Hamil 3 Bulan, Ini yang Terjadi pada Ibu dan Janin

(0)
29 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ibu hamil 3 bulan perutnya belum terlalu besar, namun janinnya terus berkembangHamil 3 bulan, janin sudah mulai belajar bergerak dan menendang
Saat hamil 3 bulan, ada banyak perubahan yang mulai terasa pada ibu. Di usia ini, janin pun mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Bulan ini merupakan bulan terakhir di trimester pertama kehamilan. Sehingga, gejala yang dirasakan ibu bisa beragam dan mulai mengarah pada kondisi trimester kedua kehamilan.

Perkembangan janin usia 3 bulan

Umumnya, usia janin 3 bulan bisa disamakan dengan usia 9-13 minggu. Namun beberapa ibu hamil dan dokter juga ada yang menghitung usia kehamilan 3 bulan sebagai usia 12-16 minggu. Sebab pada 2 minggu awal kehamilan, banyak wanita yang tidak sadar dirinya sedang hamil. Sehingga, hitungan kehamilan bulan pertama ditambah menjadi 6 minggu dan bukan 4 minggu.Pada usia 3 bulan, ukuran janin mulai bertambah, yaitu rata-rata memiliki panjang sekitar 8,9 cm dan berat sekitar 40 gram. Sekarang, Si Kecil sudah berukuran sebesar buah lemon.Selain itu, janin 3 bulan juga mengalami perkembangan lain seperti:
  • Ukuran kepala mulai bertambah, dan akan terlihat lebih besar daripada badan. Hal ini terjadi karena otak mulai tumbuh dengan pesat.
  • Kulit masih terlihat transparan, pembuluh darah masih bisa terlihat jelas.
  • Jari kaki dan tangan mulai terpisah, kuku pun sudah terbentuk
  • Sidik jari mulai terbentuk.
  • Tangannya kini sudah bisa menutup dan membuka.
  • Hidung dan telinganya sudah bisa terlihat jelas di pemeriksaan USG.
  • Leher juga terbentuk di usia ini, bersamaan dengan folikel rambut dan puting.
  • Kelopak mata sudah mulai bisa terpejam untuk menutupi mata.
  • Lidah dan laring atau kotak suara mulai terbentuk.
  • Rahang dan bibir bagian atas juga terbentuk saat usia janin 3 bulan.
  • Janin sudah mulai bisa mengisap jempol dan cegukan.
  • Jantung semakin terbentuk dan mulai berdetak, sehingga sudah bisa didengar saat pemeriksaan USG.
  • Struktur otot dan tulang juga mulai terbentuk
  • Bayi akan mulai menendang, berbalik, dan bergerak ke arah lainnya. Namun, ibu biasanya belum bisa merasakan gerakannya.
  • Sumsum tulang mulai memproduksi sel darah putih untuk menjaga janin tetap sehat.
  • Usus sudah mulai bisa berkontraksi dan relaksasi, sesuai proses pencernaan yang terjadi
  • Pankreas sudah mulai berfungsi dan memproduksi insulin.
  • Ginjal sudah mulai mengeluarkan urine lewat saluran kemih.

Perubahan pada ibu hamil 3 bulan

Saat hamil 3 bulan, ibu masih akan merasakan gejala-gejala kehamilan seperti di dua bulan pertama namun gejala lain yang mengarah pada gejala trimester kedua juga sudah mulai nampak. Berikut ini beberapa perubahan yang mungkin akan dirasakan.
  • Mual
  • Area di sekitar puting yang disebut areola akan membesar dan berwarna lebih gelap
  • Ibu dengan kulit yang memang mudah berjerawat, kemungkinan juga akan mengalami breakout
  • Penambahan berat badan belum terjadi secara siginifikan, kemungkinan sekitar 1-2 kilogram
  • Di usia kehamilan 11 minggu, mual umumnya akan berkurang, tapi bisa juga tidak, tergantung kondisi.
  • Keputihan yang keluar dari vagina jumlahnya bertambah.
  • Perubahan hormon membuat gusi jadi lebih mudah berdarah.
  • Konstipasi dan dapat juga disertai wasir.
  • Punggung mulai terasa sakit.
  • Kram kaki, terutama saat malam hari
  • Saat janin berusia 12 minggu, rasa lelah biasanya sudah mulai berkurang, dan ukuran perut sudah mulai membesar sehingga risiko keguguran semakin kecil.
  • Pada minggu ke-13, rasa mual bisanya sudah akan hilang sepenuhnya.

Menjaga kehamilan usia 3 bulan

Selama hamil, Anda tentu tidak boleh lengah dalam menjaga kesehatan. Berikut ini cara langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

1. Mengonsumsi makanan sehat

Mengalami ngidam saat hamil adalah hal yang biasa dan tidak masalah untuk dipenuhi. Namun, jika Anda ngidam untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat, sebaiknya hal ini jangan sering-sering dipenuhi.Konsumsi makanan seperti buah, sayur, dan daging-dagingan yang dimasak dengan cara yang sehat tetap harus menjadi pola makan utama. Pastikan Anda mencukupi semua kebutuhan nutrisi dan vitamin yang diperlukan perharinya.

2. Berolahraga secara teratur

Meski sedang hamil, olahraga tetaplah harus dilakukan. Olahraga secara umum juga tidak akan membahayakan bagi bayi, kecuali jika dokter kandungan Anda mengatakan sebaliknya.Contoh olahraga yang aman dan baik untuk ibu hamil adalah olahraga dengan intensitas rendah, seperti jalan pagi, berenang, yoga, dan pilates.

3. Beristirahat dengan cukup

Istirahat yang cukup adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Pastikan jam tidur Anda cukup. Untuk menambah kenyamanan saat tidur, Anda juga bisa gunakan bantal khusus ibu hamil yang saat ini banyak tersedia.

4. Rutin mengonsumsi vitamin dan suplemen prenatal

Sejak awal kehamilan, dokter biasanya sudah meresepkan berbagai vitamin, obat, dan suplemen yang perlu Anda konsumsi secara rutin. Pastikan tidak melewatkan dosis tersebut agar kebutuhan nutrisi Anda dan janin bisa terpenuhi dengan baik.

5. Menjaga kebersihan

Ada banyak sekali penyakit yang bisa muncul akibat kurangnya kebersihan, mulai dari hepatitis, infeksi vagina, hingga Covid-19. Ibu hamil juga lebih rentan terkena infeksi, sehingga Anda perlu lebih berhati-hati dan selalu menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pemeriksaan dokter untuk ibu hamil 3 bulan

Saat kontrol dokter di usia kehamilan 3 bulan, inilah beberapa hal yang akan dilakukan dokter:
  • Mengukur berat badan
  • Mengukur tanda-tanda vital seperti tekanan darah
  • Memeriksa perkembangan rahim atau uterus
  • Memeriksa detak jantung janin lewat USG
  • Melakukan tes urine untuk memeriksa kadar gula dan protein di tubuh sekaligus mengantisipasi kemungkinan infeksi yang terjadi
Selain tes urine, dokter juga mungkin menginstruksikan Anda untuk melakukan serangkaian tes lainnya, seperti:
  • Tes darah, apabila ada gejala anemia
  • Tes retensi cairan apabila Anda mengalami bengkak yang cukup parah di tangan dan kaki
  • Skrining trimester pertama untuk memeriksa risiko bayi lahir dalam kondisi cacat serta untuk mendeteksi kelainan genetik maupun kromosom pada janin
  • Tes maternal serum untuk melihat risiko bayi lahir dalam kondisi Down syndrome, Edward syndrome, cacat tabung saraf, maupun kelainan lain
  • Chorionic villus sampling untuk memastikan diagnosis bagi ibu hamil yang berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berbagai gangguan yang telah disebutkan di atas
Usia hamil 3 bulan adalah usia perbatasan antara trimester pertama dan kedua. Ibu hamil akan merasakan banyak perubahan gejala di masa peralihan ini. Dengan mengetahui lebih jauh soal perkembangan yang biasa terjadi, Anda diharapkan bisa melaluinya dengan lebih nyaman dan tenang.
menjaga kehamilankehamilantrimestertrimester pertama kehamilan
About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=321&language=English
Diakses pada 15 Juli 2020
First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/3-months-pregnant-symptoms-physical-changes-baby-growth-and-tips/
Diakses pada 15 Juli 2020
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/pregnancy/pregnancy-month-by-month/what-happens-third-month-pregnancy
Diakses pada 15 Juli 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-many-months-pregnant-am-i-2760090
Diakses pada 15 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait