Hati-hati, Pembengkakan Jantung Dapat Sebabkan Gagal Jantung

(0)
09 Jul 2019|Azelia Trifiana
Pembengkakan jantung gejalanya berupa rasa tidak nyaman pada dada.Pembengkakan jantung akan menyebabkan otot jantung melemah dan tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh
Dalam istilah medis, kondisi pembengkakan jantung disebut sebagai kardiomegali. Kardiomegali sendiri bukanlah penyakit. Kondisi ini, merupakan suatu gejala yang bisa muncul di beberapa penyakit. Salah satu penyebab kardiomegali yang paling umum adalah kardiomiopati.Kardiomiopati adalah istilah yang merujuk pada masalah di otot jantung. Pada banyak kasus, kardiomiopati menyebabkan otot jantung membesar, menebal, hingga membengkak. Saat hal ini terjadi, jantung akan melemah dan tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh.Konsekuensinya, pembengkakan jantung ini dapat menyebabkan gagal jantung atau detak jantung yang tidak normal (aritmia). Itu sebabnya, ketika gejala pembengkakan jantung seperti sesak napas, kaki bengkak, lemas, dan pusing mulai muncul, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Gejala pembengkakan jantung akibat kardiomiopati

Pada tahap paling awal kardiomiopati, bisa jadi tidak ada gejala apapun. Namun ketika kondisinya kian memburuk, ada beberapa gejala seperti:
  • Tidak mampu bernapas dengan baik
  • Lutut, pergelangan kaki, dan kaki membengkak
  • Abdomen terasa membengkak karena penumpukan cairan
  • Batuk atau sesak saat berbaring
  • Lemah
  • Detak jantung sangat cepat
  • Rasa tidak nyaman seperti ditekan pada dada
  • Pusing hingga pingsan
Jika dibiarkan, gejala-gejala di atas dapat menjadi semakin memburuk. Tidak menutup kemungkinan gejala di atas bisa memburuk dalam waktu singkat pada beberapa orang. Meski demikian, gejala ini bisa juga tidak memburuk pada orang lain.

Mengenal penyebab pembengkakan jantung

Pada banyak orang, pembengkakan jantung yang terjadi akibat kardiomiopati terjadi sebagai dampak dari masalah medis lainnya atau bisa juga bersifat turunan. Berikut beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya pembengkakan jantung:
  • Faktor keturunan 
  • Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang
  • Jaringan jantung rusak akibat serangan jantung
  • Detak jantung sangat cepat dan kronis
  • Masalah metabolisme seperti obesitas, diabetes, hingga gangguan tiroid
  • Komplikasi saat kehamilan
  • Mengonsumsi terlalu banyak alkohol menahun
  • Menggunakan kokain
  • Penumpukan zat besi di otot jantung (hemokromatosis)
  • Kondisi medis yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan sel di jantung (sarkoidosis)

Jenis-jenis kardiomiopati

Berbeda orang, berbeda pula reaksi pembengkakan jantung pada tubuh mereka. Selain itu, pada dasarnya ada beberapa tipe kardiomiopati, seperti:
  • Dilated cardiomiopathy

Pada kardiomiopati jenis ini, pembengkakan jantung terjadi di serambi kiri sehingga tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal.Biasanya, tipe pembengkakan jantung ini terjadi pada pria paruh baya akibat serangan jantung atau penyakit jantung koroner.
  • Hypertrophic cardiomiopathy

Pada tipe berikutnya, terjadi penebalan yang tidak normal pada otot jantung di serambi kiri. Konsekuensinya, jantung sulit untuk bekerja dengan baik.Tipe ini bisa terjadi pada orang di usia berapapun, namun berpeluang menjadi kian parah apabila terdeteksi di usia dini. Biasanya, hal ini terkait dengan faktor genetik.
  • Restrictive cardiomiopathy

Dalam tipe ini, otot jantung kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, otot tidak bisa melebar dan terisi dengan darah di antara detak jantung. Biasanya kardiomiopati tipe ini terjadi pada lansia.
  • Arrhythmogenic right ventricular dysplasia

Tipe kardiomiopati berikutnya cukup langka terjadi. Kondisi medisnya adalah ketika otot serambi kanan jantung tergantikan dengan jaringan parut. Akibatnya, ada masalah ketidakteraturan detak jantung.Benang merah dari beberapa tipe kardiomiopati di atas adalah pembengkakan jantung sangat bisa mengakibatkan gagal jantung. Selain itu, hal ini juga dapat memicu penggumpalan darah, masalah katup jantung, hingga serangan jantung.Ketika jantung tak lagi bisa memompa darah sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka nyawa menjadi taruhannya.

Pilihan perawatan untuk kardiomiopati

Perawatan untuk kardiomiopati dilakukan dengan tujuan untuk meredakan gejalanya dan mencegah kondisi tersebut bertambah parah. Perawatan yang dilakukan juga akan membuat risiko komplikasi menurun. Beberapa langkah yang biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ini antara lain:

1. Pemberian obat-obatan

Untuk mengatasi kardiomiopati, dokter dapat meresepkan obat yang bisa meningkatkan kemampuan pompa jantung. Dengan begitu, aliran darah dari dan ke jantung bisa kembali lancar, tekanan darah akan turun, detak jantung akan kembali normal, dan kelebihan cairan yang menghambat kinerja jantung akan dikeluarkan.

2. Operasi jantung

Selain obat-obatan, dokter juga dapat melakukan operasi untuk mengatasi pembengkakan jantung yang terjadi akibat kardiomiopati. Operasi ini biasanya dilakukan untuk menanamkan alat seperti implan dan alat pacu jantung, yang akan membantu kinerja jantung kembali normal.

3. Prosedur non-operasi

Contoh prosedur non-operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi pembengkakan jantung adalah ablasi. Ablasi merupakan prosedur penghancuran jaringan yang rusak menggunakan selang kecil atau kateter yang dimasukkan langsung ke pembuluh darah jantung tanpa perlu melakukan pembukaan jaringan yang besar layaknya operasi.Ablasi yang digunakan untuk mengatasi pembengkakan jantung ini ada dua jenis, yaitu ablasi septal, dimana kateter akan diisi oleh alkohol jenis khusus yang bisa memicu aliran darah mengalir lebih lancar, dan ablasi radiofrekuensi, dimana daya kejut kecil yang dimasukkan melalui kateter akan membantu menghancurkan area jantung yang abnormal.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang perbedaan vegan dan vegetarian, serta mana yang lebih sehat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit jantunggagal jantungpembengkakan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cardiomyopathy/symptoms-causes/syc-20370709
Diakses pada 31 Mei 2019
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/cardiomyopathy/what-is-cardiomyopathy-in-adults
Diakses pada 31 Mei 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cardiomyopathy/
Diakses pada 31 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait