Hati-Hati! Penyebab Susah Tidur Bisa Jadi karena Penyakit

Insomnia dapat terjadi karena penyakit tertentu, seperti diabetes, anemia, dan sebagainya
Penyebab susah tidur atau insomnia bukan hanya karena kebiasaan bergadang, melainkan juga karena penyakit.

Insomnia atau susah tidur tidak hanya meliputi kesulitan untuk tidur, tetapi juga kesulitan untuk tetap tertidur maupun untuk tidur kembali setelah terbangun di malam hari. Umumnya penyebab susah tidur adalah karena kejadian traumatis atau stres.

Beberapa dari Anda mungkin pernah merasakan insomnia sesekali dalam beberapa waktu. Namun apabila susah tidur berlangsung dalam jangka waktu berbulan-bulan, bisa jadi indikasi dari penyakit tertentu.

[[artikel-terkait]]

Penyakit yang menjadi penyebab susah tidur

Susah tidur bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, berikut adalah beberapa penyakit yang menjadi penyebab susah tidur:

1. Gangguan otot dan tulang

Gangguan otot dan tulang, seperti artritis dan fibromialgia merupakan salah satu kondisi medis menjadi penyebab susah tidur.

Obat steroid yang dikonsumsi oleh penderita artrtis bisa memicu insomnia. Rasa sakit saat mencoba menggerakkan tubuh di atas tempat tidur membuat penderita artritis semakin kesulitan untuk tidur.

Sementara penderita fibromialgia atau kondisi saat ligamen dan tendon terasa sakit dapat menyebabkan penderita sering terbangun dan sulit untuk tidur kembali karena merasakan rasa sakit dan kekakuan pada tubuh.

2. Sleep apnea

Sleep apnea mengakibatkan terhalangnya jalur pernapasan penderita saat tidur yang membuat pernapasan berhenti dan menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Penurunan kadar oksigen tersebut membuat penderita terbangun berkali-kali dan susah untuk tidur nyenyak.

3. Diabetes

Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes menjadi penyebab susah tidur. Penderita diabetes mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil dan mengalami keringat berlebih di malam hari. Kondisi ini menyebabkan waktu tidur jadi terganggu.

Jika penyakit diabetes telah merusak saraf di paha, penderita akan merasakan rasa sakit saat bergerak di tempat tidur yang membuatnya tambah sulit untuk tidur.

4. Penyakit ginjal

Penyebab susah tidur pada penderita penyakit ginjal adalah karena penumpukan limbah metabolisme dalam darah. Penumpukan disebabkan oleh kerusakan pada ginjal yang membuat ginjal tidak mampu untuk menyeimbangkan elektrolit, menyaring cairan, dan mengeluarkan limbah dalam tubuh.

5. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Pernahkan Anda merasakan sensasi panas di dada yang makin parah saat Anda berbaring di tempat tidur? Bisa jadi hal tersebut mengindikasikan GERD!

Sensasi panas di dada (heartburn) tersebut diakibatkan karena asam lambung yang naik ke kerongkongan dan menjadi penyebab susah tidur yang dialami.

6. Anemia

Anemia mampu memicu sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome) yang menjadi penyebab susah tidur. Penderita anemia yang mengalami sindrom kaki gelisah biasanya merasakan sensasi menjalar atau ditarik pada kaki yang membuat penderita kesulitan tidur.

7. Demensia

Demensia tidak hanya memengaruhi fungsi otak tetapi bisa menimbulkan insomnia. Sindrom sundowning pada penderita demensia membuat penderita sulit tidur.

Sindrom sundowning ditandai dengan kegelisahan, kekacauan pikiran (disorientasi), serta tindakan berkeliaran yang muncul pada sore dan malam hari.

8. Penyakit tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau hipertiroid memunculkan gejala berupa insomnia. Hipertiroid menstimulasi sistem saraf secara berlebihan yang memicu kegelisahan dan berkeringat di malam hari.

9. Gagal jantung

Gagal jantung membuat cairan menumpuk dalam paru-paru dan jaringan tubuh. Penumpukan tersebut memicu sesak napas saat penderita berbaring di tempat tidur dan menjadi penyebab susah tidur yang dirasakan.

10. Nocturia

Nocturia adalah kondisi saat seseorang terbangun karena peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari. Penderita bisa terbangun sebanyak setidaknya dua kali dalam semalam. Jika sudah parah, penderita bisa terbangun sebanyak lima sampai enam kali dalam semalam.

Penyebab susah tidur selain penyakit medis

Penyebab susah tidur umumnya tidak dikarenakan adanya penyakit tertentu, tetapi bisa juga karena gangguan mental, seperti depresi dan PTSD. Kedua gangguan psikologis tersebut umum dikenal sebagai penyebab susah tidur.

Sebagian besar penderita yang mengalami depresi lebih sering mengalami kesulitan tidur daripada tidur terlalu banyak. Insomnia atau kesulitan untuk tidur adalah salah satu gejala atau indikasi dari depresi. Sementara pada penderita PTSD, trauma yang dialami kerap kali mampu menghalangi penderita dari tidur yang nyenyak.

Stres karena kejadian traumatis yang dihadapi sebelumnya mampu memicu tubuh untuk menjadi terstimulasi secara berlebih yang membuat tubuh tetap terjaga. Ciri khas lain dari penderita PTSD adalah mimpi buruk.

Konsultasikan ke dokter

Jika Anda mengalami insomnia yang berkepanjangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab susah tidur secara pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.

HelpGuide. https://www.helpguide.org/harvard/medical-causes-of-sleep-problems.htm/
Diakses pada 31 Mei 2019

Live strong. https://www.livestrong.com/article/517941-lack-of-iron-insomnia/
Diakses pada 31 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/symptoms-causes/syc-20355167
Diakses pada 31 Mei 2019

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/gerd-and-sleep
https://www.sleepfoundation.org/insomnia/what-causes-insomnia
Diakses pada 31 Mei 2019

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/trauma-and-sleep
Diakses pada 15 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/depression/features/sleep-problems#1
Diakses pada 15 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed