logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Positif Hamil tapi Haid, Mungkinkah Terjadi? Ini Penjelasan Medisnya

open-summary

Hamil tapi haid merupakan kondisi yang tidak mungkin terjadi. Namun, hal ini dapat menandakan perdarahan karena menempelnya embrio pada dinding rahim, keguguran, atau bahkan komplikasi kehamilan.


close-summary

3.58

(69)

5 Nov 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Hamil tapi haid sebetulnya tidak mungkin terjadi

Pendarahan seperti haid bisa saja terjadi saat hamil

Table of Content

  • Hamil tapi haid, mungkinkah terjadi?
  • Apa penyebab positif hamil tapi keluar darah seperti haid di trimester pertama?
  • Apa penyebab hamil tapi seperti haid di trimester kedua dan ketiga?
  • Kapan harus ke dokter?

Ketika darah keluar dari vagina saat hamil, mungkin akan membuat sebagian ibu  bingung dan bertanya-tanya mungkinkah hamil tapi haid? Kurangnya informasi seputar alat reproduksi, membuat menstruasi kadang muncul sebagai jawaban atas perkiraan mereka.

Advertisement

Padahal perdarahan saat kehamilan memiliki karakteristik yang berbeda dengan menstruasi. Ini menjadi salah satu hal yang seringkali membuat banyak wanita keliru. Mari kita buktikan kebenarannya.

Hamil tapi haid, mungkinkah terjadi?

Secara alamiah, wanita tidak mungkin mengalami haid lagi sepanjang kehamilan. Namun, tetap ada kemungkinan perdarahan yang kerap terjadi pada awal kehamilan, biasanya berwarna merah muda terang atau coklat. Perlu Anda ingat bahwa ini bukanlah menstruasi atau haid di awal kehamilan.

Menstruasi hanya terjadi ketika seseorang tidak hamil. Sel telur umumnya dilepaskan sebulan sekali dari ovarium. Ketika tidak dibuahi, sel telur akan keluar dari rahim melalui vagina hingga terjadilah menstruasi. Perdarahan haid seringkali dimulai dengan warna merah terang, kemudian menjadi lebih gelap dan berat.

Mens tapi hamil tidak mungkin terjadi karena sel telur telah dibuahi. Namun, beberapa wanita mengklaim bahwa dirinya mengalami menstruasi saat hamil. Padahal perdarahan yang terjadi dalam kehamilan merupakan suatu peringatan, meski bukan selalu hal yang berbahaya.

Namun, pastikan bahwa Anda memang benar-benar hamil. Sebab jika Anda merasa hamil, namun belum dinyatakan positif, dan terjadi perdarahan yang cukup banyak hingga memenuhi pembalut, mungkin itu pertanda bahwa Anda tidak hamil, melainkan sedang datang bulan.

Sementara, jika Anda telah dinyatakan positif hamil (melalui tes kehamilan) dan mengalami perdarahan hebat, maka segera hubungi dokter kandungan. Hal ini dapat menjadi tanda kehamilan atau adanya suatu masalah pada kehamilan Anda.

Baca juga: Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Apa penyebab positif hamil tapi keluar darah seperti haid di trimester pertama?

Positif hamil tapi haid atau keluar darah pada umumnya bisa saja terjadi. Namun, darah tersebut kemungkinan adalah perdarahan yang terjadi saat masa kehamilan. 

Perdarahan lebih sering terjadi selama trimester pertama. Perdarahan saat hamil muda seperti haid ini dapat disebabkan oleh perdarahan implantasi (bercak darah di awal kehamilan karena embrio yang menempel di dinding rahim), perubahan serviks, infeksi, hamil anggur (tumor jinak akibat janin gagal terbentuk), kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan), dan tanda-tanda awal keguguran.

Sementara, penyebab lain terjadinya pendarahan pada trimester pertama, yaitu pendarahan subkorionik atau hematom subkorionik (pendarahan yang terjadi antara dinding rahim dan plasenta).

Perdarahan saat hamil muda seperti haid juga dapat disertai dengan kram parah atau sakit perut, sakit punggung, hilang kesadaran, kelelahan, sakit bahu, demam, keputihan berubah, mual dan muntah yang tak terkendali. Namun, banyak pula wanita yang memiliki bayi sehat setelah mengalami bercak darah selama trimester pertama.

Apa penyebab hamil tapi seperti haid di trimester kedua dan ketiga?

Berbeda dengan perdarahan saat hamil muda seperti haid, perdarahan yang terjadi pada trimester kedua atau ketiga seringkali membutuhkan perhatian medis, baik pendarahannya ringan ataupun berat, dan disertai gejala lain ataupun tidak.

Penyebab pendarahan saat hamil trimester kedua atau ketiga ini, meliputi:

1. Persalinan prematur atau pelebaran serviks

Persalinan prematur, atau kelahiran yang terjadi sebelum 37 minggu kehamilan, dapat membuat ibu mengalami gejala yang mirip dengan menstruasi. Selain itu, persalinan prematur juga bisa menyebabkan sakit punggung, kram, dan tekanan di vagina.

2. Plasenta previa

Plasenta previa terjadi ketika plasenta terletak rendah di dalam rahim, dan sangat dekat atau menutupi leher rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan yang bervariasi, namun tak ada gejala lain. Plasenta previa dapat menghambat persalinan.

3. Solusio plasenta

Solusio plasenta terjadi ketika plasenta terlepas dari rahim hingga menyebabkan perdarahan hebat dan sakit perut yang parah. Ini paling banyak terjadi pada beberapa bulan terakhir kehamilan. Memiliki tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terkena solusio plasenta. Gejala yang khas adalah perut keras seperti papan diikuti dengan keluarnya darah berwarna kehitaman dari vagina.

4. Ruptur uteri

Ruptur uteri terjadi ketika otot rahim terpisah atau robek hingga menyebabkan pendarahan yang tidak terkontrol. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah melahirkan dengan operasi caesar.

5. Pemeriksaan serviks

Dokter dapat memeriksa serviks untuk memeriksa adanya kelainan. Prosedur ini terkadang bisa menyebabkan pendarahan kecil.

6. Hubungan seksual

Sebagian besar wanita dapat berhubungan seks selama kehamilan, kecuali jika dokter tidak menyarankannya. Kegiatan ini mungkin dapat membuat Anda mengalami pendarahan karena peningkatan sensitivitas jaringan vagina dan serviks.

Baca juga: Keluar Darah Setelah Berhubungan saat Hamil Muda, Apa Penyebabnya?

Kapan harus ke dokter?

Anda harus segera mencari bantuan medis darurat jika mengalami perdarahan seperti haid banyak tapi positif hamil selama kehamilan yang berat dan menggumpal, atau disertai dengan gejala tambahan, seperti nyeri dan kram, pusing atau pingsan, serta sakit parah di perut atau panggul

Jika wanita hamil mengalami perdarahan dalam kehamilannya, perhatikan warna, jumlah, dan konsistensinya untuk memudahkan dokter mendiagnosis. Setelah itu, segera periksakan diri Anda pada dokter untuk mengetahui penyebab dan cara menanganinya.

Jika ingin berkonsultasi langsung seputar mengapa hamil tapi haid, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

kehamilanhaid

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved