6 Ciri-Ciri Keluarga Harmonis dan Hidup Rukun di Rumah, plus Tips Mencapainya

(0)
Hidup rukun di rumah memberikan segudang manfaatHidup rukun di rumah ditunjukkan dengan adanya apresiasi dan kasih sayang
Hidup rukun di rumah adalah dambaan setiap keluarga. Saat keluarga harmonis, ada ikatan yang terjalin kuat di rumah.Hidup rukun di rumah tentu memiliki dampak positif yang berguna bagi setiap anggota keluarga. Bahkan, efek hidup rukun dalam keluarga mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi setiap anggotanya.

Ciri-ciri keluarga rukun dan harmonis

Hidup rukun di rumah bukan berarti tidak ada masalah dan perkelahian di dalamnya. Justru, hidup rukun dalam keluarga bisa dilihat dari cara menghadapi problem yang menempa.Meski ada jutaan keluarga di dunia, ternyata ada kemiripan ciri keluarga harmonis di seluruh dunia. Hal ini pun dibuktikan dengan penelitian yang terbit pada jurnal Marriage and Family Review. Berikut ini ciri keluarga harmonis:

1. Ada apresiasi dan kasih sayang

Senda gurau menandakan adanya kasih sayang di rumah
Kasih sayang diperlihatkan bukan sekadar lewat kata, tapi juga dibuktikan dengan kepedulian antar satu sama lain.Bagi keluarga yang hidup rukun di rumah, apresiasi pun ditunjukkan dengan menunjukkan rasa hormat kepada masing-masing anggota.Selain dengan kepedulian dan saling menghormati, apresiasi dan kasih sayang ditunjukkan dengan lelucon dan senda gurau dengan keluarga.Hubungan antaranggota keluarga pun terasa lebih bersahaja dan terasa seperti pertemanan.

2. Komitmen yang kuat

Komitmen diartikan sebagai adanya rasa keterikatan dalam keluarga. Dalam hal ini, rasa kepercayaan antaranggota tertanam dengan kuat. Setiap orang di dalam keluarga pun juga senantiasa menjaga kejujurannya. Karena ada ikatan yang harmonis, keluarga pun bersedia untuk saling berbagi.

3. Komunikasi positif

Obrolan membangun keterbukaan
Hidup rukun di rumah ditandai dengan komunikasi positif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pujian yang diberikan.Selain itu, komunikasi yang baik juga terbangun dari keterbukaan dalam menyampaikan perasaan sesungguhnya. Antaranggota keluarga pun tidak saling menyalahkan saat ada sesuatu buruk menimpa.Komunikasi dalam keluarga yang harmonis juga ditunjukkan dengan kesediaan berkompromi saat ingin menyatakan sesuatu.Meski mungkin ada hal yang tidak disetujui saat berkompromi, anggota keluarga tidak memaksakan kehendak dan memaklumi perbedaan tersebut.

4. Menikmati waktu bersama

Ciri keluarga harmonis bisa dilihat jika setiap anggotanya mau dan akan menyempatkan waktu berkualitas untuk bercengkrama. Setiap momen bersama keluarga pun senantiasa berharga.Bahkan, untuk mendapatkan waktu yang menyenangkan bersama, cara yang bisa dilakukan pun sederhana. Karakteristik ini juga diikuti dengan saling berbagi waktu menyenangkan untuk setiap anggota keluarga.

5. Adanya kesejahteraan spiritual

Ada nilai kemanusiaan menandakan hidup rukun di rumah
Hidup rukun di rumah juga bisa dilihat dari adanya harapan yang tumbuh dalam keluarga. Nilai-nilai etika dan iman pun dijunjung tinggi. Begitu juga dengan nilai kemanusiaan yang senantiasa diterapkan di dalam anggota keluarga.

6. Mampu menghadapi masalah dengan efektif

Saat menghadapi stres, keluarga harmonis mampu melihat krisis sebagai tantangan dan peluang. Alih-alih menyerah, keluarga yang harmonis mampu beradaptasi dengan adanya perubahan akibat problem yang melanda. Keluarga pun mau terbuka untuk menghadapi perubahan dan bertahan dengan situasi.

Manfaat hidup rukun dalam keluarga

Manfaat dukungan keluarga membuat anak percaya diri
Saat hidup rukun di rumah, keluarga harmonis pun dapat tercapai. Tentu, keluarga harmonis berdampak positif pada setiap anggota keluarga di dalamnya. Manfaat hidup rukun dalam keluarga adalah:

1. Menumbuhkan rasa percaya diri

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Innovation in Aging membuktikan, hidup rukun di rumah ditunjukkan dengan adanya lingkungan di rumah yang saling mendukung. Rupanya, hal ini menimbulkan pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Hal ini bahkan mampu meningkatkan kesejahteraan hidup seseorang.

2. Meningkatkan fungsi sosial

Kepuasan di rumah meningkatkan fungsi sosial
Manfaat ini erat kaitannya dengan salah satu ciri keluarga harmonis, yaitu komunikasi positif. Dalam hal ini, keluarga mampu terbuka saat menyatakan perasaan yang sesungguhnya. Riset yang terbit pada jurnal Child and Adolescent Mental Health menemukan, hal ini rupanya erat kaitannya dengan kepuasan yang lebih besar.Penelitian ini menunjukkan, ternyata, kepuasan ini mampu membuat seseorang berfungsi dengan baik di lingkup sosialnya. Bahkan, efek kemampuan ini mampu mengantarkan mereka kepada kemajuan karier yang lebih pesat.

3. Menurunkan risiko depresi

Saat hidup rukun di rumah, keluarga harmonis pun tercipta dan anggota keluarga pun saling dukung. Penelitian yang terbit pada Journal of Happiness Studies menunjukkan, orang yang mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya cenderung tidak mengidap depresi.Penelitian ini juga menunjukkan, dukungan dari teman dan keluarga pun mampu mengurangi rasa kerepotan dan kerumitan dan tekanan psikologis pada kehidupan sehari-hari. 

4. Meningkatkan efektivitas komunikasi

Terbiasa terus terang di rumah membuat komunikasi efektif
Menurut buku yang diterbitkan Centre for Social Research and Evaluation, Ministry of Social Development New Zealand, saat mempertahankan ketahanan keluarga agar hidup rukun di rumah, setiap anggota keluarga diharuskan mampu menyampaikan sesuatu yang mudah dimengerti. Dalam hal ini, pesan yang yang disampaikan harus konsisten dan jelas. Penyampaiannya pun juga harus jujur dan spesifik.Komunikasi yang efektif mewujudkan ciri-ciri hidup keluarga harmonis, yaitu komunikasi positif dan mampu mengelola krisis dan stres dengan efektif. Sebab, komunikasi yang efektif hanya bisa dilakukan jika anggota keluarga mampu mengekspresikan perasaannya dengan terbuka. Apabila sudah bisa terwujud, maka keluarga mampu memecahkan masalah secara kolaboratif.

5. Mengasah kemampuan beradaptasi pada anak

Masih berdasarkan buku yang sama, saat keluarga hidup rukun di rumah, anggota keluarga mampu bernegosiasi dan berkompromi. Hal ini membuat ketahanan keluarga pun meningkat dan berdampak pada kemampuan anak dalam mengatasi (coping) permasalahan.Dalam hal ini, kemampuan mengatasi problem pada anak erat kaitannya dengan kemampuan beradaptasi pada situasi.

Tips hidup rukun di rumah

Makan bersama keluarga sebagai cara hidup rukun di rumah
Ada berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk hidup rukun di rumah. Kiat-kiat ini cocok untuk mempertahankan keluarga harmonis, baik dengan pasangan maupun buah hati. Inilah tips hidup rukun di rumah yang bisa Anda lakukan:
  • Nikmati waktu bersama, saat semua anggota keluarga berkumpul, manfaatkan waktu tersebut untuk bersuka cita bersama.
 
  • Bertukar cerita, hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan kabar buah hati setelah ia pulang sekolah.
  • Ajak makan bersama, studi yang terbit pada jurnal Child Development menemukan, makan bersama keluarga mempererat hubungan antaranggota keluarga. Tidak hanya itu, makan bersama memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan buah hati sehingga mereka terpantau dan terhindar dari risiko perilaku yang membahayakan.
  • Turunkan intonasi, saat berbicara, hindari meninggikan suara agar tercipta lingkungan rumah yang tenang.
  • Hindari bertengkar dengan pasangan di depan anak, hal ini mampu memicu anak sulit konsentrasi saat belajar hingga menimbulkan masalah perilaku, seperti fobia.
 

Catatan dari SehatQ

Hidup rukun di rumah penting untuk mempertahankan ketahanan keluarga. Ciri-cirinya bisa dilihat dari adanya kasih sayang antaranggota keluarga hingga mampu mengelola tekanan dan krisis dengan efektif.Hidup rukun dalam keluarga pun memberikan segudang manfaat, mulai dari manfaat kesehatan mental hingga kemampuan berkomunikasi yang efektif. Jika Anda memiliki permasalahan terkait keharmonisan rumah tangga, konsultasikan langsung dengan psikolog melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
ibu dan anakkeluarga berencanaorangtua
Marriage and Family Review. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1300/J002v41n01_01 (Diakses pada 23 September 2020)Innovation in Aging. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5954612/ (Diakses pada 23 September 2020)Child and Adolescent Mental Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3082137/ (Diakses pada 23 September 2020)Journal of Happiness Studies. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4869534/ (Diakses pada 23 September 2020)Centre for Social Research and Evaluation, Ministry of Social Development New Zealand. https://www.msd.govt.nz/documents/about-msd-and-our-work/publications-resources/archive/2003-family-resilience-good-child-outcomes.pdf (Diakses pada 24 September 2020)Web MD. https://www.webmd.com/parenting/features/15-secrets-to-have-a-happy-family (Diakses pada 24 September 2020)Child Development. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3498594/ (Diakses pada 24 September 2020)FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/impacts-of-parents-fighting-on-children/ (Diakses pada 24 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait