logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Hanya Sesekali Merokok, Benarkah Social Smoker Tidak Berisiko?

open-summary

Social smoker adalah perokok ringan yang hanya merokok saat berada di tengah kondisi sosial tertentu, misalnya saat berkumpul bersama teman. Mereka biasanya merokok untuk mencairkan suasana atau bersosialisasi.


close-summary

4 Mei 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Social smoker biasanya merokok saat berkumpul dengan teman

Social smoker biasanya hanya merokok pada momen-momen sosial tertentu

Table of Content

  • Bahaya menjadi social smoker
  • Cara berhenti merokok untuk social smoker

Social smoker menjadi istilah yang mungkin tidak asing bagi Anda. Social smoker adalah perokok ringan yang hanya merokok saat berada di tengah kondisi sosial tertentu.

Advertisement

Seorang social smoker biasanya merokok untuk mencairkan suasana atau bersosialisasi, khususnya pada tempat-tempat merokok merupakan hal yang lumrah, seperti kafe, bar, atau klub malam.

Tipe perokok ini biasanya merokok saat berkumpul dengan teman-teman atau klien yang merokok supaya dapat lebih diterima secara sosial.

Walaupun tidak merokok sebanyak perokok aktif atau pecandu rokok, kebiasaan ini tetap memiliki risiko kesehatan yang harus diwaspadai.

Bahaya menjadi social smoker

Berdasarkan banyaknya rokok yang dikonsumsi, ada tiga jenis perokok.

  • Perokok ringan yang mengonsumsi 1-10 batang rokok per hari
  • Perokok sedang yang mengonsumsi 11- 24 batang rokok per hari
  • Perokok berat yang mengonsumsi lebih dari 24 batang rokok per hari.

Social smoker adalah jenis perokok ringan karena biasanya hanya merokok dalam jumlah terbatas, umumnya 5 batang sehari.

Baca Juga

  • Sama-Sama Menyerang Pernapasan, Ini Perbedaan Bronkitis dan Pneumonia
  • Macam-Macam Obat Pneumonia Herbal yang Aman Dikonsumsi
  • Tips Berhenti Merokok untuk Kehamilan yang Sehat

Bahkan, ada pula tipe perokok sosial yang jarang merokok, yakni hanya merokok sesekali saja dalam situasi tertentu atau tidak selalu merokok setiap hari. Meski demikian, bukan berarti tidak memiliki risiko terpapar bahaya rokok.

Risiko gangguan kesehatan pada tipe orang yang merokok kadang-kadang mungkin tidak seburuk perokok aktif. 

Akan tetapi, risiko terkena kanker dan penyakit jantung pada tetap lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Sebab, ada banyak senyawa kimia pada rokok yang menyebabkan kerusakan paru-paru maupun organ tubuh lainnya.

Bahkan, baik itu lima batang atau dua bungkus, keduanya sama-sama berisiko membuat paru-paru rusak dengan ciri yang serupa.

Berikut adalah sejumlah bahaya kesehatan yang mengintai social smoker.

  • Infeksi saluran pernapasan
  • Otot dinding aorta yang melemah (aneurisma aorta)
  • Risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), bahkan mencapai 64 persen lebih banyak dibandingkan orang yang tidak merokok
  • Kenaikan risiko kanker paru-paru
  • Risiko kanker esofagus, lambung, dan pankreas
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung karena tekanan darah tinggi dan sumbatan kolesterol pada arteri
  • Sulit hamil pada wanita dan fungsi sperma yang lebih buruk pada pria
  • Katarak.

Social smoker juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap berbagai bahaya rokok lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronis (bronkitis kronis atau emfisema), stroke, penyakit arteri perifer, kanker payudara, dan kondisi lainnya.

Tidak hanya membahayakan Anda, bahkan menjadi social smoker juga membahayakan sekitar. Sebab, asap rokok akan terhirup dan tentu itu akan meracuni orang lain. Orang yang terkena dampak perokok meski ia tidak merokok disebut juga secondhand smoker.

Cara berhenti merokok untuk social smoker

Tipe perokok sosial umumnya lebih mudah berhenti merokok jika dibandingkan perokok aktif. Meski demikian, ada kecenderungan seorang perokok sosial tiba-tiba ‘mengidam’ nikotin pada waktu-waktu tertentu setelah tidak lama merokok.

Belum lagi, banyak tipe perokok sosial meyakini bahwa kebiasaan merokoknya yang hanya sesekali tidak berisiko. Pemahaman ini biasanya menyebabkan sulit berhenti.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghentikan kebiasan merokok pada social smoker, yaitu:

  • Mengetahui bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan.
  • Menggunakan produk nikotin pengganti rokok, misalnya dengan permen karet nikotin.
  • Mengonsumsi obat untuk berhenti merokok, seperti varenicline atau bupropion.
  • Membahas topik yang menarik sebagai bahan percakapan agar tidak harus menggunakan rokok sebagai perantara dalam bersosialisasi.
  • Hindari perokok lainnya sebisa mungkin, khususnya untuk beberapa minggu pertama.
  • Bersosialisasi dengan orang-orang yang memiliki lebih banyak kesamaan (minat) dengan Anda, selain hanya sekadar merokok.
  • Membuat zona bebas rokok di rumah atau kantor. Pilih area bebas rokok saat pertemuan.
  • Ingatkan diri Anda untuk tidak merokok, misalnya dengan memajangnya pada wallpaper ponsel atau laptop.
  • Tegaskan niat Anda dan jangan biarkan orang lain mengubah pikiran Anda.
  • Jika berada dalam situasi yang membuat Anda ingin merokok, segera tinggalkan tempat tersebut. Pergilah ke ruangan lain yang bebas rokok.

Cara terbaik bagi tipe perokok sosial untuk berhenti merokok adalah dengan menghimbau atau meminta bantuan orang di sekitar Anda untuk tidak merokok.

Selain itu, mintalah bantuan orang dekat agar tidak membiarkan Anda merokok atau memberikan rokok, bahkan jika Anda benar-benar memintanya.

Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

berhenti merokokbahaya asap rokokpenyakit paru-parupenyakit paru obstruktif kronis

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved