Headset Bluetooth dan Risiko Kanker, Apa Korelasinya?

(0)
26 May 2020|Azelia Trifiana
Headset bluetooth diduga dapat sebabkan kankerHeadset bluetooth sering dianggap dapat menyebabkan kanker
Kini, perangkat teknologi sudah lebih canggih dan serba wireless. Hanya dengan mengandalkan bluetooth, perangkat seperti headset bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari mendengarkan musik hingga melakukan panggilan telepon. Ada kontroversi headset bluetooth meningkatkan risiko kanker, namun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.Keprihatinan ratusan peneliti dari 42 negara tentang headset bluetooth meningkatkan risiko kanker ini tak lepas dari paparan medan elektromagnetik (EMF) dari perangkat bluetooth.

Kontroversi penggunaan headset bluetooth

Tahun 2015 lalu, sekitar 247 peneliti dari 42 negara menyatakan keprihatinan mereka akan dampak perangkat wireless terhadap kesehatan. Surat terbuka para peneliti ini dikirimkan untuk para petinggi PBB, WHO, UNEP, dan negara-negara anggota PBB.Dalam surat ini, para peneliti memperingatkan potensi risiko kesehatan dari paparan medan elektromagnetik (EMF) perangkat wireless, seperti:
  • Kanker
  • Mutasi genetik
  • Gangguan saraf
  • Penurunan daya ingat dan fokus
  • Masalah reproduksi
Dalam tuntutannya, para peneliti meminta WHO dan PBB menerapkan aturan lebih ketat terkait paparan medan elektromagnetik dari peralatan wireless yang digunakan sehari-hari, termasuk headset bluetooth.Masih tentang kontroversi ini, medan elektromagnetik adalah energi atau radiasi tak kasat mata yang muncul dari arus listrik. Ketika seseorang menggunakan headset bluetooth, ada paparan medan elektromagnetik yang disebut radio frequency radiation.Sebelumnya pada tahun 2011, International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan radiasi ini bersifat karsinogenik terhadap manusia. Klasifikasi ini berdasar pada meningkatnya risiko glioma, jenis kanker otak karena penggunaan ponsel.

Benarkah headset bluetooth tingkatkan risiko kanker?

Pertanyaan besarnya kemudian, benarkah perangkat seperti headset bluetooth meningkatkan risiko kanker? Hingga kini, masih perlu lebih banyak penelitian untuk membuktikan hal itu.Secara umum, jumlah paparan radiasi dari headset bluetooth secara signifikan lebih sedikit dibandingkan dengan paparan radiasi ponsel. Selain itu, faktor yang perlu dipertimbangkan bukan hanya berapa banyak emisi dari perangkat nirkabel saja.Seberapa banyak seseorang menyerap radiofrequency atau specific absorption rate juga turut menentukan seberapa banyak radiasi yang terserap tubuh manusia. Bahkan diperjelas lagi menurut para peneliti, paparan radiasi dari headset bluetooth hanya 1/3 lebih sedikit dibandingkan dengan ponsel.

Bijak menggunakan perangkat elektronik

Meski demikian, tentu apa yang memantik keprihatinan ratusan peneliti dari 42 negara bukan hal yang mengada-ada. Kembali lagi pada bagaimana kebiasaan seseorang menggunakan perangkat elektronik.Apabila seseorang memakai headset bluetooth berjam-jam dalam sehari, tentu akan ada paparan kumulatif ke otak dari radiasi ini. Bahkan jika dilakukan dalam jangka panjang, tentu akan ada dampaknya bagi kesehatan.Di sisi lain, jika penggunaan headset bluetooth masih dalam porsi sewajarnya, tidak ada ancaman signifikan bagi kesehatan. Artinya, setiap individu perlu bijak dalam menggunakan peralatan elektronik apapun itu jenisnya.Beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan seperti:
  • Gunakan speakerphone jika melakukan panggilan telepon cukup lama
  • Tidak menggunakan headset bluetooth untuk mendengarkan musik atau podcast selama berjam-jam
  • Anak-anak tidak diperkenalkan dengan perangkat nirkabel seperti headset bluetooth karena lebih rentan terpapar radiasi
  • Memegang ponsel setidaknya 25 cm dari wajah
  • Hanya gunakan ponsel ketika sinyalnya stabil karena saat mencari sinyal, radiasi bertambah
Ke depannya, perlu lebih banyak data tentang paparan kronis radiasi dari perangkat elektronik nirkabel serta dampaknya bagi kesehatan. Namun jika kebiasaan menggunakan perangkat nirkabel seperti headset bluetooth terlalu berlebihan dalam sehari, rasanya tak perlu menunggu ada temuan berikutnya untuk tahu dampak negatifnya bagi kesehatan.

Catatan dari SehatQ

Memang mustahil menghindari paparan radiasi di era digital seperti saat ini. Jadi, semua pilihan kembali pada setiap individu untuk bijak menggunakan teknologi tanpa menggadaikan kesehatan.
kankerhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/are-wireless-headphones-dangerous
Diakses 11 Mei 2020
EMF Scientist. https://www.emfscientist.org/index.php/emf-scientist-appeal
Diakses 11 Mei 2020
Business Insider. https://www.businessinsider.com/do-airpods-cause-cancer-2019-3
Diakses 11 Mei 2020
Health. https://www.health.com/condition/cancer/bluetooth-wireless-headphones-cancer
Diakses 11 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait