metabolisme tubuh akan terganggu sehingga Anda akan lebih rentan mengalami gejala penuaan dini.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengusir rasa sepi saat hidup sendiri?

Menonton film bersama bisa usir kesepian
Kendati harus terus menjaga jarak selama pandemi Covid-19 belum usai, bukan berarti Anda tidak bisa terhubung dengan teman-teman atau keluarga. Anda bisa tetap melakukan kontak jarak jauh dengan cara sebagai berikut ini.

1. Memanfaatkan teknologi terkini

Zoom, WhatsApp video call, Skype, Facebook Messenger, dan berbagai aplikasi lain dapat Anda gunakan untuk tetap menjalin kontak jarak jauh dengan orang-orang terkasih saat merasa kesepian.

2. Manfaatkan teknologi konvensional

Tidak suka menggunakan aplikasi? Anda tetap dapat memanfaatkan teknologi yang lebih konvensional, seperti telepon, SMS, surat elektronik, dan lain-lain.

3. Streaming film bersama

Anda bisa menciptakan kesan seolah sedang menonton layar lebar sambil makan popcorn atau camilan lain yang biasa jadi kudapan di bioskop.

4. Curhat kepada orangtua atau pasangan

Jangan hanya menanyakan kabar, karena sebenarnya Anda bisa memperdalam hubungan dengan orang terkasih sekaligus melepas beban mental yang mengganjal di hati.

5. Memperluas pertemanan

Bergabunglah dengan komunitas online untuk mengusir rasa sepi saat Anda hidup sendiri. Pilih komunitas sesuai hobi atau kegiatan yang membuat bahagia.

6. Menjalin hubungan dengan orang yang juga hidup sendiri

Jika tinggal di apartemen atau kos-kosan, tetangga-tetangga Anda mungkin juga hidup sendiri dan merasakan kesepian yang sama. Saatnya menyapa mereka dan menjalin hubungan baik dengan rekan terdekat saat ini.Selain itu, Anda juga bisa melakukan kegiatan lain yang tidak mengharuskan berkomunikasi dengan orang lain. Anda bisa mengikuti kelas online untuk menambah skill, berolahraga lewat video tutorial di YouTube, mencoba resep masakan di Cookpad, dan lain-lain.

Catatan dari SehatQ

Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional, seperti psikolog maupun psikiater, bila merasa depresi dan terpikir untuk melakukan bunuh diri. Selama masa pandemi, banyak juga psikolog yang menyediakan jasa konsultasi online. Namun, Anda tetap bisa mengunjungi klinik praktik dengan membuat perjanjian terlebih dahulu.Anda juga dapat berkonsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalcoronavirus
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/mental-disorders-more-common-in-people-who-live-alone
Diakses pada 27 Desember 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/loneliness-causes-effects-and-treatments-2795749
Diakses pada 27 Desember 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/the-benefits-of-being-by-yourself-4769939
Diakses pada 27 Desember 2020
Emory School of Medicine. https://med.emory.edu/departments/psychiatry/_documents/tips.people.living.alone.pdf
Diakses pada 27 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait