Apa itu HELLP Syndrome? Ini Ibu Hamil yang Berisiko Mengalaminya


HELLP syndrome atau sindrom HELLP adalah gangguan darah dan organ hati pada ibu hamil (bumil) yang seringkali dikaitkan dengan preeklamsia. Jika tidak ditangani, HELLP syndrome bisa mengancam nyawa.

(0)
29 May 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
HELLP syndrome memang sangat langka tapi jika tidak waspada bisa mengancam nyawaHELLP syndrome belum diketahui penyebabnya oleh dokter.
HELLP syndrome atau sindrom HELLP adalah gangguan darah dan organ hati pada ibu hamil (bumil) yang seringkali dikaitkan dengan preeklamsia. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini bisa mengancam nyawa. Mengerikannya, penyebab HELLP syndrome belum diketahui oleh para ahli.Supaya ibu hamil tidak mengalami sindrom HELLP, mari kenali sindrom ini beserta penyebab, gejala, dan cara mencegahnya.

Apa itu HELLP syndrome?

Hamil
HELLP syndrome
HELLP syndrome adalah kondisi medis yang langka, terhitung hanya sekitar 1% bumil yang akan mengalaminya. Namun, kondisi ini tetaplah penyakit serius yang bisa mengancam nyawa sang bumil dan janinnya jika tidak ditangani segera.Umumnya, HELLP akan muncul pada masa trimester terakhir kehamilan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa HELLP bisa muncul di awal kehamilan.Beberapa ahli menyimpulkan, sindrom HELLP adalah bentuk preeklamsia yang lebih parah. Bumil yang mengalami kondisi tekanan darah tinggi, diabetes, hamil di usia tua (di atas 35-40 tahun), hamil anak kembar, dan memiliki riwayat preeklamsia, dipercaya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap sindrom HELLP.Meski sindrom HELLP jarang terjadi, jika tidak segera ditangani kondisi ini bisa berakibat fatal. Berikut kondisi yang dialami tubuh saat terkena sindrom HELLP.

1. Hemolisis

Hemolisis adalah proses pecahnya sel darah merah. Pada penderita hemolisis, sel darah merah akan terpecah terlalu dini dengan jangka waktu yang sangat cepat. Hasilnya, hemolisis akan menyebabkan rendahnya kadar sel darah merah dan anemia pada ibu hamil.

2. Elevated liver enzymes

Elevated liver enzymes atau enzim hati yang meningkat menandakan bahwa organ hati tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini menyebabkan sel organ hati mengeluarkan berbagai bahan kimia, termasuk enzim, ke dalam darah.

3. Low Platelet

Platelet atau trombosit adalah komponen darah yang membantu proses pembekuan darah. Jika kadar platelet rendah, maka penderitanya akan berpotensi mengalami perdarahan berlebihan.Baca juga: 10 Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Salah Satunya Anemia

Gejala HELLP syndrome 

Gejala sindrom HELLP seringkali disebut sangat mirip dengan gejala penyakit flu perut atau gastroenteritis. Sayangnya, banyak bumil yang masih menganggap gejala sindrom HELLP sebagai gejala kehamilan biasa.Gejala sindrom HELLP pada setiap bumil pun tidak selalu sama, tapi beberapa kondisi di bawah inilah yang paling sering ditemui:
  • Sering merasa tidak enak badan dan mudah lelah
  • Mengalami perdarahan yang sulit berhenti
  • Kejang 
  • Mimisan
  • Lemah lesu
  • Nyeri di bagian perut atas
  • Mual
  • Muntah hingga muntah darah
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan di tangan dan wajah
  • Kenaikan berat badan yang mendadak
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri punggung
  • Munculnya rasa nyeri saat menarik napas dalam-dalam
  • Feses berwarna hitam
Dalam kasus yang langka, gejala syndrome ini bisa berupa kebingungan dan kejang. Keduanya menjadi pertanda bahwa sindrom HELLP yang diderita sudah dalam fase parah dan harus segera ditangani oleh dokter.

Ibu hamil yang berisiko mengidap sindrom HELLP

Hamil
ibu hamil merasakan nyeri di perut
Preeklamsia adalah faktor risiko utama dari HELLP syndrome. Namun ingat, tidak semua bumil dengan preeklamsia akan terserang sindrom ini.Meski penyebab sindrom ini belum diketahui secara pasti, namun ada sejumlah kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa meningkatkan risiko ibu hamil menderita HELLP, seperti berikut ini:
  • Berusia 35 tahun ke atas
  • Obesitas
  • Telah beberapa kali hamil
  • Mengidap diabetes
  • Menderita penyakit ginjal
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Punya riwayat preeklamsia dan eklampsia
  • Hamil kembar atau lebih dari satu 
  • Sudah pernah melahirkan dua kali atau lebih
Jika sebelumnya seorang bumil pernah mengidap HELLP, ada kemungkinan sekitar 18% bahwa kondisi ini akan muncul kembali di masa yang akan datang.Baca juga: Penyebab Bayi Meninggal dalam Kandungan (Stillbirth), Bumil Perlu Perhatikan Ciri-cirinya

Komplikasi sindrom HELLP

Sindrom HELLP dipercaya bisa mengancam nyawa, jika tidak ditangani secara serius dan segera. Sebab, ada banyak komplikasi mengerikan yang bisa muncul akibat HELLP syndrome, termasuk:
  • Pecahnya organ hati
  • Gagal ginjal
  • Gagal pernapasan akut
  • Edema paru-paru (terdapat cairan di paru-paru)
  • Perdarahan hebat saat melahirkan
  • Lepasnya plasenta dari rahim sebelum bayi lahir
  • Stroke
  • Kematian
Penanganan sesegera mungkin menjadi kunci utama untuk mencegah datangnya berbagai komplikasi di atas. Sayangnya, walau sudah ditangani, tetap saja ada kemungkinan beragam komplikasi di atas tetap muncul.

Pengobatan HELLP syndrome

Setelah dokter berhasil mendiagnosis adanya kondisi HELLP syndrome pada bumil, melahirkan bayinya dengan segera adalah penanganan utama untuk bisa mencegah komplikasi. Itulah sebabnya banyak penderita HELLP yang menjalani persalinan prematur.Selain itu, pengobatan sindrom HELLP sangat bervariasi, tergantung dari gejala yang muncul dan seberapa dekat bumil dengan waktu melahirkan.Jika sindrom HELLP yang diidap masih dalam taraf ringan atau usia janin masih di bawah 34 minggu, dokter akan merekomendasikan:
  • Transfusi darah untuk menangani anemia dan kadar platelet rendah
  • Pemberian magnesium sulfat untuk mencegah kejang
  • Pengobatan antihipertensi untuk mengontrol tekanan darah
  • Pengobatan kortikosteroid untuk membantu perkembangan paru-paru janin, jikalau persalinan dini harus dilakukan
Selama masa perawatan, dokter akan secara intensif memantau kesehatan bumil dan juga janinnya. Selain itu, kadar sel darah merah, platelet, dan enzim juga akan diperhatikan secara rutin. Dalam situasi seperti ini, rawat inap perlu dilakukan.Jika persalinan dini diperlukan, dokter akan memberikan obat-obatan yang bisa memicu proses kelahiran. Dalam beberapa kasus, persalinan Caesar akan dilakukan.Baca juga: Inilah Obat yang Aman untuk Ibu Hamil Tanpa Efek Samping

Cara mencegah HELLP syndrome

Beberapa kasus HELLP pada bumil tidak dapat dicegah, karena penyebabnya saja masih belum diketahui. Namun, bumil bisa menurunkan risiko sindrom HELLP dengan menjalani pola hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung seperti buah dan sayur.Jika bumil memiliki faktor risiko HELLP, melakukan kontrol kehamilan secara rutin dapat membantu mereka untuk mencegah kondisi ini. Segera kunjungi dokter jika beberapa gejala sindrom HELLP di atas mulai muncul. Anda dapat berkonsultasi langsung pada dokter dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilankehamilanibu hamil
Healthline. https://www.healthline.com/health/hellp-syndrome
Diakses pada 15 Mei 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preeclampsia/symptoms-causes/syc-20355745
Diakses pada 15 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait