Hedonic Treadmill Hambat Kebahagiaan? Kenali Cara Mengatasinya


Hedonic treadmill adalah kecenderungan seseorang kembali pada tingkat kebahagiaan awal yang tetap, terlepas dari kebahagiaan atau kesedihan yang telah dialaminya.

0,0
01 Nov 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hedonic treadmill membuat seseorang sulit bahagiaHedonic treadmill membuat seseorang sulit untuk bahagia
Tidak seperti namanya, hedonic treadmill bukanlah sebuah istilah fitnes. Ini merupakan sebuah konsep yang dipelajari oleh para peneliti psikologi positif yang berfokus pada kebahagiaan dan kesejahteraan.
Hedonic treadmill atau disebut juga hedonic adaptation adalah sebuah bagian dari kemampuan manusia untuk terus-menerus menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah. Ini adalah gagasan bahwa tingkat kebahagiaan seseorang setelah mengalami naik atau turun, pada akhirnya cenderung bergerak kembali ke titik semula (baseline atau set point).

Apa itu hedonic treadmill?

Istilah hedonic treadmill menggambarkan bahwa pada akhirnya emosi kita akan kembali ke tempat semula terlepas apa yang telah terjadi
Hedonic Treadmill bisa menghambat seseorang untuk benar-benar merasa bahagia
Setelah merasakan kebahagiaan yang meluap-luap, perasaan senang itu perlahan mereda. Demikian juga pada saat Anda mengalami kemarahan, kesedihan atau ketakutan. Seiring waktu kondisi ini akan surut dan kembali ke tempat semula. Inilah yang disebut sebagai hedonic treadmill.Kata hedonic mewakili perasaan puncak baik itu kebahagiaan, kesenangan, atau kesedihan dan treadmill mewakili istilah untuk alat yang membuat kita bisa jalan atau lari di tempat.Istilah hedonic treadmill menggambarkan bahwa pada akhirnya emosi kita akan kembali ke tempat semula terlepas apa yang telah terjadi. Perasaan kita bisa beradaptasi dengan kesenangan yang didapatkan, begitu juga dengan kesedihan yang dirasakan.Dalam konteks kebahagiaan, hedonic treadmill membuat seseorang menjadi sulit puas terhadap apa yang ia miliki, sehingga lebih sulit merasa bahagia. Ini akan membuat kita kembali berusaha mendapatkan suatu keinginan atau mencapai tujuan untuk mencapai kepuasan yang tak ada ujungnya.Baca Juga: Apa Sebenarnya Definisi Bahagia Menurut Para Ahli?

Contoh-contoh hedonic treadmil

Hedonic treadmill bisa menghambat kebahagiaan
Hedonic treadmill bisa dialami saat bahagian maupun sedih
Agar lebih mudah memahami konsep hedonic treadmill, kenali beberapa contohnya berikut ini:
  • Setelah merasa sangat bahagia karena mendapatkan hal yang diinginkan, seperti misalnya menang undian, mendapatkan kenaikan jabatan, atau membeli produk impian, perlahan-lahan perasaan itu akan memudar dan Anda kembali ke titik kebahagiaan sebelum mendapatkan hal tersebut.
  • Setelah pindah ke rumah atau apartemen baru, Anda akan merasa senang dan bahagia saat menikmati berbagai fitur di rumah baru tersebut. Namun beberapa bulan kemudian, Anda mulai berhenti menghargai hal tersebut.
  • Makanan yang terasa nikmat pada gigitan pertama akan berkurang kenikmatannya seiring semakin banyak suapan yang Anda makan. Demikian juga makanan favorit yang dapat berubah membosankan jika mengonsumsinya setiap hari.
  • Saat Anda mengalami kesedihan atau kehilangan. Setelah terpuruk karena di-PHK, perlahan-lahan kondisi emosional kembali ke posisi semula.
  • Saat marah karena kepada seseorang, perlahan-lahan rasa marah itu berangsur menghilang dan mereda kembali.
Hedonic treadmill dapat membantu seseorang bangkit dan bertahan setelah menghadapi hal negatif. Namun, di sisi lain hedonic treadmill juga dapat membuat seseorang menjadi kurang bersyukur dan tidak menghargai lagi apa yang mereka miliki dalam waktu lama.Baca Juga: Cara Agar Hidup Bahagia Saat Semua Terasa Berat Dijalani

Penyebab hedonic treadmill

Penyebab hedonic treadmill salah satunya rasa iri terhadap orang lain
Penyebab hedonic treadmill salah satunya adalah rasa iri terhadap orang lain
Menurut para psikolog, hedonic treadmill erat kaitannya dengan kemampuan seseorang untuk bertahan hidup. Jika dilihat sisi positifnya, hal ini dapat membuat Anda “move on” dari kejadian yang kurang menyenangkan dan memungkinkan untuk menghadapi peristiwa kehidupan selanjutnya.Hanya saja, hedonic treadmill bisa menjadi hambatan untuk seseorang benar-benar merasa bahagia. Beberapa ahli sebenarnya meyakini bahwa sebanyak 50% dari kebahagiaan Anda sebenarnya adalah faktor keturunan dari orang tua. Namun sisa dari 50% tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai hal lain yang terjadi dalam hidup kita, salah satunya perasaan hedonic treadmill.Durasi seseorang mencapai hedonic treadmill sebenarnya bisa berbeda-beda. Ada kejadian yang membuat siklus kebahagiaan sebelumnya kembali dalam waktu cepat, tapi ada juga yang butuh waktu lama sebelum rasa bahagia atau puas itu pudar.Berikut beberapa hal yang dapat memengaruhi seberapa cepat sebuah kejadian kembali pada hedonic treadmill.
  • Pengalaman yang melibatkan kebahagiaan fisik dan pengalaman emosional yang intens memiliki kepuasan yang cenderung kurang tahan lama dibandingkan kepuasan lainnya.
  • Mengejar sesuatu karena orang lain juga memilikinya, maka kebahagiaan tersebut juga akan cepat habis. Sementara mengejar sesuatu demi diri sendiri membuat kepuasan lebih bertahan lama.
  • Sentimentalitas pribadi juga dapat memperpanjang perasaan bahagia. Studi menunjukkan saat seseorang mengasosiasikan nilai sentimental dengan suatu peristiwa, kebahagiaan tersebut dapat lebih konstan dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Seputar Gaya Hidup Hedonisme, Bukan Soal Uang atau Harta

Cara menghindari hedonic treadmill

Untuk menghindari hedonic treadmill terapkan mindfullness
Menerapkan mindfulness bisa menghilangkan hedonic treadmill
Agar Anda tidak terus menerus mengalami hedonic treadmill dan kebahagiaan yang dirasakan bisa bertahan lebih lama, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Menambah pengalaman positif

Melihat pemandangan indah yang sama, atau memiliki interaksi yang sama dengan teman atau pasangan akan membuat Anda mengalami hedonic treadmill. Anda dapat berkunjung ke beberapa tempat, atau melakukan hal baru dengan pasangan maka kebahagiaan dapat bertahan lebih lama.

2. Lebih meresapi pengalaman yang dirasakan

Agar kebahagiaan yang didapatkan dari suatu pengalaman bisa bertahan lebih lama, Anda dapat mencoba lebih memperhatikan dan menikmati setiap detik yang berlalu saat menjalaninya. Resapi apa yang menyenangkan dari pengalaman tersebut dan mensyukurinya.

3. Mempraktikkan mindfulness

Mindfulness adalah suatu cara untuk lebih menjejak bumi, memperhatikan hal-hal yang kita rasakan dan terjadi di sekitar kita secara perlahan dan dalam. Mindfulness adalah “rem” untuk pikiran kita yang seringkali sibuk.Dengan mempraktikkan mindfulness, maka kita jadi lebih bisa bersyukur akan hal-hal yang didapatkan. Tendensi untuk menghakimi kejadian-kejadian ataupun orang lain juga akan bekurang, membuat kita bisa lebih berdamai dengan diri sendiri dan keadaan.Itulah hal yang perlu Anda ketahui dari hedonic treadmill. Kondisi ini merupakan bagian dari adaptasi dalam menjalani kehidupan. Namun, hal ini juga dapat membuat Anda merasa tidak kunjung puas. Meluangkan waktu untuk bersikap lebih bersyukur dan menghargai hal baik dalam hidup dapat membuat Anda merasa lebih puas dan bahagia.
kesehatan mentalmasalah kejiwaan
Healthline. https://www.healthline.com/health/hedonic-treadmill
Diakses 19 Oktober 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/hedonic-adaptation-4156926
Diakses 19 Oktober 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/basics/hedonic-treadmill
Diakses 19 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait