logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Halusinasi Penciuman, Apakah Sinyal Masalah Kesehatan?

open-summary

Menurut penelitian, 1 dari tiap 15 orang berusia di atas 40 tahun bisa mengalami halusinasi penciuman. Masalah ini bisa mengganggu, namun para ahli menyebut bisa jadi phantosmia merupakan sinyal masalah kesehatan yang lebih serius. Apa penyebabnya?


close-summary

1.5

(2)

14 Jul 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Halusinasi penciuman bisa menjadi tanda gangguan kesehatan

Halusinasi penciuman lebih sering terjadi pada wanita

Table of Content

  • Penyebab halusinasi penciuman
  • Mencatat pola halusinasi penciuman
  • Siapa rentan alami halusinasi penciuman?

Pernah mencium aroma sesuatu meski sebenarnya tidak ada? Dalam dunia medis, halusinasi penciuman ini disebut phantosmia. Setiap orang bisa “mencium” aroma yang berbeda-beda. Terkadang ada yang mendeteksi aroma hanya di satu lubang hidung, atau juga keduanya. Aroma ini bisa terus menerus ada maupun datang dan pergi.

Advertisement

Menurut penelitian, 1 dari tiap 15 orang berusia di atas 40 tahun bisa mengalami halusinasi penciuman. Masalah ini bisa mengganggu, namun para ahli menyebut bisa jadi phantosmia merupakan sinyal masalah kesehatan yang lebih serius.

Penyebab halusinasi penciuman

Ada beberapa jenis aroma yang paling sering tercium oleh orang yang mengalami halusinasi penciuman, seperti:

  • Asap rokok
  • Karet terbakar
  • Substansi kimia seperti amonia
  • Sesuatu yang busuk atau basi

Namun pada beberapa kasus, ada orang yang mengaku mencium aroma manis atau harum. Meskipun kondisi halusinasi penciuman ini terkesan mengkhawatirkan, namun penyebab utamanya biasanya tak berkaitan dengan masalah pada otak. Justru, lebih sering terjadi karena ada gangguan di mulut atau hidung.

Pada 52-75% kondisi halusinasi penciuman, pemicunya adalah masalah pada sinus. Beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi penciuman seperti:

  • Alergi
  • Infeksi sinus
  • Polip
  • Iritasi karena menghirup polusi udara
  • Masalah gigi
  • Migrain
  • Terpapar substansi beracun
  • Terapi radiasi untuk kanker

Selain beberapa penyebab di atas, ada juga kondisi yang lebih tidak umum menyebabkan halusinasi penciuman. Contohnya seperti cedera kepala, stroke, tumor otak, Parkinson’s disease, epilepsi, Alzheimer, dan neuroblastoma.

Apabila phantosmia diduga berkaitan dengan masalah pada sistem saraf atau kondisi lain yang perlu penanganan medis, segera konsultasikan dengan dokter.

Mencatat pola halusinasi penciuman

Ketika mencium aroma tertentu yang sebenarnya tidak ada, sebisa mungkin catat polanya. Contohnya, hanya tercium saat terbangun di malam hari. Pencatatan pola ini dapat membantu mengidentifikasi penyebab halusinasi penciuman.

Terkadang, halusinasi penciuman bukan berarti sinyal masalah medis. Ada hal-hal di sekitar yang bisa menyebabkan phantosmia, seperti:

  • Sirkulasi udara kurang baik di ruangan
  • Deterjen baru
  • Sprei baru
  • Penggunaan kosmetik atau alat mandi baru

Itulah sebabnya, ketika dokter mendiagnosis kondisi halusinasi penciuman, akan ditanyakan riwayat medis. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terutama yang berhubungan dengan hidung, telinga, kepala, dan juga leher.

Lebih jauh lagi, dokter juga akan menanyakan beberapa hal seperti:

  • Apakah tercium di satu lubang hidung atau keduanya
  • Berapa lama aroma tercium
  • Jenis aroma yang tercium

Apabila halusinasi penciuman diduga berhubungan dengan masalah pada hidung, dokter akan melakukan endoskopi untuk melihat rongga hidung lebih detil. Jika belum ditemukan pemicunya, perlu dilakukan MRI atau CT scan untuk mengidentifikasi adakah masalah saraf.

Sebagian besar halusinasi penciuman akan hilang dengan sendirinya setelah masalah kesehatan yang mendasarinya terobati. Selama proses pengobatan berlangsung, dokter akan terus mencatat perkembangan dari waktu ke waktu.

Baca Juga

  • Manfaat Daun Mangga, Makanan Sehat yang Kalah Populer dari Buahnya
  • Jamur Kulit Tak Kunjung Sembuh, Kapan Harus ke Dokter?
  • 9 Cara Mengatasi Perut Kembung yang Bisa Dicoba di Rumah

Siapa rentan alami halusinasi penciuman?

Pada tahun 2011-2014 lalu, JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery menggelar survei terhadap 7.400 orang. Hasilnya, halusinasi penciuman paling sering dialami oleh perempuan berusia 40-60 tahun.

Menariknya, prevalensi terjadinya halusinasi penciuman terus berkurang seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Ketika seseorang memasuki usia 60 tahun, kecenderungan munculnya halusinasi penciuman berkurang drastis.

Salah satu hipotesisnya adalah kinerja sel saraf yang mendeteksi aroma semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Namun terkadang, hal berbeda terjadi pada perempuan. Meski sudah berusia di atas 60 tahun, kepekaan terhadap aroma masih cukup tinggi.

Penelitian di Swedia tahun 2017 juga menemukan hasil yang sama. halusinasi penciuman lebih lazim terjadi pada perempuan, sekitar 5% dari partisipan berusia 60-90 tahun.

Faktor lain seperti cedera kepala, mulut kering, penurunan kondisi kesehatan, hingga status sosial-ekonomi juga turut berperan terhadap munculnya halusinasi penciuman.

Masalah halusinasi penciuman ini perlu mendapat perhatian lebih apabila sudah mengganggu kualitas kehidupan seseorang. Banyak yang cenderung menyepelekan hal ini, namun menjadi berbahaya apabila sudah mengganggu banyak aspek.

Contohnya ketika berpengaruh terhadap kemampuan penciuman adanya kebakaran, kebocoran gas, atau makanan yang sudah basi. Mencatat pola halusinasi penciuman akan membantu dokter dalam mendiagnosis pemicu sekaligus mencari langkah penanganan yang tepat.

Advertisement

penyakithidup sehatpola hidup sehat

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved