Pencegahan flu burung dapat dilakukan dengan mengolah daging ayam pada suhu 74 derajat celcius atau dimasak sempurna
Memasak daging ayam hingga matang merupakan salah satu cara pencegahan flu burung

Penyakit yang sempat menghebohkan masyarakat itu kini mulai tenggelam. Keberadaan penyakit flu burung atau H5N1 seolah-olah telah dianggap hilang dan tuntas. Padahal, pada tahun 2017 lalu, masih terdapat kasus kasus baru yang muncul. Karena itu, langkah-langkah pencegahan flu burung tetap harus dilakukan sampai sekarang.

Pencegahan juga penting dilakukan karena penyakit ini merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam nyawa. Disebutkan, dari 199 kasus flu burung yang terjadi di Indonesia hingga Desember 2016 yang lalu, terdapat 167 kasus yang berakhir dengan kematian.

[[artikel-terkait]]

Pencegahan flu burung yang paling efektif

Pencegahan flu burung yang paling efektif adalah dengan menghindari paparan virus tersebut sebisa mungkin. Pada unggas yang terinfeksi, virus ini tersimpan di air liur, lapisan lendir, serta feses.

Anda dapat terinfeksi flu burung jika tidak sengaja menghirup virus yang tersebar di udara. Selain itu, jika secara kebetulan menyentuh barang yang telah terinfeksi virus dan kemudian menyentuh mata, hidung, ataupun mulut, virus tersebut juga dapat masuk ke tubuh.

Karena itu, Anda disarankan untuk menghindari kontak terlalu dekat dengan unggas, terutama yang terlihat sakit atau bahkan sudah mati. Anda juga sebaiknya berhati-hati dengan area maupun barang yang telah terpapar feses dari burung-burung liar.

Langkah-langkah pencegahan flu burung lain yang perlu dilakukan

Selain menghindari kontak dengan unggas yang dicurigai menderita flu burung, Anda juga dapat melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mencegah penularan flu burung.

1. Perhatikan cara Anda saat memasak unggas

Virus flu burung dapat mati oleh panas. Karena itu, Anda perlu memasak unggas, maupun telurnya dengan bersih dan benar, dengan langkah berikut ini.

  • Hindari kontaminasi. Setelah memotong unggas mentah, cuci talenan serta pisau yang digunakan dengan sabun dan air hangat.

  • Masak hingga matang sempurna. Saat memasak daging unggas, seperti ayam, pastikan matang dengan sempurna, hingga bagian dalam ayam mencapai suhu setidaknya 74 derajat Celcius.

  • Jangan makan telur mentah. Cangkang telur seringkali terkontaminasi oleh feses dari unggas, sehingga Anda disarankan untuk menghindari makan telur mentah atau setengah matang.

2. Jaga kebersihan tangan dengan baik

Biasakan cuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, atau mulut. Tanpa disadari, berbagai bakteri serta virus, bisa hingga di tangan setelah Anda menyentuh benda-benda yang berada di ruang publik. Misalnya, pegangan tangga atau gagang pintu di pusat perbelanjaan.

Cuci tangan menggunakan sabun dan lakukan selama setidaknya 20 detik, lalu keringkan dengan tisu atau alat pengering. Jika tidak terdapat sabun dan air, Anda dapat mencuci tangan menggunakan gel pembersih tangan yang mengandung 70-80% alkohol.

Selain itu, Anda juga perlu menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin. Setelah itu, buang tisu tersebut ke tempat sampah yang memiliki tutup.

3. Jaga kebersihan lingkungan

Berikut ini langkah pencegahan flu burung yang dapat Anda lakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan.

  • Bersihkan secara teratur barang-barang yang sering disentuh, seperti mainan, perabotan, maupun barang lain yang sering digunakan bersama-sama.

  • Pastikan pertukaran udara di rumah terjadi dengan baik. Hindari bepergian ke tempat-tempat yang terlalu ramai, dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika terpaksa pergi ke area tersebut, gunakan masker sebagai pelindung.

Mulailah lakukan langkah-langkah pencegahan flu burung dengan cara yang paling sederhana. Meskipun kasus flu burung sudah tidak lagi populer dan ramai dibicarakan, jangan sampai Anda lengah dan membiarkan diri kalian sendiri terjangkit virus flu burung.

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0042682206002261
Diakses pada 17 Juni 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673608611253
Diakses 17 Juni 2019


Centers for Disease Control and Prevention.
https://www.cdc.gov/flu/avianflu/prevention.htm
Diakses pada 14 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bird-flu/symptoms-causes/syc-20368455
Diakses pada 14 Mei 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/view/17110800005/kemenkes-umumkan-kasus-flu-burung-ke-200.html
Diakses pada 14 Mei 2019

Centre for Health Protection. https://www.chp.gov.hk/en/healthtopics/content/24/13.html
Diakses pada 14 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed