Hamil 35 Minggu: Bagaimana Perkembangan Janin dan Perubahan Fisik pada Ibu?


Hamil 35 minggu adalah kehamilan usia 8 bulan. Pada fase ini, otak dan saraf bayi berkembang lebih optimal, tetapi ibu hamil harus hati-hati dengan risiko pendarahan akiba rahim lemah hingga masalah plasenta.

(0)
Hamil 35 minggu adalah kehamilan 8 bulanHamill 35 minggu adalah fase saat otak dan saraf bayi sudah optimal
Hamil 35 minggu adalah hamil 8 bulan. Pada usia kehamilan 35 minggu, berat badan janin serta panjangnya adalah 46 centimeter dan 2,38 kilogram. Mengingat bayi semakin besar, ruang untuk bayi bergerak di dalam rahim pun sudah semakin terbatas.Pada trimester tiga ini, selain dari ukurannya, tentu ada banyak lagi perkembangan pesat yang bisa diamati dari Si Kecil. Selain itu, ibu juga harus mewaspadai beberapa risiko komplikasi pada usia kehamilan ini.Lantas, apa saja perkembangan janin pada saat proses kehamilan pada minggu ke-35?

Hamil 35 minggu, bagaimana perkembangan janin?

Otak janin mengalami perkembangan pesat saat ibu hamil 35 minggu
Inilah perkembangan pesat yang dialami janin saat memasuki minggu ke-35:
  • Lemak tubuh bayi bertambah
  • Otaknya semakin berkembang.
  • Bisa menangis 
  • Meningkatnya kemungkinan untuk dapat hidup saat lahir
Ketahui penjelasan yang lebih detail mengenai perkembangan janin usia 35 minggu di bawah ini:

1. Lemak tubuh bertambah

Hamil 35 minggu membuat pertumbuhan tubuh bayi berkembang Saat pertengahan kehamilan, lemak pada tubuh janin hanya sebanyak dua persen.Namun, ketika memasuki kehamilan 35 minggu, kandungan lemak pada tubuhnya pun mencapai 15 persen dari seluruh tubuhnya.Pada saat ini, lemak pun bertumpuk di bagian bahunya dan membentuk seperti bantalan.

2. Lebih jarang menendang

Ketika bayi bertumbuh lebih besar, hal ini pun menyisakan ruang yang lebih sedikit. Ini pun membuat gerakan tendangan berkurang, tetapi lebih kencang. Selain itu, ia bergerak dengan cara berguling atau seperti merayap. Yang penting, gerakan janin disebut normal apabila Anda merasakan setidaknya 10 gerakan dalam 1 jam.

3. Sudah bisa buang air besar

Bayi akan memiliki "limbah" di dalam tubuhnya yang berasal dari asupan nutrisi yang dibawa melalui plasenta. Janin dari ibu yang sedang hamil 35 minggu sudah mampu mengolah kotoran tersebut karena ginjal dan hatinya sudah berkembang sempurna.

4. Otak berkembang pesat

Saat sampai pada fase kehamilan 35 minggu, berat otak bayi mampu bertambah hingga 10 kali lipat. Riset dari Pediatrics menambahkan, saraf otak pun juga bertumbuh pesat dan semakin terhubung satu sama lain.

5. Mampu menangis

Riiset terbitan PLoS One menyatakan, bayi sudah bisa banyak berekspresi di minggu ini. Saat ibu hamil 35 minggu, bayi juga sudah bisa menunjukkan tangisannya. Namun, alih-alih mengeluarkan air mata, gerakan tangisan ini berupa menoleh, mulut terbuka, lidahnya tertekan, dan napasnya pendek, cepat, serata dalam. Selain itu, dagunya pun bergetar dan kepalanya pun dimiringkan.Air mata bayi dalam kandungan tidak terdeteksi karenatersamarkan dengan air ketuban.

Hamil 35 minggu, apa saja perubahan fisik ibu serta keluhannya?

Usia kehamilan pun juga memengaruhi perubahan fisik pada ibu. Bahkan, hal ini akan menimbulkan keluhan baru.Inilah keluhan serta perubahan fisik ibu yang memasuki usia kehamilan minggu ke-35 berikut:
  • Sesak napas karena perut yang membesar
  • Asam lambung naik
  • Sering buang air kecil
  • Muncul bercak darah
  • Kontraksi palsu
  • Nyeri panggul
  • Varises dan wasir
  • Ruam kulit

1. Sulit bernapas

Ibu hamil 35 minggu kerap kali sesak napas
Pada usia kehamilan 35 minggu, bayi bertumbuh besar dan mendorong rahim ke arah diafragma. Paru-paru pun akhirnya ikut terdorong. Hal inilah yang membuat Anda sesak napas saat hamil 35 minggu.

2. Asam lambung naik

Asam lambung naik atau heartburn merupakan keluhan yang kerap dijumpai saat hamil 35 bulan.Sebab, tubuh menghasilkan hormon relaxin yang membuat otot yang menghubungkan perut dan kerongkongan pun menjadi lemas. Akhirnya, asam lambung pun naik.Selain itu, rahim yang membesar hingga mendorong perut pun turut andil dalam keluhan ini.

3. Sering buang air kecil

Adanya hormon kehamilan membuat ibu sering ingin buang air kecil
Sama seperti trimester 1, pada fase kehamilan ini, hormon Human chorionic gonadotropin (hCG) pun meningkat. Hal ini menyebabkan aliran darah ke bagian panggul pun meningkat. Oleh karena itu, ginjal pun terkena efeknya sehingga Anda pun buang air kecil.Selain itu, pada usia kehamilan ini, ginjal pun bekerja ganda, buang air untuk ibu maupun janin.Tidak hanya itu, lagi-lagi, seiring bertambahnya ukuran bayi, ia pun akan membuat rahim mendorong kantung kemih sehingga urine pun "terdesak" dan harus dikeluarkan.

4. Kontraksi palsu

Perut kencang saat hamil 35 minggu terjadi akibat Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Sebenarnya, kontraksi palsu adalah cara kerja tubuh untuk mempersiapkan kelahiran.Oleh karena itu, otot rahim dan leher rahim pun mengencang supaya Anda mampu menghadapi persalinan yang sesungguhnya. 

5. Nyeri panggul

Kepala bayi semakin ke bawah dan menyebabkan ibu hamil 35 minggu nyeri panggul
Anda kerap merasakan panggul terasa nyeri, bahkan terasa sangat tajam seolah-olah panggul terkelupas. Hal ini dikarenakan kepala bayi yang semakin mengarah ke bawah untuk mempersiapkan kelahiran.Akibatnya, ada rasa tertekan pada bagian kandung kemih, rektum, pinggul, serta tulang panggul. Jadi, hamil 35 minggu perut bawah sakit pun tak terhindarkan.

6. Varises dan wasir

Ibu kerap kali mengalami pembuluh darah yang membengkak. Hal ini diakibatkan berat badan bayi yang mampu menekan pembuluh darah. Oleh karena itu, darah pun mengumpul dan membuat pembuluh darah di kaki dan dubur pun membesar.Hal ini menyebabkan varises dan wasir. Selain itu, peningkatan aliran pembuluh darah ini pun juga terjadi akibat perubahan hormon saat hamil.

7. Ruam kulit

Ruam kulit kerap terjadi pada ibu hamil 35 minggu
Memasuki usia kehamilan 35 minggu, rupanya ibu rentan mengalami ruam kulit. Ini juga disebut dengan pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy atau disingkat sebagai PUPP. Biasanya, ditemukan pada bagian paha, bokong, atau lengan. Ruam ini diikuti dengan rasa gatal.Sebenarnya, belum diketahui penyebab pasti dari PUPP ini. Namun, hal ini kemungkinan terjadi akibat sel janin menyerang kulit ibu selama kehamilan.

Hamil 35 minggu, apa saja yang harus dipersiapkan?

Untuk menjaga agar ibu dan bayi tetap sehat, beberapa yang harus dipersiapkan adalah:
  • Menjaga asupan nutrisi
  • Olahraga ringan dengan rutin
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan Streptococcus group B (GBS).
Inilah penjelasan lebih lanjut terkait persiapan untuk ibu yang memasuki usia kehamilan pada minggu ke-35:

1. Jaga asupan nutrisi

Asupan susu dan protein berguna untuk cegah hamil 35 minggu berat janin kurang
Memang, meski tubuh janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, bukan tidak mungkin bila hamil 35 minggu berat janin kurang. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, berat badan bayi 35 minggu berkisar 2,38 kilogram.Menurut riset dari Journal of Health, Population, and Nutrition, konsumsi susu dan asupan protein mampu meningkatkan berat badan janin yang kurang saat ibu hamil 35 minggu. Asupan susu yang tinggi pun memengaruhi lingkar kepala, lingkar perut, serta tulang yang lebih besar. Tentunya, hal ini akan meningkatkan berat badan janin 35 minggu.

2. Olahraga ringan

Olahraga ringan bagi ibu hamil 35 bulan terbukti membuat lebih tenang
Olahraga terbukti membuat bayi mendapatkan pasokan oksigen yang lebih. Selain itu, ibu yang olahraga mendapatkan manfaat berupa tidur lebih cepat, lebih tenang, dan rasa tidak nyaman pada perut.

3. Lakukan pemeriksaan fisik

Dokter akan mengecek tubuh janin saat ibu hamil 35 bulan
Dokter akan mengecek detak jantung bayi. Selain itu, dokter juga mengecek tinggi fundus, yaitu jarak antara tulang kemaluan dan bagian atas rahim.Hal ini berguna untuk memastikan pertumbuhan bayi agar tetap normal. Posisi bayi pun diperhatikan apakah sungsang atau tidak.

4. Periksa Streptococcus group B (GBS)

Tes ini berguna untuk mengecek adanya Streptococcus group B pada ibu hamil. Umumnya, tes ini dilakukan saat hamil 35 minggu hingga 37 minggu.Tes ini berguna untuk mencegah bayi mengalami penyakit pneumonia, sepsis, meningitis, kejang, hingga kematian.

Amankah melahirkan di usia kehamilan 35 minggu?

Melahirkan dengan usia kehamilan 35 minggu tidak aman
Sebenarnya, fase 35 minggu merupakan fase prematur akhir menuju bayi cukup bulan. Ia memiliki peluang lebih dari 99% untuk bertahan hidup. Bayi yang lahir pada usia ini pun memiliki risiko yang lebih rendah daripada lahir prematur di bawah usia 35 minggu.Namun, temuan dari Seminars in Perinatology menjabarkan, bayi pun akan berisiko mengalami pernapasan akut jika lahir pada usia 35 minggu.Jadi, untuk menjawab pertanyaan “amankah melahirkan di usia kehamilan 35 minggu?”, jawabannya adalah tidak. Karena janin belum matang harus menunggu memasuki 38 minggu. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut terkait hal-hal selama kehamilan 35 minggu atau persiapan melahirkan, segera temui dokter kandungan terdekat atau konsultasikan melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanhamilkehamilanmasalah kehamilanibu hamil
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-35.aspxBaby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy/week-by-week/35-weeks-pregnant Diakses pada 17 Januari 2021Pediatrics. https://pediatrics.aappublications.org/content/131/5/e1475 Diakses pada 17 Januari 2021PLoS One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3164123/ Diakses pada 17 Januari 2021Web MD. https://www.webmd.com/baby/news/20050913/babies-may-start-crying-while-in-womb Diakses pada 17 Januari 2021Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/do-babies-cry-in-the-womb-4155181 Diakses pada 17 Januari 2021Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/35-weeks-pregnant-4159237 Diakses pada 17 Januari 2021Seminars in Perinatology. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0146000506000061?via%3Dihub Diakses pada 17 Januari 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/third-trimester-shortness-breath-edema Diakses pada 17 Januari 2021UTSouth Western Medical Center. https://utswmed.org/medblog/heartburn-gerd-pregnancy/ Diakses pada 17 Januari 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd/pregnancy#heartburn-and-pregnancy Diakses pada 17 Januari 2021What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/frequent-urination.aspx Diakses pada 17 Januari 2021What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/vaginal-spotting.aspx Diakses pada 17 Januari 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/signs-of-labor/art-20046184 Diakses pada 17 Januari 2021Sanford Health. https://news.sanfordhealth.org/womens/is-spotting-during-pregnancy-normal/ Diakses pada 17 Januari 2021Pregnancy Birth and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/braxton-hicks-contractions Diakses pada 17 Januari 2021What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/pelvic-discomfort.aspx Diakses pada 17 Januari 2021Cedars-Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/h/hemorrhoids-and-varicose-veins-in-pregnancy.html Diakses pada 17 Januari 2021What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/whose-body/skin-rashy.aspx Diakses pada 17 Januari 2021Mediators of Inflammation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4385665/ Diakses pada 17 Januari 2021Journal of Health, Population, and Nutrition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3905637/ Diakses pada 17 Januari 2021Baby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/third-trimester-prenatal-visits_9346 Diakses pada 17 Januari 2021Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/groupb.html Diakses pada 17 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait