Herpes pada Anak Tak Bisa Disembuhkan, Pahami Penyebab dan Gejalanya


Herpes pada anak disebabkan infeksi virus HSV-1, yang menyebar melalui kontak langsung dengan penderitanya. Supaya tidak tertular maupun menulari, ajarkan anak untuk memakai peralatan makan dan mandi mereka sendiri, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari pemicunya.

(0)
Herpes pada anak biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 mingguAwalnya, herpes pada anak kemungkinan akan muncul dalam bentuk luka lecet di bibir, sekitar mulut, atau bahkan dalam mulut
Herpes adalah masalah kulit yang bisa menyerang berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan lepuh atau ruam pada sekitar area bibir dan mulut. Setelah beberapa hari, lepuh akan mulai mengeluarkan cairan, sebelum kemudian mengering dan membentuk kerak. Umumnya, anak pertama kali terpapar virus herpes antara usia 1 hingga 5 tahun. Meskipun tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, herpes pada anak bisa mengganggu, serta menimbulkan rasa tidak nyaman.

Apa penyebab herpes pada anak?

Herpes pada anak disebabkan infeksi virus yang dikenal dengan nama herpes simplex tipe 1 (HSV-1). Selain HSV-1, kondisi ini juga bisa dipicu oleh serangan virus herpes simplex tipe 2 (HSV-2). Meski HSV-2 biasanya menyebabkan herpes pada kelamin, dalam beberapa kasus, virus tersebut juga bisa memicu kemunculan lepuh pada wajah.Pada umumnya, anak-anak terinfeksi virus HSV-1 atau HSV-2 melalui kontak air liur maupun bersentuhan langsung dengan luka dari orang yang menderita herpes. Supaya tidak menular, anak Anda harus menghindari kontak jarak dekat dengan bayi, penderita eksim, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Ciri-ciri herpes pada anak

Awalnya, herpes pada anak kemungkinan akan muncul dalam bentuk luka lecet di bibir, sekitar mulut, atau bahkan dalam mulut. Luka lecet kemudian akan berkembang menjadi lepuh, yang membuat anak merasakan sakit ketika makan.Dalam beberapa hari, luka lepuh akan mulai mengeluarkan cairan. Setelah semua cairan keluar sepenuhnya, luka lepuh nantinya akan mengering dan hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari atau minggu.Terkadang, serangan virus HSV-1 atau HSV-2 dapat memicu munculnya masalah kesehatan lain. Beberapa kondisi yang mungkin dialami anak ketika terserang herpes, antara lain:
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Bengkak pada gusi
  • Bengkak pada kelenjar di leher
  • Gusi berubah warna menjadi kemerahan
Ketika terserang virus HSV-1 untuk pertama kali, anak Anda mungkin tidak akan merasakan adanya gejala apa pun. Gejala baru akan muncul saat anak Anda mengalami kondisi-kondisi seperti terkena infeksi virus lain, terpapar sinar matahari, kedinginan, dan stres.

Bisakah herpes pada anak dicegah?

Virus yang menyebabkan herpes bersifat sangat menular. Untuk mencegah penyebaran herpes, Anda sebagai orangtua perlu memberikan edukasi soal tindakan-tindakan yang meningkatkan risiko penularan.Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus penyebab herpes, di antaranya:
  • Meminta anak untuk minum dari gelas mereka sendiri
  • Meminta anak untuk tidak mencium orang lain hingga luka mereka  sembuh
  • Meminta anak untuk menggunakan peralatan makan dan mandi mereka sendiri
  • Meminta anak untuk mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah memegang luka
  • Meminta anak untuk tidak menyentuh mata ketika mengalami herpes karena berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius
  • Meminta anak menghindari hal-hal yang bisa memperparah kondisi mereka, seperti paparan sinar matahari, kurang istirahat, dan stres
  • Menggunakan tabir surya

Cara mengatasi herpes pada anak

Herpes pada anak biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Tidak ada obat yang bisa dikonsumsi untuk menyembuhkan herpes, tetapi beberapa perawatan bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman yang ditimbulkan.Berikut ini sejumlah tindakan perawatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi herpes pada anak:
  • Menempelkan kompres dingin pada luka untuk mengurangi nyeri
  • Memberikan asetaminofen untuk membantu meredakan nyeri
  • Menempelkan waslap hangat pada luka untuk membantu meredakan nyeri
  • Memberikan camilan atau minuman dingin seperti smoothie untuk mengatasi nyeri dan menjaga anak agar tidak mengalami dehidrasi
  • Tidak memberi anak Anda makanan asam seperti jeruk dan saus tomat karena dapat mengiritasi herpes

Kapan Anda harus membawa anak ke dokter?

Apabila herpes pada anak disertai dengan gejala yang mengganggu aktivitasnya sehari-hari seperti demam, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak. Tak hanya itu, Anda juga harus memeriksakan anak ke dokter jika:
  • Luka berada di dekat mata
  • Herpes yang muncul lebih dari 1 area
  • Luka menyebabkan iritasi pada mata
  • Anak masih berusia kurang dari 6 bulan
  • Luka tidak sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu
  • Anak memiliki sistem kekebalan yang lemah (berpotensi menyebar dan menyebabkan masalah ke bagian tubuh lain)
  • Anak menjadi linglung dan mengalami perubahan perilaku
  • Anak terlihat lemah
  • Anak mengalami kesulitan untuk makan dan minum
Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai herpes pada anak dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit anakkesehatan anakherpesmasalah kulitherpes simplex tipe 1
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/skin/Pages/Herpes-Simplex-Virus-Cold-Sores.aspx
Diakses pada 1 Desember 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/cold-sores.html
Diakses pada 1 Desember 2020
About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/article?contentid=793&language=english
Diakses pada 1 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait