Henti Jantung Mendadak pada Atlet, Apa Penyebabnya?


Henti jantung mendadak yang diduga dialami oleh Markis Kido dan Christian Eriksen bisa disebabkan oleh kardiomiopati hipertrofik hingga kelainan arteri koroner yang tidak terdeteksi. Saat kondisi ini terjadi, pertolongan pertama seperti CPR perlu dilakukan.

0,0
15 Jun 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Henti jantung pada Markis Kido dan Christian Eriksen adalah penyebab umum atlet meninggal di usia mudaHenti jantung mendadak pada atlet bisa disebabkan oleh penyakit jantung yang tidak terdeteksi
Markis Kido, mantan pemain bulu tangkis nasional yang sempat menyabet medali emas pada olimpiade tahun 2008 silam, dikabarkan meninggal dunia diduga akibat henti jantung. Beberapa hari sebelumnya, pesepakbola asal Denmark Christian Eriksen juga mengalami henti jantung mendadak saat sedang bertanding di lapangan.Kejadian henti jantung mendadak pada atlet dan orang muda yang sehat memang jarang terjadi, tapi hal ini bukanlah tidak mungkin. Ada banyak faktor yang memengaruhi, salah satunya adalah riwayat penyakit jantung yang tidak terdeteksi sebelumnya.Jangan salah, olahraga sangat disarankan untuk menurunkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Namun pada individu yang punya kelainan jantung, olahraga bisa membuat organ ini bekerja terlalu keras hingga akhirnya berhenti berfungsi.

Penyebab henti jantung mendadak pada atlet

Henti jantung mendadak pada atlet seperti markis kido dan christian eriksen disebabkan karena penyakit jantung
Henti jantung mendadak bisa disebabkan oleh penyakit jantung yang tidak terdeteksi
Henti jantung mendadak adalah salah satu penyebab paling umum dari meninggalnya atlet yang masih muda dan secara fisik dinilai sehat. Meski begitu, jika dilihat dari jumlahnya, kondisi ini sebenarnya sangat jarang terjadi, yaitu hanya sekitar 1:50.000.Ada banyak alasan yang bisa membuat seorang atlet mengalami henti jantung. Kesamaannya, gangguan kesehatan tersebut rata-rata bisa memicu jantung berdetak cepat hingga tak terkontrol. Detak jantung tak beraturan ini disebut sebagai fibrilasi ventrikel.Beberapa penyakit yang bisa memicunya antara lain:

• Kardiomiopati hipertrofi

Kardiomiopati hipertrofi adalah penyakit jantung keturunan yang ditandai dengan menembalnya dinding otot jantung.
Saat dinding otot jantung menebal, maka sistem elektrik di organ tersebut bisa terganggu, sehingga membuat jantung berdetak cepat dan tak beraturan. Hal ini bisa berujung pada henti jantung mendadak.
Penyakit ini tidak selalu menimbulkan gejala spesifik, sehingga seringkali tidak terdeteksi.

• Kelainan arteri koroner

Kelainan arteri koroner biasanya terjadi sejak lahir dan ditandai dengan susunan pembuluh darah jantung yang tidak normal.Karena ada kelainan susunan inilah terkadang pembuluh darah bisa tertekan saat olahraga, membuat jantung kekurangan oksigen karena aliran darahnya terganggu.

Long QT syndrome

Long QT syndrome juga merupakan penyakit jantung keturunan yang menyebabkan jantung berdetak sangat kencang dan tidak beraturan, hingga membuat penderitanya pingsan. Orang dengan penyakit ini memiliki risiko lebih tinggi meninggal karena henti jantung mendadak.Selain penyakit-penyakit yang sudah disebutkan di atas, henti jantung mendadak yang terjadi pada atlet yang sedang berolahraga juga bisa disebabkan oleh penyakit jantung bawaan atau kelainan otot jantung lain yang tidak terdeteksi.

Langkah pertolongan pertama pada henti jantung

CPR untuk pertolongan pertama henti jantung
CPR pada pertolongan pertama henti jantung
Pada orang yang mengalami henti jantung, ada dua hal yang biasanya terjadi, yaitu:

• Kehilangan kesadaran mendadak

Orang yang mengalami henti jantung akan kehilangan kesadarannya secara mendadak dan tidak akan memberikan respons meskipun Anda menepuk bahunya dengan keras dan berbicara dengan suara keras.Orang tersebut juga sudah tidak bisa berbicara, bergerak, berkedip, atau memberikan reaksi lain.

• Kesulitan bernapas

Orang yang mengalami henti jantung juga akan mengalami kesulitan bernapas, sehingga ssangat terengah-engah atau bahkan tidak bernapas sama sekali.Saat kedua gejala tersebut terlihat, maka ada hal yang perlu dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya, yaitu:
  • Pastikan Anda dan orang tersebut berada di tempat yang aman.
  • Cek responsnya lalu segera panggil bantuan ambulans darurat.
  • Cek pernapasannya. Jika ia tidak bernapas, mulailah CPR.
  • Lakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan cara menempatkan kedua tangan yang sudah saling berkait di bagian tengah dada atau di antara dua puting. Tekan dada sebanyak 100-120 kali per menit. Pastikan posisi dada sudah kembali seperti semula setelah ditekan sebelum Anda melakukan tekanan lanjutan.
  • Lakukan CPR hingga tim medis datang.
  • Setelah tim medis datang, mereka akan langsung melakukan langkah lanjutan untuk kembali membuat jantung bekerja.
Henti jantung mendadak adalah kondisi yang bisa terjadi pada setiap kalangan usia, bahkan orang yang sehat dan masih muda sekalipun. Karena itu, Anda perlu mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melakukan pertolongan pertama.Apabila masih punya pertanyaan seputar kondisi henti jantung ataupun penyakit jantung lainnya, Anda bisa berdiskusi langsung dengan tim dokter SehatQ melalui fitur Chat Dokter secara gratis.
penyakit jantungserangan jantunghenti jantung mendadak
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/in-depth/sudden-death/art-20047571
Diakses pada 15 Juni 2021
American Heart Associaton. https://www.heart.org/en/health-topics/cardiac-arrest/emergency-treatment-of-cardiac-arrest
Diakses pada 15 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait