Ini Cara Penularan Hepatitis A, Pernah Terbayang Sebelumnya?

Anda bisa tertular virus hepatitis A, apabila mengonsumsi buah dengan kandungan air yang terinfeksi virus tersebut.
Buah dengan kandungan air yang terinfeksi virus hepatitis A, bisa membuat Anda tertular penyakit tersebut.

Hepatitis A adalah infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus hepatitis A menular pada saat orang yang belum terinfeksi dan belum tervaksinasi menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh tinja dari orang yang terinfeksi. Virus hepatitis A berkaitan erat dengan sanitasi dan kebersihan individu, sumber air, dan makanan.

Berbeda dari hepatitis B dan C, hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan tidak fatal. Namun, bila gejala klinisnya parah, hepatitis A dapat menyebabkan hepatitis fulminan (gagal hati akut), yang berisiko fatal.

[[artikel-terkait]]

Daerah-daerah ini rawan infeksi virus hepatitis A

Virus hepatitis A sering ditemukan pada kasus infeksi yang terkait makanan. Virus hepatitis A dapat bertahan di lingkungan luar, dan bertahan dari pemrosesan makanan yang biasanya berhasil membunuh bakteri patogen.

Secara geografis, suatu daerah dapat dibagi menjadi daerah yang tinggi, sedang, atau rendah, berdasarkan kasus infeksi virus hepatitis A yang terjadi. Berikut ini pembagiannya.

1. Daerah dengan infeksi hepatitis A yang tinggi

Biasanya daerah di negara berkembang dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk, mencatatkan 90% anak-anak telah terinfeksi hepatitis A, sebelum usia 10 tahun.

Anak-anak yang terinfeksi, umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Jumlah kasus yang tiba-tiba banyak (epidemi) untuk hepatitis A jarang ditemukan. Sebab, hampir semua anak-anak yang lebih dewasa dan orang dewasa, telah memiliki kekebalan terhadap virus hepatitis A.

2. Daerah dengan infeksi hepatitis A yang sedang

Biasanya daerah ini ditemukan di negara berkembang, dengan ekonomi transisi dan sanitasi yang bervariasi. Anak-anak di bawah 10 tahun pada umumnya belum terinfeksi.

Akibatnya saat dewasa, mereka rentan mengalami infeksi hepatitis A, karena belum memiliki kekebalan. Oleh karena itu, wabah dengan skala kecil dapat terjadi di daerah ini.

3. Daerah dengan infeksi hepatitis A yang rendah

Daerah dalam kategori ini biasanya ditemukan di negara maju, yang memiliki sanitasi dan kebersihan dengan baik.

Pada daerah ini, penularan dan infeksi hepatitis A ditemukan pada individu yang berisiko tinggi, seperti pengguna narkoba dengan jarum suntik, pasangan homoseksual, orang yang berpergian ke daerah endemis, dan kelompok yang mengisolasi diri.

Makanan bisa tularkan hepatitis A?

Virus hepatitis A ditularkan melalui rute fekal-oral. Dalam rute ini, virus masuk ke tubuh orang yang belum terinfeksi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses individu yang terinfeksi.

Selain itu, di dalam lingkup keluarga, penularan bisa terjadi melalui tangan orang yang terinfeksi pada saat menyiapkan makanan untuk anggota keluarga lainnya. Selain rute fekal-oral, virus hepatitis A juga dapat ditularkan melalui kontak fisik secara dekat dengan orang yang terinfeksi.

Virus hepatitis A juga dapat ditularkan melalui konsumsi kerang mentah dari perairan yang terkontaminasi virus. Selain itu, konsumsi es batu dan buah-buahan beku dengan air yang mengandung virus, dapat meningkatkan risiko infeksi virus hepatitis A.

Meskipun jarang, hepatitis A dapat ditularkan melalui transfusi darah, maupun di area rumah sakit (nosokomial).

Vaksin hepatitis A telah tersedia dan memiliki efek perlindungan selama 5-8 tahun, dalam dua dosis. Berkonsultasilah dengan dokter, apabila mencurigai adanya infeksi virus hepatitis A di lingkungan sekitar.

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
Diakses pada 14 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-a#1
Diakses pada 14 Mei 2019

Hofmeister et,.al. Epidemiology and Transmission of Hepatitis A Virus and Hepatitis E Virus Infections in the United States. Cold Spring Harb Perspect Med April 2019;9:a033431

Artikel Terkait

Banner Telemed