Hati-Hati, 7 Makanan Beracun Ini Bisa Jadi Ada di Dapur Anda

Kacang almond ternyata mengandung zat kimia amygdalyn yang bisa berubah jadi sianida
Kacang almond pahit ternyata mengandung zat yang dapat menyebabkan kram, mual, hingga diare

Tentu tak ada seorang pun yang mau dengan sengaja memasukkan makanan beracun dalam daftar menu mereka. Namun terkadang, makanan beracun bisa terlihat tidak berbahaya sama sekali.

Bahkan, beberapa makanan beracun bisa berasal dari menu yang ada di sekitar kita. Artikel SehatQ kali ini akan mengulas 7 makanan beracun yang bahayanya kerap tidak disadari.

Makanan beracun di sekitar kita

Kenali lebih jauh apa saja makanan beracun yang berisiko membahayakan kesehatan Anda berikut ini:

  • Biji apel 

Pernahkah Anda menyangka bahwa biji apel bisa beracun? Rupanya biji apel mengandung sianida. Untungnya, ada lapisan di sekitar biji apel yang bisa melindungi sistem tubuh Anda ketika tidak sengaja menelannya.

Namun akan lebih baik untuk menghindarinya. Pada dosis tertentu, sianida dapat menyebabkan napas tersengal-sengal, kejang, hingga kematian.

  • Pala

Salah satu rempah yaitu pala memang kerap digunakan untuk memperkuat rasa pada makanan. Namun mengonsumsi pala dalam jumlah berlebihan seperti 1 sendok penuh dapat menyebabkan masalah besar.

Kandungan minyak myristicin di dalamnya dapat menyebabkan halusinasi, lesu, sakit kepala, bingung, hingga kejang.

  • Kentang kehijauan

Ketika Anda melihat kentang yang berwarna kehijauan, lebih baik waspada. Kandungan glycoalkaloids membuat kentang tampak berwarna hijau saat terpapar sinar, rusak, atau membusuk. Substansi beracun ini juga bisa ditemukan di daun, tunas, atau batang kentang.

Mengonsumsi kentang dengan kandungan glycoalkaloids tinggi dapat menyebabkan mual, diare, bingung, sakit kepala, hingga ancaman kehilangan nyawa.

  • Kacang merah mentah 

Es kacang merah memang menggiurkan. Namun sayangnya, kacang merah mentah masuk dalam daftar makanan beracun yang perlu Anda hindari. Kandungan protein lektinnya yang tinggi sangatlah beracun.

Ketika seseorang mengonsumsinya, akibatnya bisa berupa sakit perut, muntah, hingga diare. Itu sebabnya sangat penting untuk terlebih dahulu merebus kacang merah sebelum mengolahnya.

  • Kacang almond

Siapa sangka almond mengandung zat kimia amygdalin yang bisa berubah menjadi sianida. Kandungan tertinggi ada pada almond pahit dibandingkan dengan almond manis. Mengonsumsinya dapat menyebabkan kram, mual, hingga diare.

  • Belimbing

Penderita penyakit ginjal sebaiknya mencoret buah belimbing dari daftar menu mereka. Ginjal sehat memang bisa menyaring racun dalam belimbing yaitu neurotoksin. Namun bagi mereka yang ginjalnya tidak lagi sehat, racunnya dapat tertinggal dan dapat menyebabkan kejang hingga kematian.

  • Jamur 

Daftar makanan beracun kali ini akan ditutup dengan jamur. Ada dua tipe jamur yang sangat berbahaya, yaitu Amanita phalloides (the death cap) dan Amanita virosa (the destroying angel).

Mengonsumsi jamur liar ini dapat menyebabkan diare, muntah, dehidrasi, rasa haus berlebihan, gagal ginjal, koma, hingga kematian.

Racun alami dalam makanan

World Health Organization pernah merilis mengenai kandungan racun alami yang ada pada makanan. Hal ini biasanya terbentuk sebagai mekanisme pertahanan tanaman atau ketika binatang tak sengaja menelan mikroorganisme beracun.

Tentu saja, ancamannya bagi kesehatan sangat nyata, mulai dari menimbulkan reaksi alergi, sakit perut, diare, hingga kematian. Dampak jangka panjang bisa berdampak buruk bagi kekebalan tubuh, sistem reproduksi, sistem saraf, dan juga memicu kanker.

Racun alami atau natural toxins ini muncul dari organisme hidup. Mereka bisa jadi berbahaya bagi makhluk hidup lainnya ketika termakan.

Membekali diri dengan pengetahuan seputar makanan beracun terutama yang ada di sekitar kita adalah hal yang sangat krusial. Jangan sampai salah mengonsumsi justru membuat Anda harus berurusan dengan rumah sakit.

WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/ss/slideshow-toxic-foods?ecd=wnl_spr_061219&ctr=wnl-spr-061219_nsl-LeadModule_title&mb=y1gkiE3nplZDitI6r7bSYhJZpsk9%40mj55QQ6hEtvzic%3d
Diakses pada 15 Juni 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/natural-toxins-in-food
Diakses pada 15 Juni 2019

Fox News. https://www.foxnews.com/food-drink/10-deadly-foods-you-probably-have-in-your-kitchen
Diakses pada 15 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed