Hamil Menjelang Menopause, Mungkinkah Terjadi?

(0)
30 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hamil menjelang menopause ternyata mungkin terjadiHamil menjelang menopause memiliki sejumlah risiko
Tidak sedikit wanita yang mempertanyakan kemungkinan untuk hamil menjelang menopause. Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini, Anda perlu memahami bahwa wanita mengalami masa transisi di mana tubuh mulai melakukan perubahan untuk mempersiapkan menopause (pramenopause).Pada masa ini, menstruasi menjadi tidak teratur sehingga dapat memengaruhi masa subur dan pembuahan. Selain itu, ada berbagai gejala lain yang dapat Anda rasakan. Lantas, apakah wanita yang mengalami pramenopause bisa hamil?

Mungkinkah hamil menjelang menopause?

Seiring bertambahnya usia, kesuburan wanita umumnya berkurang. Meski demikian, hamil menjelang menopause tetap bisa terjadi selama Anda masih mengalami menstruasi. Sebab, menstruasi menandakan bahwa Anda masih memiliki cadangan sel telur yang bisa dibuahi.Dilansir dari Very Well Health, pada tahun 2017, ada 840 kelahiran untuk wanita berusia 50 tahun ke atas di Amerika Serikat. Selain itu, data yang sama juga menyebutkan angka kelahiran untuk wanita berusia 45 tahun ke atas adalah 0,9 kelahiran per 1000 wanita.Walaupun jumlahnya kecil, data di atas menunjukkan bahwa hamil menjelang menopause dapat terjadi pada wanita usia paruh baya. Apalagi jika Anda masih aktif secara seksual dan tidak menggunakan alat kontrasepsi sehingga masa pramenopause bisa hamil.

Risiko hamil menjelang menopause

Meski bisa terjadi, hamil menjelang menopause memiliki sejumlah risiko yang patut Anda pertimbangkan, yakni:

1. Keguguran

kram perut keguguran
Keguguran sebabkan pendarah dan kram perut
Hamil menjelang menopause bisa meningkatkan risiko keguguran karena kualitas sel telur yang rendah dan perubahan rahim yang tidak sekuat dulu. Kondisi ini dapat ditandai dengan perdarahan dan nyeri atau kram perut.

2. Melahirkan bayi dengan kelainan kromosom

Walaupun wanita yang mengalami pramenopause bisa hamil, buruknya kualitas sel telur mereka dapat meningkatkan risiko cacat lahir karena kelainan kromosom, seperti sindrom Down atau sindrom Patau. 

3. Kelahiran prematur

kelahiran prematur
Prematur menjadi risiko kehamilan menjelang menopause
Hamil menjelang menopause juga bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur, yakni bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Kondisi ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

4. Risiko komplikasi kehamilan maupun persalinan

Hamil di usia yang tak lagi muda dapat terasa lebih berat. Anda memiliki kemungkinan yang lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan atau persalinan, seperti darah tinggi, stroke, kejang, diabetes gestasional, dan masalah jantung.Bagi Anda yang hamil di waktu menjelang menopause, Anda harus lebih sering memeriksakan kandungan ke dokter untuk mencegah terjadinya risiko di atas.Sementara, jika Anda menghindari hamil menjelang menopause, sebaiknya gunakan kontrasepsi sampai Anda tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Namun, apabila Anda menginginkan kehamilan, berkonsultasilah pada dokter kandungan mengenai keamanan dan risikonya.

Ciri-ciri menjelang menopause

Ciri-ciri menjelang menopause kadang tidak atau sulit disadari. Hal ini menyebabkan wanita yang mengalami pramenopause bisa hamil tanpa direncanakan. Sebuah studi tinjauan pada tahun 2015 menemukan bahwa 75 persen kehamilan pada wanita usia 40 ke atas tidak direncanakan. Adapun ciri-ciri menjelang menopause yang dapat Anda perhatikan, di antaranya:
  • Menstruasi tidak teratur
  • Menstruasi lebih berat atau lebih ringan dari sebelumnya
  • PMS terasa lebih buruk
  • Hot flashes, yaitu sensasi hangat yang datang tiba-tiba dan intens di wajah, leher, dan dada
  • Nyeri payudara
  • Gairah seks menurun
  • Mudah lelah
  • Vagina kering sehingga tidak nyaman saat berhubungan intim
  • Urine bocor ketika batuk atau bersin
  • Rasa ingin buang air kecil tak tertahankan atau lebih sering buang air kecil
  • Perubahan suasana hati
  • Sulit tidur.
Dalam menghadapi masa menjelang menopause, tubuh Anda harus tetap prima. Jadi, usahakan untuk mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, hindari merokok, dan tidur dengan cukup.Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar hamil menjelang menopause, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menopausekehamilanmasalah kehamilan
Web MD. https://www.webmd.com/menopause/guide/guide-perimenopause
Diakses pada 16 April 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/change-of-life-baby-is-pregnancy-possible-during-perimenopause-3576789
Diakses pada 16 April 2021
Premier Health. https://www.premierhealth.com/your-health/articles/women-wisdom-wellness-/i-can-t-be-pregnant-i-m-too-old-
Diakses pada 16 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait