Hanya Membantu Bukan Mengobati, Waspadai Efek Samping Obat Tidur Tanpa Resep


Obat tidur tanpa resep yang bisa dibeli bebas dapat jadi pilihan saat mengalami susah tidur. Hanya saja, tetap ada risiko overdosis obat tidur apabila dikonsumsi tidak sesuai dosis.

0,0
10 Nov 2020|Azelia Trifiana
Obat tidur tanpa resep hanyalah solusi sementara masalah tidurObat tidur tanpa resep hanyalah solusi sementara masalah tidur
Ada kalanya tidur lelap sepanjang malam hanya sekadar angan-angan bagi sebagian orang. Bahkan, ini bisa terjadi meski sudah melakukan ritual sebelum tidur, relaksasi, menghindari kopi, dan lainnya. Jika ini terjadi, obat tidur tanpa resep yang bisa dibeli bebas dapat jadi pilihan.Hanya saja, tetap ada risiko overdosis obat tidur apabila dikonsumsi tidak sesuai dosis. Apalagi, obat semacam ini hanya membantu sementara saja, bukan mengobati masalah tidur. Cara yang jauh lebih efektif adalah mengubah gaya hidup.

Jenis obat tidur tanpa resep

Ada banyak jenis obat tidur yang dapat dibeli tanpa harus disertai resep dokter. Beberapa pilihan di antaranya adalah:

1. Diphenhydramine

Diphenhydramine termasuk jenis antihistamin dengan cara kerja seperti obat penenang. Efek samping dari konsumsi diphendydramine bisa berupa rasa kantuk bahkan di siang hari, mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi, dan kesulitan mengeluarkan urine.

2. Doxylamine succinate

Sama seperti diphenhydramine, doxylamine succinate juga merupakan obat penenang antihistamin. Efek samping yang mungkin muncul pun hampir sama.

3. Suplemen melatonin

Hormon melatonin berperan dalam mengatur siklus tidur dan terjaga manusia. Menurut beberapa penelitian, suplemen melatonin dapat membantu meredakan jet lag dan mempercepat seseorang bisa terlelap. Efek samping dari konsumsi suplemen ini adalah sakit kepala dan mengantuk di siang hari.

4. Valerian

Ini adalah jenis suplemen dari tanaman yang juga kerap digunakan untuk membantu mengatasi susah tidur. Meski beberapa studi mengakui manfaatnya, namun masih perlu penelitian lebih jauh. Umumnya, konsumsi valerian tidak menimbulkan efek samping.Selain beberapa jenis obat tidur tanpa resep di atas, ada banyak merek dagang lain yang juga dapat dibeli bebas. Efek samping dari tiap obat berbeda-beda.

Waspada risiko ketergantungan

seorang pria pusing
Obat tidur tanpa resep dapat memberikan efek ketergantungan
Jika obat tidur tanpa resep dikonsumsi untuk kondisi darurat seperti saat mengalami jet lag dan harus kembali menjalankan tugas penting keesokan paginya, bisa jadi dampaknya cukup efektif.Hanya saja, perlu diingat bahwa sebagian besar obat jenis ini mengandung antihistamin. Semakin sering seseorang mengonsumsi antihistamin, toleransi terhadap efek obat penenang bisa meningkat dengan cepat.Artinya, bisa saja obat yang dulu bisa membuat terlelap dengan cepat namun setelah dikonsumsi beberapa kali tidak menimbulkan efek yang sama kecuali dosisnya ditambah.Tak hanya itu, beberapa jenis obat semacam ini juga bisa menyebabkan seseorang merasa kurang berenergi dan sakit kepala keesokan harinya. Mirip seperti yang terjadi ketika hangover.Selain itu, ada juga kemungkinan interaksi dengan obat lain. Tidak diketahui apa efek samping dan seberapa aman mengonsumsi obat tidur ini bersamaan dengan konsumsi obat jenis lain.

Cara aman konsumsi obat tidur

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko dan bahaya mengonsumsi obat tidur tanpa resep, yaitu:
  • Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Tubuh setiap orang berbeda, termasuk kondisi medisnya. Jenis obat tidur seperti diphenhydramine dan doxylamine tidak disarankan untuk penderita glaukoma, asma, penyakit paru obstruktif kronis, sleep apnea, penyakit hati, dan obstruksi sistem pencernaan.Tak hanya itu, obat semacam ini juga tidak disarankan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Risiko juga lebih besar bagi orang berusia di atas 75 tahun karena bisa menambah kemungkinan mengalami demensia dan stroke.
  • Batasi konsumsi

Meski tak ada resep dari dokter, pastikan tidak sembarangan mengonsumsi obat tidur yang dijual bebas ini. Konsumsi hanya jika merasa butuh solusi sementara untuk insomnia. Umumnya, obat ini tidak disarankan dikonsumsi lebih dari dua minggu.
  • Hindari konsumsi alkohol

Jangan pernah mencampur konsumsi alkohol dengan obat tidur jenis apapun. Alasannya karena alkohol dapat meningkatkan efek menenangkan dari obat tidur ini. Dan bahkan dapat menimbulkan efek samping fatal sampai pada kematian.
  • Hindari aktivitas yang butuh fokus

Mengingat efek samping obat ini bisa menyebabkan lebih mengantuk keesokan harinya, sebaiknya hindari aktivitas yang perlu fokus seperti menyetir atau mengoperasikan alat berat

Meski bisa saja obat tidur semacam ini ampuh membantu tidur nyenyak, ingat bahwa tak ada yang lebih efektif selain mengubah gaya hidup ke arah lebih sehat. Obat-obatan semacam ini hanya bersifat membantu, bukan mengobati masalah tidur.Selain itu, bagi yang menjalani pengobatan lain, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apakah aman mengonsumsinya bersamaan dengan obat tidur.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gaya hidup lebih sehat yang dapat membuat tidur lebih berkualitas, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
waktu tidurgangguan tidurmasalah tidur
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/sleep-aids/art-20047860
Diakses pada 26 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/insomnia-medications
Diakses pada 26 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/features/sleeping-pills
Diakses pada 26 Oktober 2020
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/sleep/sleeping-pills-and-natural-sleep-aids.htm
Diakses pada 26 Oktober 2020
American Addiction Centers. https://www.alcohol.org/mixing-with/sleeping-pills/Diakses pada 26 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait