Hati-Hati, Penyakit Malaria Dapat Tingkatkan Penularan HIV

Selain meningkatkan peluang penularan HIV, penyakit malaria juga dapat mempercepat perkembangan HIV menjadi AIDS pada penderita HIV yang terserang penyakit malaria
Penderita HIV yang tinggal di daerah yang rawan malaria memiliki peluang yang besar untuk terjangkit dengan penyakit malaria

Penyakit malaria tidak hanya sukar untuk dibasmi, tetapi juga dapat berimbas dan memberikan efek kepada orang-orang dengan kondisi medis tertentu, salah satunya adalah penderita HIV atau Human Immunodeficiency Virus.

Keduanya adalah penyakit yang berbeda dengan penularan dan penyebab yang berlainan, tetapi ternyata infeksi parasit dalam tubuh yang menjadi penyebab penyakit malaria dapat menimbulkan efek terhadap perkembangan penyakit HIV pada penderita HIV.

Hubungan antara malaria dan penularan HIV

Anda mungkin membayangkan bahwa virus HIV sudah berevolusi dan virus HIV dapat menular melalui gigitan nyamuk Anopheles atau nyamuk malaria yang juga menjadi salah satu sarana penularan malaria. 

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena keterkaitan antara penyakit malaria dan penularan HIV bukan dalam bentuk penularan HIV melalui nyamuk malaria, melainkan dalam bentuk peningkatan risiko penularan HIV oleh penderita HIV kepada pasangannya.

Penderita HIV yang tinggal di daerah yang rawan malaria memiliki peluang yang besar untuk terjangkit dengan penyakit malaria karena virus HIV menurunkan sistem imun tubuh

Saat terjangkit penyakit malaria, parasit malaria dapat mengaktivasi sel CD4+ yang merupakan salah satu sel imun tubuh serta meningkatkan produksi dari senyawa protein yang bernama sitokin yang memicu peradangan.

Kedua hal tersebut merupakan kondisi yang ideal untuk mendukung replikasi virus HIV dan penyebarannya dalam tubuh penderita HIV yang terinfeksi penyakit malaria. Oleh karenanya, virus HIV dalam tubuh penderita akan meningkat.

Peningkatan virus HIV tersebut meningkatkan risiko penularan HIV oleh penderita kepada orang lain melalui darah maupun melakukan hubungan intim. 

Selain meningkatkan peluang penularan HIV, penyakit malaria juga dapat mempercepat perkembangan HIV menjadi AIDS pada penderita HIV yang terserang penyakit malaria.

Wanita hamil yang menderita HIV sangat rentan mengalami komplikasi akibat dari penyakit malaria, seperti anemia, kelahiran bayi berat badan di bawah normal, dan sebagainya. 

Pencegahan malaria pada penderita HIV

Secara umum, pencegahan penyakit malaria dapat dicegah dengan menghentikan nyamuk malaria yang menjadi sarana penularan malaria. Oleh karenanya, penderita HIV dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut

  • Menyemprotkan atau mengoleskan antiserangga yang mengandung DEET untuk mencegah nyamuk malaria menghinggapi dan mengigit kulit
  • Menempatkan rang nyamuk pada jendela dan pintu atau menutup jendela dan pintu dengan rapat menjelang malam hari
  • Memakai celana panjang dan baju berlengan panjang yang longgar menjelang malam hari
  • Menaruh kain kelambu di atas tempat tidur agar nyamuk malaria tidak menggigit saat sedang tidur

Bila penderita HIV memutuskan untuk berpergian ke tempat yang rawan malaria, maka dokter dapat memberikan obat malaria untuk mencegah terinfeksi penyakit malaria. Namun, beberapa obat antimalaria dapat menimbulkan interaksi, seperti:

  • Penderita HIV yang mengonsumsi cotrimoxazole prophylaxis atau kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole tidak boleh mengonsumsi obat antimalaria sulfadoxine-pyrimethamine
  • Penderita HIV yang mengonsumsi zidovudine atau efavirenz perlu menghindari konsumsi obat antimalaria ACT yang mengandung amodiaquine karena bisa meningkatkan risiko kerusakan hati dan penurunan tingkat sel darah putih.
  • Penderita HIV yang sedang hamil dan mengonsumsi cortmoxazole sebagai medikasi HIV tidak disarankan untuk mengonsumsi obat antimalaria sulfadoxine-pyrimethamine karena dapat menambah peluang keracunan sulfonamida

Kenali ciri ciri nyamuk malaria!

Penyakit malaria tidak hanya satu jenis, tetapi terdapat berbagai jenis malaria yang dapat mengintai dan semuanya ditularkan oleh nyamuk Anopheles yang dikenal sebagai nyamuk malaria. Nyamuk malaria Anopheles berwarna kehitaman atau cokelat gelap.

Ciri ciri nyamuk malaria paling terlihat saat nyamuk Anopheles menggigit dan menghisap darah. Nyamuk Anopheles betina akan memposisikan badannya sebesar 45 derajat, sedangkan nyamuk lainnya biasanya menghisap darah dengan posisi mendatar.

Cegah terjangkit penyakit HIV

Tidak hanya mencegah terjangkit nyamuk malaria, Anda juga perlu mencegah terinfeksi penyakit HIV dengan mengetahui bentuk-bentuk penularan HIV. HIV menular melalui air mani, darah, ASI, serta cairan vagina dan dubur. Oleh karenanya, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual karena virus HIV dapat menular melalui cairan vagina ataupun air mani
  • Berhubungan seksual hanya dengan satu pasangan saja
  • Jangan menggunakan jarum suntik dan peralatan pembuat tato bekas karena virus HIV dapat menular melalui darah
  • Menjalani pemeriksaan penyakit menular secara seksual karena penyakit menular secara seksual dapat meningkatkan risiko terkena penyakit HIV

Bila Anda aktif secara seksual, sebaiknya jalani pemeriksaan penyakit menular secara seksual dan penyakit HIV.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids
Diakses pada 15 Agustus 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/malaria/prevention/
Diakses pada 15 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3564906/
Diakses pada 15 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6067790/
Diakses pada 15 Agustus 2019

Orkin. https://www.orkin.com/other/mosquitoes/anopheles-mosquito
Diakses pada 15 Agustus 2019

WHO. https://www.who.int/malaria/areas/high_risk_groups/hiv_aids_patients/en/
Diakses pada 15 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed