Hanya Sesekali Merokok, Benarkah Social Smoker Tidak Berisiko?

(0)
17 May 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Social smoker biasanya merokok saat berkumpul dengan temanSocial smoker biasanya hanya merokok pada momen-momen sosial tertentu
Pernahkah Anda mendengar istilah social smoker? Social smoker adalah perokok ringan yang hanya merokok saat berada di tengah kondisi sosial tertentu. Seorang social smoker biasanya merokok untuk mencairkan suasana atau bersosialisasi, khususnya pada tempat-tempat di mana merokok merupakan hal yang lumrah, seperti kafe, bar, atau klub malam.Tipe perokok ini biasanya merokok saat berkumpul dengan teman-teman atau klien yang merokok supaya dapat lebih diterima secara sosial. Walaupun social smoker tidak merokok sebanyak perokok aktif atau pecandu rokok, kebiasaan ini tetap memiliki risiko kesehatan yang harus diwaspadai.

Bahaya menjadi social smoker

Berdasarkan banyaknya rokok yang dikonsumsi, ada tiga jenis perokok.
  • Perokok ringan yang mengonsumsi 1-10 batang rokok per hari
  • Perokok sedang yang mengonsumsi 11- 24 batang rokok per hari
  • Perokok berat yang mengonsumsi lebih dari 24 batang rokok per hari.
Social smoker adalah jenis perokok ringan karena biasanya hanya merokok dalam jumlah terbatas. Bahkan, ada pula tipe perokok sosial yang hanya merokok sesekali saja dalam situasi tertentu. Meski demikian, bukan berarti social smoker tidak memiliki risiko terpapar bahaya rokok.Risiko gangguan kesehatan pada tipe perokok sosial mungkin tidak seburuk perokok aktif. Akan tetapi, risiko terkena kanker dan penyakit jantung pada social smoker tetap lebih tinggi jika dibandingan dengan orang yang tidak merokok.Berikut adalah sejumlah bahaya kesehatan yang mengintai social smoker.
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Otot dinding aorta yang melemah (aneurisma aorta)
  • Risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), bahkan mencapai 64 persen lebih banyak dibandingkan orang yang tidak merokok
  • Kenaikan risiko kanker paru-paru
  • Risiko kanker esofagus, lambung, dan pankreas
  • Penyakit jantung karena tekanan darah tinggi dan sumbatan kolesterol pada arteri
  • Sulit hamil pada wanita dan fungsi sperma yang lebih buruk pada pria
  • Katarak.
Social smoker juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap berbagai bahaya rokok lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronis (bronkitis kronis atau emfisema), stroke, penyakit arteri perifer, kanker payudara, dan kondisi lainnya.

Cara berhenti merokok untuk social smoker

Tipe perokok sosial umumnya lebih mudah berhenti merokok jika dibandingkan perokok aktif. Meski demikian, ada kecenderungan seorang social smoker tiba-tiba ‘mengidam’ nikotin pada waktu-waktu tertentu setelah tidak lama merokok.Belum lagi, banyak tipe perokok sosial meyakini bahwa kebiasaan merokoknya yang hanya sesekali tidak berisiko. Pemahaman ini biasanya menyebabkan seorang social smoker sulit berhenti.Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghentikan kebiasan merokok pada social smoker, yaitu:
  • Mengetahui bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan.
  • Menggunakan produk nikotin pengganti rokok, misalnya dengan permen karet nikotin.
  • Mengonsumsi obat untuk berhenti merokok, seperti varenicline atau bupropion.
  • Membahas topik yang menarik sebagai bahan percakapan agar tidak harus menggunakan rokok sebagai perantara dalam bersosialisasi.
  • Hindari perokok lainnya sebisa mungkin, khususnya untuk beberapa minggu pertama.
  • Bersosialisasi dengan orang-orang yang memiliki lebih banyak kesamaan (minat) dengan Anda, selain hanya sekadar merokok.
  • Membuat zona bebas rokok di rumah atau kantor. Pilih area bebas rokok saat pertemuan.
  • Ingatkan diri Anda untuk tidak merokok, misalnya dengan memajangnya pada wallpaper ponsel atau laptop.
  • Tegaskan niat Anda dan jangan biarkan orang lain mengubah pikiran Anda.
  • Jika berada dalam situasi yang membuat Anda ingin merokok, segera tinggalkan tempat tersebut. Pergilah ke ruangan lain yang bebas rokok.
Cara terbaik bagi tipe perokok sosial untuk berhenti merokok adalah dengan menghimbau atau meminta bantuan orang di sekitar Anda untuk tidak merokok.Selain itu, mintalah bantuan orang dekat agar tidak membiarkan Anda merokok atau memberikan rokok, bahkan jika Anda benar-benar memintanya.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
berhenti merokokbahaya asap rokok
Health Harvard. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/light-and-social-smoking-carry-cardiovascular-risks#
Diakses 4 April 2021
Smoke Free. https://smokefree.gov/social-smoking-and-fitting
Diakses 4 April 2021
Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/50541/3/Galang_Bela_Nusa_22010112120003_Lap.KTI_Bab2.pdf
Diakses 4 April 2021
Web MD. https://www.webmd.com/smoking-cessation/features/can-you-get-away-with-social-smoking#1
Diakses 4 April 2021
No Butts. https://www.nobutts.org/when-people-smoke-around-you
Diakses 4 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait