Mirip Flu, Ini Gejala HIV pada Pria yang Harus Diwaspadai


Gejala HIV pada pria awalnya tampak seperti penyakit flu, yakni demam, sakit tenggorokan, dan badan terasa lemah. Pada perkembangannya, pria penderita HIV akan merasakan gejala yang lebih spesifik seperti penurunan libido dan muncul ulkus di penis.

0,0
07 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gejala HIV pada priaGejala HIV pada pria dapat berbeda dari wanita
Gejala HIV pada pria umumnya tidak spesifik. Alhasil, gejala yang muncul kerap disalahartikan sebagai suatu gejala penyakit ringan seperti flu. Akibatnya, tak jarang penyakit serius ini disepelekan.HIV sendiri merupakan virus yang bekerja dengan merusak sistem kekebalan tubuh. Tidak seperti virus lain yang dapat dilawan dengan sistem kekebalan tubuh, HIV tidak dapat dihilangkan oleh sistem kekebalan biasa.Gejala infeksi HIV bervariasi pada tiap penderita. Bahkan, gejala awal HIV yang muncul mungkin saja berbeda pada pria dan wanita. 

Gejala HIV pada pria 

Seperti yang telah dijelaskan di awal, gejala HIV pada pria umumnya tidak spesifik. Bahkan, gejala awal HIV pada pria akan tampak seperti penyakit flu biasa, yakni demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Namun. seiring dengan infeksi yang terus berkembang, pria mungkin akan mengalami sejumlah gejala berikut ini:

1. Libido rendah

Ciri-ciri HIV pada pria yang pertama adalah rendahnya libido alias gairah seks. Hal ini terjadi karena infeksi virus menyebabkan produksi hormon testosteron menjadi tidak maksimal hingga akhirnya berujung pada kondisi yang dinamakan hipogonadisme.Hipogonadisme adalah kondisi ketika kadar testosteron terlalu rendah. Selain penurunan gairah seks, hipogonadisme juga ditandai oleh sejumlah gejala lainnya seperti:
  • Disfungsi ereksi
  • Tubuh terasa lelah
  • Depresi
  • Kerontokan rambut
  • Gangguan kesuburan
  • Pembesaran jaringan payudara (ginekomastia)

2. Ulkus pada penis

Gejala HIV pada pria selanjutnya adalah munculnya luka (ulkus) pada penis. Selain penis lecet, luka juga bisa terdapat di area lain, seperti anus atau mulut. 

3. Nyeri saat buang air kecil

Gejala HIV pada pria juga dapat berupa timbulnya rasa nyeri saat buang air kecil. Namun, gejala ini juga bisa menjadi pertanda penyakit lainnya seperti penyakit menular seksual, radang prostat (prostatitis), maupun infeksi saluran kemih (ISK). Sementara itu, gejala lain yang lebih jarang muncul pada pria, meliputi:
  • Bisul di mulut atau di alat kelamin.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Kelenjar getah bening yang membengkak.
  • Mual dan muntah.
  • Keringat di malam hari.
Gejala-gejala ini dapat berlangsung satu hingga dua minggu. Pria yang mengalami gejala-gejala ini harus segera melakukan konsultasi pada dokter untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan HIV guna mengetahui apakah ia positif HIV atau tidak.

Gejala HIV pada pria berdasarkan tahapan infeksi

Gejala infeksi HIV pada pria di atas muncul sesuai dengan tahapan infeksinya. Ada 3 tahapan infeksi HIV pada pria, yaitu sebagai berikut:

1. Tahap akut

Sekitar 80% orang yang terkena HIV mengalami gejala seperti flu dalam waktu dua hingga empat minggu. Penyakit mirip flu ini dikenal sebagai tahapan awal berupa infeksi HIV akut. Tahapan ini merupakan periode utama infeksi HIV dan berlangsung hingga tubuh membuat antibodi terhadap virus.Dari semua gejala yang muncul pada tahap akut, yang paling umum adalah demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala parah. Pada tahap ini pula, gejala HIV pada kulit pia, seperti ruam, juga muncul. 

2. Tahap asimptomatik

Setelah gejala awal HIV menghilang, virus yang menginfeksi tubuh Anda mungkin tidak akan memunculkan gejala selama beberapa waktu. Pada periode ini, virus akan aktif bereplikasi dan mulai melemahkan sistem kekebalan tubuh.Pada tahap yang disebut asimptomatik ini, penderita tidak akan merasa atau terlihat sakit, tetapi virus HIV di dalam tubuhnya masih terus aktif. Bahkan, virus-virus ini juga dapat dengan mudah menular ke orang lain.Bagi penderita HIV yang rutin mengonsumsi obat retroviral, periode ini dapat bertahan hingga puluhan tahun, sehingga masa hidup penderita tersebut dapat berlangsung seperti biasa.Itu sebabnya, tes HIV penting untuk segera dilakukan agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, perawatan HIV yang tepat juga dapat mengurangi risiko penularan HIV ke orang lain.

3. AIDS

Selanjutnya, penderita penyakit HIV akan berlanjut ke tahap 3, yaitu tahapan yang lebih dikenal dengan sebutan AIDS. AIDS adalah tahapan lanjutan dan terakhir dari infeksi virus HIV yang sudah sampai pada rusaknya sistem kekebalan.Hal ini membuat tubuh penderita menjadi lebih rentan terhadap terjadinya infeksi oportunistik, yaitu kondisi yang biasanya dapat dilawan oleh tubuh, tetapi menjadi sangat berbahaya bagi orang yang terinfeksi HIV.Gejala AIDS pada laki-laki di tahap ini meliputi:
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Kelelahan kronis
  • Penurunan berat badan
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Batuk dan sesak napas

Cara mengobati gejala HIV pada pria

Sayangnya, hingga kini belum ada cara mengobati HIV/AIDS, termasuk pada pria. Pengobatan yang ada saat ini ditujukan agar sistem kekebalan tubuh tidak semakin memburuk dan kualitas hidup pasien menjadi lebih baik, dan minim gejala.Namun, deteksi dini dan terapi perawatan yang tepat dapat memperlambat perkembangan infeksi yang kemudian juga turut meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Sebuah penelitian tahun 2013 mengungkapkan bahwa penderita HIV/AIDS bisa menjalani kehidupan yang hampir normal apabila ia segera mendapat terapi pengobatan HIV sebelum sistem kekebalannya tubuhnya benar-benar rusak. Dalam perawatan HIV, penderita akan diberikan obat antiretroviral (ARV). Obat ini berfungsi untuk menjaga agar kadar CD4 di dalam tubuh penderita tetap terjaga. CD4 sendiri merupakan jenis sel darah putih yang turut berperan untuk melawan infeksi HIV. 

Catatan dari SehatQ

Itulah beberapa hal penting seputar ciri HIV/AIDS pada pria yang perlu Anda ketahui. Mengingat belum ada cara mengobati sampai sembuh total, melakukan pencegahan HIV/AIDS menjadi jalan terbaik. Mencegah HIV/AIDS dapat dilakukan dengan tidak bergonta-ganti pasangan, menggunakan kondom saat berhubungan seks, tidak menggunakan jarum suntik bersama-sama, hingga melakukan kontak cairan tubuh atau darah orang lain, terlebih saat Anda memiliki luka terbuka.Untuk memastikan gejala HIV pada pria atau Anda merasa memiliki risiko, tanyakan kepada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mendapat saran medis terbaik. Tak perlu ragu, karena kerahasiaan pasien aman. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play
hivaidspenyakit priakesehatan priahubungan sekshubungan seks beresikopenyakit menular seksual
Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids/symptoms-men
Diakses pada Oktober 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321920.php
Diakses pada 28 Februari 2019
Plos Medicine Journal. https://journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.1001418
Diakses pada 28 Februari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/hiv-aids/hiv-symptoms-men-women#1
Diakses pada 28 Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait