Hematochezia adalah gejala terjadinya pendarahan pada usus, darah bisa keluar sendiri atau bersamaan dengan tinja
Hematochezia adalah kondisi munculnya darah segar pada tinja Anda

Ketika seseorang mengalami pendarahan gastrointestinal, salah satu kondisi yang mungkin terjadi adalah hematochezia. Ciri-ciri utama hematochezia adalah munculnya darah berwarna merah segar di tinja. Pendarahan pada kasus hematochezia bisa jadi indikasi masalah pada usus.

Pada beberapa orang, hematochezia menandakan ada masalah pada sistem pencernaan yang cukup serius. Jika ini yang terjadi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Gejala hematochezia

Hematochezia terjadi karena ada pendarahan di usus besar yang lokasinya  dekat dengan anus. Itulah sebabnya darah yang keluar dari anus masih merah segar, karena lokasi usus dan anus yang berdekatan.

Beberapa gejala hematochezia adalah:

  • Bisa keluar bersamaan dengan tinja atau keluar hanya berupa darah
  • Disertai diare
  • Ada perubahan frekuensi BAB
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Berat badan turun

Terkadang, kata hematochezia lebih jarang digunakan. Istilah lain yang lebih umum dipakai adalah bright red blood per rectum atau BRBPR. Kasus ini bisa dialami orang dewasa dengan rasio 21 pada setiap 100.000 orang, dan kerap kali mengharuskan perawatan di rumah sakit.

Kondisinya bisa sangat ringan atau tidak signifikan hingga yang membahayakan nyawa seseorang karena darah keluar terus menerus.

Penyebab hematochezia

Seperti yang dielaborasi sebelumnya, darah yang muncul pada kondisi hematochezia datang dari usus, atau bagian bawah saluran pencernaan. Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya hematochezia di antaranya:

  • Hemoroid internal atau wasir
  • Diverticulitis
  • Fisura ani atau luka terbuka pada mukosa pelapis saluran anus
  • Kanker usus
  • Stroke usus
  • Penyakit radang usus
  • Polip usus
  • Tumor jinak

Sementara pada anak-anak, hematochezia juga bisa terjadi. Penyebabnya bisa karena penyakit radang usus, polip, atau Meckel’s diverticulum. Penyebab terakhir adalah kondisi medis ketika ada kantung kecil yang muncul di dinding usus halus, sisa jaringan pencernaan yang berkembang saat masih dalam kandungan.

Bagaimana mengatasi hematochezia?

Untuk mengatasi hematochezia, dokter perlu melakukan diagnosis lewat kolonoskopi. Ini adalah prosedur memasukkan selang kecil dengan kamera lewat rektum.

Lewat alat ini, bisa dilihat bagaimana kondisi saluran pencernaan utamanya bagian bawah (antara usus dan anus) sehingga bisa terdeteksi dari mana asal mula darah. Dokter juga umumnya akan mengambil sedikit sampel jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain lewat kolonoskopi, metode lain yang bisa dilakukan untuk mengambil diagnosis adalah enteroskopi, barium X-ray, radionuclide scanning, dan angiography.

Setelah diketahui dari mana asal pendarahan, dokter akan melakukan tindakan mengatasi hematochezia dengan cara:

  • Probe termal endoskopi

Prosedur untuk membakar pembuluh darah atau jaringan yang menyebabkan luka di usus sehingga luka tertutup

  • Klip endoskopi

Prosedur yang dapat menutup pembuluh darah atau sumber pendarahan lainnya di jaringan dalam saluran pencernaan

  • Injeksi endoskopi

Dokter akan melakukan injeksi cairan dekat sumber pendarahan sehingga aliran darah akan berhenti

  • Embolisasi angiographic

Teknik ini berupa menyuntikkan partikel ke pembuluh darah yang mengalami pendarahan

  • Suntik endoskopi intravariceal cyanoacrylate

Dalam prosedur ini, akan ada injeksi dekat lokasi pendarahan yang mengandung lem khusus untuk menghentikan pendarahan

  • Band ligation

Prosedur dengan menempelkan alat semacam karet gelang (rubber bands) di dekat lokasi wasir atau pembuluh darah yang mengalami pembengkakan sehingga aliran darah berhenti dan mengering

Catatan dari SehatQ

Langkah apa yang akan diambil dokter untuk mengatasi hematochezia bergantung pada kondisi pasien. Selain itu, pertimbangan seperti usia, riwayat medis, dan kondisi kesehatan juga masuk dalam konsiderasi.

Terlepas dari seberapa parah hematochezia yang dialami, sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila terdeteksi darah segar saat buang air besar.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hematochezia-vs-melena#takeaway
Diakses 6 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/blood-in-stool#1
Diakses 6 April 2020

Mayo Clinic Proceedings. https://www.mayoclinicproceedings.org/article/S0025-6196(17)30071-X/pdf
Diakses 6 April 2020

Artikel Terkait