logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Bahaya Penggunaan Baby Walker yang Ancam Keselamatan Si Kecil

open-summary

IDAI dan AAP tidak merekomendasikan penggunaan baby walker sebagai alat bantu jalan bayi karena tingginya risiko kecelakaan yang menyertainya seperti bayi terjatuh hingga mengalami patah tulang.


close-summary

30 Des 2019

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

IDAI tidak merekomendasikan penggunaan baby walker sebagai alat bantu jalan bayi

Baby walker kini sudah tidak lagi direkomendasikan untuk digunakan

Table of Content

  • Fungsi baby walker
  • Kenapa bayi tidak boleh memakai baby walker?
  • Baby walker tidak membantu anak lebih cepat berjalan
  • Alternatif melatih bayi berjalan selain menggunakan baby walker

Apakah Anda termasuk orang tua yang mengizinkan anak berlatih berjalan dengan baby walker? Bila iya, Anda sebaiknya mencari alternatif penggantinya karena alat yang diklaim dapat merangsang kemampuan motorik anak ini ternyata justru berbahaya bagi anak-anak.

Advertisement

Fungsi baby walker

Baby walker adalah alat bantu jalan bayi yang terdiri atas kerangka keras beroda dengan sling untuk membantu bayi agar dapat berada dalam posisi berdiri atau digunakan sebagai tempat duduk bila bayi jatuh. Alat ini juga dilengkapi meja dengan mainan di depan bayi untuk merangsang keinginannya meraih mainan tersebut sehingga kemudian berjalan ke depan dengan bantuan empat roda yang ada.

Alat bantu jalan ini kerap digunakan oleh para orangtua untuk membantu bayi belajar berjalan dengan anggapan bahwa alat ini mampu menstimulasi otot kaki si Kecil. Beberapa dari orangtua juga menggunakan alat bantu jalan ini untuk aktivitas bermain anak. Namun, penggunaannya ternyata tidak direkomendasikan oleh para ahli karena berisiko tinggi. 

Kenapa bayi tidak boleh memakai baby walker?

Dalam beberapa artikel yang diterbitkan di situs resminya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan tegas melarang penggunaan baby walker sebagai alat untuk membantu bayi berjalan. Salah satu alasannya didasarkan pada statistik, yakni terjadi peningkatan tingkat kecelakaan bayi yang menggunakan alat ini dalam dua dekade terakhir dari 64 persen menjadi 86 persen.

Pernyataan yang sama juga diutarakan Akademi Dokter Anak Amerika Serikat (AAP). Mereka berpendapat bayi yang diletakkan di baby walker dapat mengalami berbagai kecelakaan, seperti:

  • Terjatuh dari tangga, merupakan kecelakaan paling sering terjadi saat bayi bermain dengan alat bantu jalan. Jika mengalami kecelakaan ini, bayi bisa mengalami cedera serius, seperti patah tulang hingga retak pada tengkorak kepala.
  • Mengalami luka bakar, terutama disebabkan oleh siraman air panas, api kompor, perapian, pemanas ruangan, setrika, maupun tersengat listrik. Saat berada di walker, bayi, ia akan memiliki posisi lebih tinggi sehingga dapat menarik benda-benda yang berada di atas meja maupun meraih lubang colokan listrik yang sebelumnya tidak bisa ia gapai.
  • Tenggelam, karena ia dapat ‘berlari’ ke kolam renang dengan cepat.
  • Keracunan, jika ia dapat meraih obat nyamuk ataupun cairan pembersih ruangan.

Seiring berkembangnya teknologi, banyak baby walker yang kini diklaim lebih aman untuk anak. Mereka biasanya dibuat dengan lebih lebar sehingga tidak bisa melewati pintu ataupun memiliki rem. Namun, AAP tetap tidak memberi lampu hijau untuk penggunaannya karena mereka tetap memiliki roda dan dapat membuat bayi meraih permukaan yang lebih tinggi.

Baby walker tidak membantu anak lebih cepat berjalan

Klaim yang mengatakanmemberikan baby walker dapat membantu bayi sehingga ia cepat mampu berjalan juga ditampik mentah-mentah oleh IDAI dan AAP. Faktanya, bayi yang tidak menggunakan alat bantu jalan ini pun sama-sama bisa berjalan pada waktunya, bahkan bukan tidak mungkin lebih cepat dibanding bayi yang menggunakan alat bantu jalan bayi tersebut.

IDAI mengungkap bahwa penggunaan alat bantu jalan tersebut justru dapat mengurangi keinginan anak untuk segera mampu berjalan sendiri. Pasalnya, bayi merasa lebih mudah berjalan dengan bantuan alat  tersebut dibanding harus jatuh-bangun latihan berjalan secara mandiri.

Baby walker dianggap dapat mempercepat proses belajar berjalan pada bayi karena digadang-gadang dapat menguatkan otot kaki bayi. Anggapan ini tidak benar karena saat berjalan harus ada koordinasi antara mata, tangan, dan kaki. Ketika menggunakan alat ini, bayi hanya mendorong badannya sehingga tidak membantu ia berjalan.

Bagi Anda yang tetap bersikeras untuk menggunakannya sebagai alat bantu jalan bayi, mulailah perhatikan cara jalan bayi Anda saat berada di alat tersebut. Bayi yang berada di walker biasanya berjalan dengan berjinjit atau berdiri dengan ujung jari kaki.

Hal ini mengakibatkan otot kaki menjadi tegang serta membuat bayi lebih terbiasa berjalan secara berjinjit. Apalagi, saat berjalan, bayi tidak bisa melihat kakinya serta kurang mampu belajar menyeimbangkan tubuh, padahal kemampuan tersebut paling dibutuhkan saat ia mampu berjalan dengan sendirinya.

Baca Juga

  • Jangan Marahi Bayi Main Ludah, Kebiasaan Ini Ada Manfaatnya
  • Balsem Bayi yang Aman untuk Si Kecil, Apa Saja Bahannya?
  • Perkembangan Batita 1-3 Tahun: Mulai dari Motorik hingga Bahasanya

Alternatif melatih bayi berjalan selain menggunakan baby walker

Bagi Anda yang ingin melatih motorik anak untuk berjalan, ada pilihan yang lebih aman daripada baby walker. Sejumlah alternatif yang diberikan oleh AAP, yaitu:

  • Stationary activity center: yakni mainan yang memiliki dudukan, bisa membuat bayi berayun, berputar, dan kadang kala mengelilingi meja di tengahnya. Mainan ini dianggap aman karena meja di tengah tidak dapat bergerak sehingga bayi tidak dapat berpindah ruangan.
  • Ayunan yang dapat membuat bayi menggerakkan kakinya tanpa mampu berpindah tempat.

IDAI sendiri merekomendasikan bayi untuk lebih banyak mengeksplorasi lantai. Bila perlu, Anda dapat menstimulasinya dengan meletakkan mainan bayi sedikit di luar jangkauan bayi agar ia mau bergerak.

Pastikan juga tidak ada barang-barang berbahaya di sekitar bayi, seperti kabel dan stop kontak. Terakhir, jangan lepaskan pengawasan Anda ketika bayi tengah belajar berjalan. Selain alat bantu jalan, temukan perlengkapan ibu dan bayi lainnya di Toko SehatQ!

Advertisement

bayi jatuhperlengkapan bayiperkembangan bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved