HELLP Syndrome: Apakah Semua Ibu Hamil Berisiko?

HELLP syndrome memang sangat langka, tapi jika tidak waspada, Anda bisa jadi korbannya.
HELLP syndrome belum diketahui penyebabnya oleh dokter.

HELLP syndrome atau sindrom HELLP adalah gangguan darah dan organ hati pada ibu hamil (bumil) yang seringkali dikaitkan dengan preeklamsia. Jika tidak ditangani segera, HELLP syndrome bisa mengancam nyawa. Mengerikannya, penyebab HELLP syndrome belum diketahui oleh para ahli.

Preeklamsia adalah komplikasi pada fase kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ tubuh (seperti hati dan ginjal). Setidaknya, 5-8% bumil akan mengalami preeklamsia saat usia janin mencapai 20 minggu. Bahkan, preeklamsia juga bisa terjadi pada awal fase kehamilan.

Supaya HELLP syndrome dapat dicegah, mari kenali sindrom ini beserta penyebab, gejala, dan cara pencegahannya.

Apa itu HELLP syndrome?

Hamil
HELLP syndrome

HELLP syndrome sendiri sebenarnya adalah akronim dari tiga “kejanggalan” yang ditemukan oleh para ahli di laboratorium. Apa saja ketiga kejanggalan itu?

  • Hemolisis

Hemolisis adalah proses pecahnya sel darah merah. Pada penderita hemolisis, sel darah merah akan terpecah terlalu dini dengan jangka waktu yang sangat cepat. Hasilnya, hemolisis akan menyebabkan rendahnya kadar sel darah merah dan anemia.

  • Elevated liver enzymes

Elevated liver enzymes atau enzim hati yang meningkat menandakan bahwa organ hati tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini menyebabkan sel organ hati mengeluarkan berbagai bahan kimia, termasuk enzim, ke dalam darah.

  • Low Platelet

Platelet atau trombosit adalah komponen darah yang membantu proses pembekuan darah. Jika kadar platelet rendah, maka penderitanya akan berpotensi mengalami perdarahan berlebihan.

HELLP syndrome adalah kondisi medis yang langka, terhitung hanya sekitar 1% bumil yang akan mengalaminya. Namun, HELLP syndrome tetaplah penyakit serius yang bisa mengancam nyawa sang bumil dan janinnya jika tidak ditangani segera.

Umumnya, HELLP syndrome akan muncul pada masa trimester terakhir kehamilan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa HELLP syndrome bisa muncul di awal kehamilan.

Beberapa ahli menyimpulkan, HELLP syndrome adalah bentuk preeklamsia yang lebih parah. Bumil yang mengalami kondisi tekanan darah tinggi, diabetes, hamil di usia tua (di atas 35-40 tahun), hamil anak kembar, dan memiliki riwayat preeklamsia, dipercaya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap HELLP syndrome.

HELLP syndrome dan gejalanya

Gejala HELLP syndrome seringkali disebut sangat mirip dengan gejala penyakit flu perut atau gastroenteritis. Sayangnya, banyak bumil yang masih menganggap gejala HELLP syndrome sebagai gejala kehamilan biasa.

Gejala HELLP syndrome pada setiap bumil pun tidak selalu sama, tapi beberapa gejala di bawah inilah yang paling sering ditemui:

  • Sering merasa tidak enak badan
  • Lemah lesu
  • Nyeri di bagian perut atas
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan di tangan dan wajah
  • Kenaikan berat badan yang mendadak
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri punggung
  • Munculnya rasa nyeri saat menarik napas dalam-dalam

Dalam kasus yang langka, gejala HELLP syndrome bisa berupa kebingungan dan kejang. Keduanya menjadi pertanda bahwa HELLP syndrome yang diderita sudah dalam fase parah dan harus segera ditangani oleh dokter.

Siapa saja yang berisiko mengidap HELLP syndrome?

Hamil
HELLP syndrome 

Preeklamsia adalah faktor risiko utama dari HELLP syndrome. Namun ingat, tidak semua bumil dengan preeklamsia akan terserang HELLP syndrome.

Selain itu, ada berbagai jenis faktor risiko HELLP syndrome lainnya yang perlu diwaspadai, seperti berikut ini:

  • Berusia 35 tahun ke atas
  • Obesitas
  • Telah beberapa kali hamil
  • Mengidap diabetes
  • Menderita penyakit ginjal
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Punya riwayat preeklamsia

Jika sebelumnya seorang bumil pernah mengidap HELLP syndrome, ada kemungkinan sekitar 18% bahwa HELLP syndrome akan muncul kembali di masa yang akan datang.

HELLP syndrome dan komplikasinya

HELLP syndrome dipercaya bisa mengancam nyawa, jika tidak ditangani secara serius dan segera. Sebab, ada banyak komplikasi mengerikan yang bisa muncul akibat HELLP syndrome, termasuk:

  • Pecahnya organ hati
  • Gagal ginjal
  • Gagal pernapasan akut
  • Edema paru-paru (terdapat cairan di paru-paru)
  • Perdarahan hebat saat melahirkan
  • Lepasnya plasenta dari rahim sebelum bayi lahir
  • Stroke
  • Kematian

Penanganan sesegera mungkin menjadi kunci utama untuk mencegah datangnya berbagai komplikasi di atas. Sayangnya, walau sudah ditangani, tetap saja ada kemungkinan beragam komplikasi di atas tetap muncul.

Pengobatan HELLP syndrome

Setelah dokter berhasil mendiagnosis adanya kondisi HELLP syndrome pada bumil, melahirkan bayinya dengan segera adalah penanganan utama untuk bisa mencegah komplikasi. Itulah sebabnya banyak penderita HELLP syndrome yang menjalani persalinan prematur.

Selain itu, pengobatan HELLP syndrome sangat bervariasi, tergantung dari gejala yang muncul dan seberapa dekat bumil dengan waktu melahirkan.

Jika HELLP syndrome yang diidap masih dalam taraf ringan atau usia janin masih di bawah 34 minggu, dokter akan merekomendasikan:

  • Transfusi darah untuk menangani anemia dan kadar platelet rendah
  • Pemberian magnesium sulfat untuk mencegah kejang
  • Pengobatan antihipertensi untuk mengontrol tekanan darah
  • Pengobatan kortikosteroid untuk membantu perkembangan paru-paru janin, jikalau persalinan dini harus dilakukan

Selama masa perawatan, dokter akan secara intensif memantau kesehatan bumil dan juga janinnya. Selain itu, kadar sel darah merah, platelet, dan enzim juga akan diperhatikan secara rutin. Dalam situasi seperti ini, rawat inap perlu dilakukan.

Jika persalinan dini diperlukan, dokter akan memberikan obat-obatan yang bisa memicu proses kelahiran. Dalam beberapa kasus, persalinan Caesar akan dilakukan.

Cara mencegah HELLP syndrome

Beberapa kasus HELLP syndrome pada bumil tidak dapat dicegah, karena penyebabnya saja masih belum diketahui. Namun, bumil bisa menurunkan risiko HELLP syndrome dengan menjalani pola hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung seperti buah dan sayur.

Jika bumil memiliki faktor risiko HELLP syndrome, melakukan kontrol kehamilan secara rutin dapat membantu mereka untuk mencegah HELLP syndrome.

Segera kunjungi dokter jika beberapa gejala HELLP syndrome di atas mulai muncul. Walaupun belum tentu disebabkan oleh HELLP syndrome, tapi ada baiknya Anda “main aman” dan tidak menyepelekan apapun yang mengancam kesehatan Anda maupun janin di dalam kandungan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hellp-syndrome
Diakses pada 15 Mei 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preeclampsia/symptoms-causes/syc-20355745
Diakses pada 15 Mei 2020

Artikel Terkait