Kehamilan anembrionik atau hamil kosong mungkin sudah tidak terdengar asing lagi di telinga Anda. 50% kasus keguguran di awal kehamilan bahkan disebabkan oleh hamil kosong. Kondisi ini pada awalnya memiliki tanda yang sama dengan kehamilan normal. 

Kemudian, seiring waktu muncul pendarahan yang menjadi tanda dari keguguran hamil anembrionik. Namun, Anda bisa juga mengalami hamil kosong tapi tidak pendarahan. Lantas, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Hamil Kosong Tapi Tidak Pendarahan

Hamil kosong tapi tidak pendarahan bisa terjadi ketika kondisi tersebut dideteksi sedini mungkin. Tanda yang mirip dengan kehamilan normal memang membuat kehamilan anembrionik seringkali tak disadari. Barulah ketika muncul pendarahan, Anda menyadari bahwa kandungan Anda bermasalah.

Ini tentu bisa berbahaya jika Anda baru mengetahui mengalami hamil kosong setelah terjadi pendarahan. Terjadinya pendarahan di vagina dapat membuat Anda berisiko kehilangan banyak darah. Oleh sebab itu, Anda harus melakukan deteksi dini terhadap kehamilan anembrionik dengan cara:

1. Melakukan USG

USG merupakan cara terbaik dalam mendeteksi dini hamil kosong tapi tidak pendarahan. Ketika Anda mengalami hamil kosong, maka saat melakukan USG janin tidak akan nampak. Dengan melakukan USG, Anda dapat mengetahui keadaan kandungan Anda dengan cukup lengkap sehingga kehamilan kosong pun dapat terdeteksi. Oleh sebab itu, Anda harus melakukan pemeriksaan USG kandungan secara rutin. 

2. Memperhatikan tanda-tanda hamil kosong

Memperhatikan tanda-tanda hamil kosong sedini mungkin merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam mendeteksi hamil kosong tapi tidak pendarahan. Adapun tanda hamil kosong yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Mual dan muntah hilang

Ketika mual dan muntah yang semula Anda rasakan tiba-tiba hilang, maka Anda harus waspada karena bisa saja itu menjadi tanda hamil kosong tapi tidak pendarahan. Ketika usia kandungan semakin bertambah, biasanya akan terjadi mual dan muntah (morning sick) karena perubahan hormon. Akan tetapi, pada hamil kosong mual dan muntah itu malah berkurang atau bahkan menghilang seiring bertambahnya usia kandungan.

  • Nyeri payudara hilang

Ketika sebelumnya Anda merasakan nyeri payudara, namun seiring usia kehamilan nyeri tersebut malah hilang tentu Anda harus curiga. Hal itu bisa menjadi tanda hamil kosong. Meski tidak ada pendarahan, tanda-tanda lain seperti nyeri payudara yang hilang tentu harus Anda perhatikan.

  • Kram perut yang hebat

Ketika Anda merasakan kram yang hebat di perut, maka Anda tentu harus waspada. Ini dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami hamil kosong tapi tidak pendarahan. Kram di perut yang hebat juga bisa menjadi indikasi bahwa kehamilan anembrionik Anda akan gugur.

Penanganan Hamil Kosong di Rumah

Penanganan hamil kosong di rumah dapat dilakukan dengan menunggunya gugur secara alami. Hal ini membutuhkan waktu kurang lebih selama 2 minggu. Jika Anda memilih penanganan ini, maka Anda mungkin tidak akan melakukan pengobatan dengan obat atau prosedur bedah. Setelah mengalami keguguran alami, Anda mungkin memerlukan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi nyeri yang dirasa. Dokter dapat merekomendasikan obat penghilang rasa nyeri yang tepat untuk Anda. Selain itu, mengoleskan kain yang telah direndam minyak jarak pada panggul dapat mengurangi kram yang Anda rasa. Anda juga harus beristirahat dengan cukup agar dapat segera pulih.

Pengobatan untuk Penderita Hamil Kosong

Ketika Anda memeriksakan hamil kosong Anda ke dokter, dokter akan merekomendasikan pengobatan untuk kondisi Anda tersebut. Adapun pengobatan yang akan direkomendasikan, sebagai berikut:

  • Obat-obatan

Dokter akan menganjurkan Anda menggunakan obat penggugur kandungan berupa obat oral atau yang dimasukkan ke dalam vagina. Adapun obat yang dapat digunakan, yaitu Misoprostol dan Cytotec. Akan tetapi, dalam menggunakan obat tersebut tentu harus berdasarkan petunjuk dokter dengan dosis yang tepat. Setelah menggunakan obat ini, dibutuhkan beberapa hari bagi tubuh untuk mengeluarkan semua jaringan hamil kosong yang ada di tubuh Anda. Akan tetapi, mungkin terdapat efek samping seperti mual, diare, kram perut, dan pendarahan hebat.

  • Dilatasi dan Kuret

Jika Anda tidak ingin menggunakan obat, maka dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan dilatasi dan kuret. Dilatasi dan kuret adalah prosedur bedah untuk mengangkat jaringan kehamilan kosong. Hal ini dilakukan dengan melebarkan leher rahim, dan mengikis isi jaringan kehamilan. Dilatasi dan kuret mungkin dapat menimbulkan efek samping, seperti infeksi leher rahim, kerusakan rahim, jaringan parut rahim, dan pendarahan hebat.

Pilihan pengobatan untuk hamil kosong yang Anda alami tentu tergantung pada Anda. Namun, berkonsultasi pada dokter merupakan hal yang baik agar kondisi Anda tetap aman setelah mengalami kehamilan anembrionik.

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/blighted-ovum#diagnosis. Diakses pada 9 Juli 2019.
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499938/. Diakses pada 9 Juli 2019.
Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/blighted-ovum_00475758/#gref. Diakses pada 9 Juli 2019.
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/choosing-a-miscarriage-treatment-2371456. Diakses pada 9 Juli 2019.
Mama Natural. https://www.mamanatural.com/blighted-ovum/. Diakses pada 9 Juli 2019.

Artikel Terkait