Hidramnion: Gangguan Kehamilan yang Jarang Terjadi, Tapi Berbahaya


Istilah hidramnion mungkin jarang diketahui. Kondisi ini merupakan jumlah air ketuban yang berlebihan. Meski jarang, efeknya pada calon ibu dan bayi yang dikandungnya perlu diwaspadai.

(0)
21 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hidramnion bisa membahayakan ibu dan janinGejala sesak napas akibat hidramnion bisa muncul saat ibu hamil berbaring
Pada saat hamil, seorang wanita mungkin merasa bahwa perutnya terlalu besar padahal usia kehamilan masih di bawah 10 minggu. Bagi yang pernah hamil, perbedaan ini mungkin lebih terasa.Selain perut yang lebih menonjol, sang ibu juga dapat merasa lebih susah untuk bernapas, berjalan, dan bangun dari tempat tidur. Kondisi-kondisi ini bisa saja muncul karena calon ibu mengalami hidramnion.

Apa itu hidramnion?

Hidramnion adalah kondisi ibu hamil yang memiliki terlalu banyak air ketuban dalam rahimnya. Namun jangan panik dulu karena gangguan kehamilan ini termasuk jarang terjadi.Kondisi yang juga disebut polihidramnion ini diperkirakan hanya terjadi pada sekitar 1-2 persen perempuan hamil. Meski begitu, tak ada salahnya untuk mempelajarinya secara saksama agar lebih waspada.

Gejala hidramnion dan diagnosisnya

Untuk mengetahui seseorang memiliki terlalu banyak cairan ketuban, Anda dapat memperhattikan tanda gejala yang muncul. Hanya saja, pada kasus yang ringan, kondisi ini jarang menimbulkan keluhan.Namun pada hidramnion yang relatif parah, beberapa gejala di bawah ini mungkin muncul:
  • Sesak napas saat duduk atau berbaring
  • Mengalami pembengkakan pada perut bagian bawah
  • Jumlah urine yang berkurang
  • Ukuran rahim lebih besar daripada seharusnya
  • Susah merasakan detak jantung janin
  • Sulit merasakan gerakan janin
Bagi para ibu hamil yang mengalami gejala-gejala tersebut, dihimbau untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dokter akan melakukan prosedur USG guna memastikan Anda mengidao hidramnion atau tidak.Jika jumlah air ketuban Anda memang terlalu banyak, dokter akan melakukan tes lebih lanjut untuk mengukur kadarnya secara rinci. 

Kenapa hidramnion pada ibu hamil bisa terjadi?

Banyaknya cairan ketuban bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan sang ibu, janin, serta plasenta. Secara rinci, penyebab hidramnion meliputi:
  • Diabetes gestasional

Ibu hamil lebih rentan memiliki air ketuban berlebih jika pernah menderita diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya. Tetapi kaitan antara diabetes kehamilan dan banyaknya cairan ketuban belum jelas.Para pakar menduga bahwa janin yang terlalu banyak mendapat gula dari plasenta menjadi salah satu faktornya. Pasalnya, janin akan lebih sering buang air kecil yang berkontribusi pada bertambahnya cairan ketuban.
  • Sindrom tranfusi janin kembar

Salah satu kondisi yang mungkin menyebabkan ibu hamil kebanyakan air ketuban adalah sindrom tranfusi janin kembar alias twin to twin transfusion syndrome (TTTS).Sindrom ini terjadi ketika salah satu janin kembar menerima terlalu banyak darah dan cairan dari plasenta. Si janin kemudian mengeluarkan cairan melalui urine, sehingga menambah air ketuban.
  • Kondisi genetik

Bisa jadi, hidramnion berkaitan dengan kondisi genetik janin. Jika ini terjadi, mungkin saja ada hubungannya dengan sindrom Down, sindrom Edwards, atau spina bifida.Bila hidramnion dikhawatirkan ada kaitannya dengan perkembangan janin, dokter umumnya akan melakukan amniosentesis.
  • Komplikasi pada janin

Air ketuban berlebih juga mungkin terjadi akibat janin yang mengalami komplikasi, di antaranya hydrops fetalis. Kondisi ini muncul ketika janin mengidap penumpukan cairan di paru-paru dan perutnya. Salah satu penyebabnya adalah toksoplasmosis.Komplikasi lain yang terhitung langka dan bisa memicu hidramnion berlebih adalah perbedaan rhesus ibu dan janin.Namun hidramnion akibat inkompatibilitas rhesus tergolong langka. Pasalnya, pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan secara teratur agar komplikasi ini dapat dihindari.

Risiko komplikasi hidramnion pada ibu dan janin

Kandungan air ketuban terlalu banyak bisa menimbulkan sejumlah komplikasi pada ibu hamil yang mengalaminya. Namun jenis komplikasi ini bisa berlainan pada tiap pasien dan tergantung pada usia kehamilan serta tingkat keparahan.Secara umum, beberapa komplikasi hidramnion meliputi:
  • Bayi sungsang
  • Tali pusat terlepas dari rahim dan masuk ke dalam vagina sebelum bayi lahir (prolaps tali pusat)
  • Perdarahan setelah lahir
  • Ketuban pecah dini, sehingga terjadi persalinan prematur
  • Plasenta lepas dari dinding rahim sebelum proses melahirkan (solusio plasenta)

Bagaimana cara mengatasi hidramnion?

Pada kasus hidramnion yang ringan, pasien mungkin tak memerlukan perawatan medis khusus. Pasalnya, air ketuban bisa berkurang secara alami.Perawatan medis diperlukan apabila penyebab utama hidramnion adalah diabetes. Dokter juga mungkin akan memberikan obat tertentu jika ibu hamil mengalami persalinan prematur, sesak napas, mengeluarkan cairan berlebih, atau sakit perut.Apabila kelebihan air ketuban tergolong sangat parah, prosedur amniosentesis mungkin akan disarankan oleh dokter. Istilah tersebut merujuk pada tindakan medis untuk mengeluarkan cairan dari kantung ketuban, sehingga jumlahnya berkurang.Dokter juga dapat memberikan obat khusus pada ibu hamil. Obat ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan oleh janin, sehingga penambahan air ketuban tidak terlalu banyak.Meski kasus hidramnion jarang terjadi dan pada kasus ringan bisa hilang dengan sendirinya, sebaiknya jangan anggap remeh kasus ini. Agar kondisi ini bisa dideteksi secara dini, lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.Bila Anda ingin tahu lebih banyak tentang hidamnion dan masalah kehamilan lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah kehamilandiabetes gestasionalbayi prematursolusio plasenta
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/too-much-amniotic-fluid#what-is-polyhydramnios
Diakses pada 21 November 2020
The Bump. https://www.thebump.com/a/polyhydramnios
Diakses pada 21 November 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/complications/hydramnios.aspx
Diakses pada 21 November 2020
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a551936/polyhydramnios
Diakses pada 21 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait