Kenali gejala penyakit menular seksual pada pria sebelum terlambat
Penyakit menular seksual paling banyak menyerang orang usia muda

Penyakit menular seksual pada pria memiliki gejala serta tanda khas yang dapat dikenali. Meski begitu, tidak jarang gejala penyakit menular seksual pada pria salah dikenali sebagai kondisi lain yang menyerupai. 

Melihat hal tersebut, mengetahui berbagai tanda serta gejala penyakit menular seksual pada pria tentu penting untuk dilakukan terutama bagi Anda yang termasuk aktif secara seksual. Dengan begitu, deteksi dini bisa dilakukan saat penyakit ini menyerang sehingga perawatan dapat dijalani sesegera mungkin.

Penyakit Menular Seksual pada Pria

Penyakit menular seksual (PMS) pada pria dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama, yaitu:

  • PMS yang dapat menyebabkan timbulnya perlukaan (lesi) pada alat kelamin.
  • PMS yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran kemih (urethritis)
  • PMS yang tanda serta gejalanya dapat ditemukan di seluruh tubuh (penyakit menular sistemik).

PMS yang masuk dalam kategori pertama dan kedua, diantaranya adalah gonore dan sifilis. Kedua penyakit ini juga dapat menimbulkan kerusakan pada organ tubuh lain dan menyebar apabila perawatan tidak segera dilakukan.

Pada saat tertentu, PMS kategori pertama juga dapat menyebabkan munculnya kutil kelamin serta lepuhan yang nyeri pada alat kelamin. Sedangkan, PMS yang menyebabkan peradangan pada saluran kemih dapat menimbulkan rasa nyeri saat penderitanya buang air kecil.

Tanda dan Gejala Penyakit Menular Seksual pada Pria

Tanda dan gejala penyakit menular seksual pada pria dapat berlainan tergantung dari jenis penyakit yang diderita. Berikut ini 5 PMS yang umum di derita oleh pria beserta tanda dan gejala yang menyertainya:

1. Gonore

Gonore adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat menyerang saluran kemih, saluran pembuangan (rektum), serta tenggorokan. Penyakit ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, maupun oral, tanpa menggunakan kondom.

Umumnya, gonore tidak menimbulkan gejala. Namun apabila penyakit ini menyerang saluran kemih, beberapa gejala dapat timbul pada 1 hingga 14 hari setelah infeksi terjadi. Adapun gejala gonore yang bisa muncul meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Keluar nanah berwarna kuning, putih atau keabuan dari saluran kemih.
  • Nyeri pada testis.
  • Gatal dan perih di anus.
  • Nyeri saat buang air besar.
  • Perdarahan pada anus.

2. Sifilis

Sama seperti gonore, sifilis juga dapat timbul akibat hubungan seksual secara vaginal, anal, maupun oral yang dilakukan tanpa kondom. Sifilis merupakan salah satu PMS yang serius karena dapat berkaitan dengan infeksi HIV dan bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV bagi penderitanya.

Sifilis terjadi dalam 4 fase, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier. Masing-masing fase memiliki gejalanya sendiri.

Pada fase primer, berikut gejala yang dapat muncul:

  • Timbul luka kecil, keras, dan tidak terasa sakit pada penis, anus, atau bibir. Gejala ini muncul saat bakteri mulai memasuki tubuh.
  • Pembengkakan kelenjar pada area di mana luka tersebut muncul.

Sedangkan pada fase sekunder, gejala yang umumnya mendera penderita meliputi:

  • Kemerahan pada kulit yang tidak terasa sakit, umumnya muncul di telapak tangan dan tumit kaki.
  • Kelelahan.
  • Muncul luka seperti sariawan berwarna putih hingga keabuan pada rongga mulut, anus, ketiak, hingga pangkal paha.
  • Sakit tenggorokan.
  • Pusing.
  • Pembengkakan pada kelenjar.

Sementara fase laten merupakan fase di mana gejala pada fase sekunder telah hilang. Pada fase ini, tidak ada gejala sipilis yang muncul dan hal ini dapat bertahan hingga beberapa tahun.

Ketika memasuki fase tersier, sifilis dapat semakin menyebar dan merusak berbagai organ lain di tubuh dengan gejala:

  • Meningitis.
  • Stroke.
  • Demensia.
  • Kebutaan.
  • Gangguan pada jantung.
  • Mati rasa.

3. Herpes Simplex 

Herpes dapat muncul di rongga mulut serta alat kelamin. Herpes yang muncul di rongga mulut disebabkan oleh virus HSV tipe 1, sedangkan yang muncul pada alat kelamin disebabkan oleh HSV tipe 2. Penyakit ini dapat ditularkan oleh melalui hubungan seksual secara oral maupun karena berciuman. 

Gejala yang dapat timbul pada herpes di antaranya:

  • Kulit terasa gatal dan muncul sensasi seperti terbakar pada area tubuh yang akan berkembang menjadi benjolan-benjolan berisi cairan seperti lepuhan.
  • Lepuhan pada penis atau testis, anus, pantat, paha, bibir, lidah, gusi, dan bagian tubuh lainnya.
  • Nyeri otot pada punggung bawah, pantat, paha, serta lutut.
  • Pembengkakan pada kelenjar di pangkal paha.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Demam.

4. Human Papilloma Virus (HPV)

HPV merupakan salah satu penyakit menular seksual yang paling banyak terjadi. Pada kondisi yang ringan, virus ini dapat menyebabkan timbulnya kutil kelamin. Sedangkan pada kondisi yang parah, virus ini dapat menyebabkan timbulnya kanker pada anus, tenggorokan, serta penis.

Peyakit ini dapat menular melalui kontak kulit dengan kulit dengan penderitanya dan umumnya terjadi melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, maupun oral. HPV umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, gejala dapat muncul berupa:

  • Kutil kelamin yang sewarna dengan kulit terdiri dari benjolan-bejolan kecil yang berkumpul sehingga memiliki tampakan khas yaitu seperti kembang kol.
  • Kutil muncul di rongga mulut dan tenggorokan akibat tertular dari seks oral dengan orang yang terinfeksi).

5. Human Imunodeficiency Virus (HIV)

HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom dengan penderita HIV. Gejala HIV yang umum muncul pada pria, di antaranya:

  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Pusing.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot dan nyeri sendi.
  • Pembengkakan kelenjar.
  • Mual dan muntah.

Mengetahui gejala penyakit menular seksual pada pria penting agar dapat dilakukan deteksi dini sebelum penyakit tersebut bertambah parah. Hal ini juga berguna untuk melindungi diri Anda dari penularan penyakit menular seksual. Apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera hubungi dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang efektif dan sesuai.

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health-signs-of-common-stds
Diakses pada Oktober 2018

Medicine Net. 
https://www.medicinenet.com/stds_in_men_overview/article.htm#what_should_you_know_about_stds_in_men
Diakses pada 25 Maret 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323123.php
Diakses pada 25 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed