Kondisi emosional orangtua bisa saja memengaruhi tingkat stres bayi, bahkan di usia sangat muda sekalipun
Dampak stres orangtua ternyata dapat dirasakan oleh anak.

Anda mengalami stres? Jangan sampai bayi Anda juga turut stres! Belum banyak yang menyadari bahwa stres pada orangtua akan memengaruhi bayi, yang kemudian membuatnya turut mengalami stres. 

Sebuah penelitian dilakukan oleh American Psychological Association terhadap lebih dari dua ribu anak-anak dan orangtua. Sekitar 90% anak bisa mengetahui kapan orangtuanya merasa stres karena melihat orangtua mereka bertengkar dan mengeluh, atau karena orangtua mereka tak mau menghabiskan waktu bersama mereka. 

Lalu, apa dampak stres orangtua terhadap bayi dan anak-anak?

Kemampuan Bayi Menyerap Informasi

Tidak salah jika mengibaratkan daya serap bayi seperti spons busa. Bayi menyerap informasi dengan sangat cepat dan terus memerhatikan lingkungan sekitar mereka dengan intens. Ini berarti, bayi juga sangat memerhatikan orangtua mereka.

Jennifer E. Lansford, PhD, seorang profesor dari Social Science Research Institute dan Center for Child & Family Policy di Duke University kepada WebMD mengatakan bahwa "Bayi belajar tanda-tanda emosional dari orang lain, bahkan pada usia sangat muda mereka sudah bisa memperhatikan cara orang dewasa berinteraksi terhadap situasi tertentu".

Jika sudah menyangkut kondisi emosional orangtua, stres bisa saja menular pada bayi. Sebuah studi memisahkan bayi dalam waktu singkat saat ibunya mengerjakan sesuatu yang memicu stres. Ketika dipertemukan kembali, bayi ternyata juga menunjukkan tanda-tanda stres.

Dampak Stres Orangtua terhadap Bayi

Pada kenyataannya, stres adalah bagian dari hidup yang normal dan sulit dihindari. Kabar baiknya, stres juga memiliki efek yang tidak membahayakan, sesuai dengan kategorinya di bawah ini:

  • Stres Positif: Rasa cemas normal seperti saat harus berhadapan dengan situasi baru atau menunggu suntikan dari dokter
  • Stres Sedang: Stres yang masih bisa ditoleransi dan diatasi, seperti kehilangan pekerjaan atau anggota keluarga
  • Stres Serius: Rasa cemas intens yang tidak bisa dihilangkan, seperti kekerasan atau penelantaran

Stres serius adalah stres yang harus menjadi perhatian orangtua. Jika Anda merasa stres berkepanjangan, pengaruh stres orangtua pada bayi bisa sangat signifikan. Orangtua yang stres akan cenderung kurang responsif terhadap kebutuhan bayi dan tidak sensitif terhadap kondisi emosional bayi.

Mengatasi Stres pada Orangtua

1. Ketahui Akar Masalah

Buat daftar masalah-masalah apa yang sedang melanda, baik berupa kondisi finansial, pekerjaan, atau hal lainnya. Cari sumber masalah dan hindari hal-hal yang bisa memicu stres Anda.

2. Fokus pada Diri

Untuk bisa menjaga bayi, Anda pertama-tama harus menjaga kondisi diri sendiri. Istirahat dengan cukup, menu makanan yang berimbang, banyak minum air, dan berolahraga merupakan bentuk menyayangi diri Anda sendiri.

3. Mencari Bantuan

Jika stres tidak kunjung reda, orangtua boleh mencari bantuan profesional atau psikologis untuk membantu menemukan solusi terbaik.

Mengatasi Stres pada Bayi

Ciri-ciri bayi stres antara lain:

  • Tidak membuat kontak mata
  • Suka meregangkan jari-jemari
  • Sering bersin
  • Suka menguap

Untuk membantu mengatasi stres pada bayi, orangtua boleh mencoba cara-cara ini:

  • Usap bagian kepala dan kaki bayi
  • Genggam dan letakkan tangannya bersamaan
  • Berikan empeng untuk dihisap
  • Bedong dengan nyaman
  • Gendong dan buat suara "ssst" untuk menenangkannya.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/stress-and-your-baby#1
Diakses pada Maret 2019

Reader's Digest. https://www.rd.com/advice/parenting/how-your-stress-affects-your-kids/
Diakses pada Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed