Hemiparesis: Lemahnya Satu Sisi Tubuh Setelah Terkena Stroke, Bisakah Pulih Kembali?


Hemiparesis adalah kondisi satu sisi tubuh yang lebih lemah dan tidak berfungsi optimal. Bukan hanya fisik, kondisi mental juga harus menjadi prioritas bagi orang yang berada dalam situasi ini.

(0)
22 Mar 2021|Azelia Trifiana
Hemiparesis adalah kondisi satu sisi tubuh yang lebih lemah dan tidak berfungsi optimalHemiparesis adalah kondisi satu sisi tubuh yang lebih lemah dan tidak berfungsi optimal
Orang yang pernah terkena serangan stroke, besar kemungkinan mengalami hemiparesis. Ini adalah kondisi satu sisi tubuh yang lebih lemah dan tidak berfungsi optimal. Bukan hanya fisik, kondisi mental juga harus menjadi prioritas bagi orang yang berada dalam situasi ini.Lebih jauh lagi, ada kemungkinan lemahnya satu sisi badan ini membaik. Namun, perlu waktu yang cukup lama dalam hitungan minggu, bulan, bahkan tahun.

Gejala hemiparesis

Hemiparesis bukan hal langka pada orang yang pernah mengalami stroke. Satu sisi tubuh menjadi lebih lemah dan berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Kondisi ini akan semakin terlihat saat sedang berdiri, berjalan, atau menjaga keseimbangan.Tak hanya lebih lemah, sensasi lain yang mungkin muncul adalah kebas atau kesemutan di sisi yang mengalami hemiparesis.Terkadang, kondisi ini disamakan dengan hemiplegia. Padahal, keduanya berbeda. Hemiplegia adalah kelumpuhan satu sisi tubuh sehingga tidak bisa digerakkan sama sekali. Sama seperti hemiparesis, ini rentan dialami seseorang yang pernah mengalami stroke.

Mengapa stroke menyebabkan hemiparesis?

Sebagian besar serangan stroke terjadi ketika asupan oksigen ke otak terganggu. Konsekuensinya, sel-sel otak akan mengalami kerusakan.Apabila sel otak yang terganggu adalah bagian pengatur gerakan dan kekuatan tubuh, hemiparesis bisa terjadi. Artinya, apakah seseorang mengalami kondisi ini atau tidak sangat ditentukan pada bagian otak mana yang terkena stroke.Sebagai contoh, apabila stroke menyerang otak bagian kiri, maka lemah otot akan terjadi di sisi tubuh bagian kiri. Istilah untuk kondisi ini adalah ipsilateral.Meski demikian, ada juga kasus yang bersifat contralateral. Ini berarti lemah otot terjadi di sisi berlawanan dengan bagian otak yang terkena stroke.

Cara penanganan hemiparesis

Kondisi lemahnya satu sisi tubuh ini bisa membuat frustrasi. Bukan hanya melelahkan secara fisik, namun juga mental yang rentan terkena dampaknya. Contohnya kepercayaan diri yang bisa terganggu karena tidak bisa bergerak secara mandiri seperti orang sehat kebanyakan.Walaupun agak sulit, kondisi hemiparesis bisa dikembalikan. Tentunya, penanganannya bersifat komprehensif dan perlu kombinasi dari beberapa terapi, seperti:
  • Terapi fisik
  • Terapi okupasi
  • Terapi rehabilitasi
  • Terapi kesehatan mental
Lebih jauh lagi, berikut ini beberapa terapi yang bisa membantu pemulihannya:

1. Terapi modifikasi CIMT

Terapi modified constraint-induced movement therapy atau mCIMT ini dilakukan dengan membatasi gerak sisi tubuh yang kuat. Dengan demikian, harapannya otot tubuh yang mengalami hemiparesis akan mengimbangi.Dalam studi terhadap 30 partisipan yang pernah mengalami stroke, mobilitas mereka membaik setelah menjalani terapi selama 4 bulan. Idealnya, terapi ini dilakukan bersamaan dengan jenis terapi lainnya.

2. Stimulasi elektrik

Terapis akan mengalirkan gelombang listrik ke sisi tubuh lebih lemah agar terjadi kontraksi otot. Dari waktu ke waktu, terapi ini dapat melatih otot agar menjadi lebih kuat. Metode ini bisa dilakukan dalam terapi okupasional maupun fisik.

3. Pengkhayalan mental

Rupanya, imajinasi juga bisa melatih otak untuk mencapai hal yang sebelumnya tak terduga. Hal ini juga bisa diaplikasikan dalam proses pemulihan setelah stroke.Pasien akan diminta melakukan visualisasi gerakan dengan sisi tubuh yang lemah. Dengan demikian, akan ada pesan dari saraf ke otak bahwa sisi tubuh ini kembali kuat.Beberapa studi menunjukkan bahwa terapi pengkhayalan mental ini efektif untuk mengembalikan kekuatan tangan. Meski demikian, ada keterbatasan dampak dari mental imagery ini terhadap kemampuan berjalan dan berlari.4. Alat bantuDokter juga bisa merekomendasikan alat bantu seperti tongkat agar pasien tetap bisa aktif. Selain itu, bisa juga dengan melakukan beberapa perubahan di rumah agar memudahkan aktivitas sehari-hari. Contohnya dengan meninggikan dudukan toilet hingga menambah pegangan di sudut-sudut tertentu.

Catatan dari SehatQ

Selalu ada kemungkinan untuk kembali pulih seperti sedia kala bagi individu yang mengalami hemiparesis. Namun, perlu waktu yang tidak singkat. Mulai dari hitungan minggu, bulan, hingga tahun.Namun, latihan dan terapi secara berkala dapat mempercepat proses pemulihan. Jaga ekspektasi dengan mengingat bahwa kekuatan bagian tubuh bisa jadi tidak maksimal.Semakin awal rehabilitasi dilakukan, semakin baik. Diskusikan bersama dengan dokter dan juga tim medis terkait lainnya untuk tahu jenis penanganan paling optimal. Setiap ada perubahan kondisi, sampaikan dan diskusikan bersama. Pasang target yang realistis agar tidak membebani pikiran.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang gejala hemiparesis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitgejala strokepola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/hemiparesis
Diakses pada 4 Maret 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2173580815001637
Diakses pada 4 Maret 2021
Journal of Clinical & Diagnostic Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5198445/
Diakses pada 4 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait