6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan saat Mencari Sekolah TK

Memilih sekolah TK tidak boleh sembarangan
Suasana belajar-mengajar di sekolah TK

Memilih sekolah TK (taman kanak-kanak) yang cocok dengan karakteristik anak Anda bisa jadi cukup menantang. Banyak faktor yang sebaiknya Anda pertimbangkan sebelum memasukkan anak ke lembaga pembelajaran tersebut.

Taman kanak-kanak termasuk lembaga pendidikan yang dikategorikan sebagai prasekolah. Fungsi TK adalah sebagai pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam menyiapkan anak agar siap bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi, yakni sekolah dasar (SD).

Untuk itu, orangtua perlu memiliki sekolah TK dengan kurikulum yang terstruktur. Jangan sampai Anda salah memilih TK untuk anak yang justru akan menghambat tumbuh-kembangnya.

Pertimbangan dalam memilih sekolah TK untuk anak

Sekolah TK yang baik akan membantu anak berkembang dengan optimal. Oleh karena itu, penting bagi Anda agar tidak salah pilih.

Sebelum Anda melakukan survei ke sekolah TK, Anda sebaiknya telah memiliki bayangan kasar terlebih dahulu mengenai sekolah yang Anda inginkan. Anda mungkin ingin anak sekolah di tempat dengan murid yang banyak agar lebih bisa bersosialisasi, atau sebaliknya ingin lingkungan yang lebih tenang agar si kecil tidak terlalu kaget.

Setelah itu, ada beberapa aspek yang bisa Anda pertimbangkan, yakni:

  • Kurikulum pembelajaran

Ada banyak metode pengajaran yang digunakan sekolah TK di Indonesia, misalnya Montessori maupun TK berbasis agama. Beberapa sekolah TK lebih membebaskan anak bermain dan mengeksplorasi lingkungan sendiri, tidak jarang juga TK sudah mulai mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung.

  • Kualitas guru

Metode pembelajaran yang baik tidak mungkin berhasil tanpa guru yang berkualitas. Untuk mengetahui hal ini, Anda bisa melakukan survei saat jam belajar dan perhatikan cara guru menyampaikan materi dan gesturnya terhadap anak (bahagia atau tidak) saat mengajar.

  • Rasio murid dan guru pengajar

Idealnya, sekolah TK memiliki perbandingan 1:3 atau 1:4, artinya 1 guru untuk 3-4 anak. Namun, kondisi in bisa berubah tergantung dari lingkungan dan kebutuhan anak itu sendiri.

  • Lingkungan sekolah

Pastikan Anda menyempatkan diri untuk berkeliling sekolah TK ketika survei untuk memastikan lingkungannya sehat dan mendukung aktivitas anak, serta membuat anak termotivasi untuk bersosialisasi dengan anak didik yang lain.

  • Kegiatan penunjang

Tanyakan juga mengenai kegiatan penunjang untuk menyalurkan bakat anak, misalnya kegiatan olahraga, seni tari, dan lain-lain.

  • Dana yang Anda siapkan

Tidak perlu memaksakan untuk bersekolah di tempat yang mahal jika memang melebihi dana yang Anda siapkan. Jangan berkecil hati karena sekolah TK yang tidak mahal pun belum tentu buruk untuk perkembangan anak Anda.

Setiap sekolah TK memiliki kekurangan. Ada sekolah yang menarik hati Anda, tapi tidak sesuai dengan dana yang Anda siapkan. Ada pula sekolah dengan kegiatan penunjang yang baik, tapi lingkungannya tidak mendukung.

Apa pun sekolah TK yang Anda pilih, pastikan itu lembaga tersebut dapat mengeluarkan potensi terbaik dalam diri anak.

Kapan anak sebaiknya dimasukkan ke sekolah TK?

Dilihat dari segi umur, orangtua dapat memasukkan anak ke sekolah TK berapa pun usianya. Namun, umur anak untuk sekolah TK yang direkomendasikan adalah minimal 5 tahun.

Pada usia ini, anak dinilai sudah lebih matang, baik secara emosional, perilaku, pola pikir, kemampuan berbahasa, hingga kemampuan sosialnya. Anak-anak usia 5 tahun memang masih sangat senang bermain dibanding belajar, namun setidaknya mereka sudah bisa diajarkan hal yang baik dan buruk.

Di usia 5-6 tahun, anak dapat memusatkan fokusnya kepada satu hal dengan durasi yang lebih lama. Ia juga akan lebih mengerti tentang konsep sederhana, seperti tentang jam, hari, maupun mulai bisa membaca (pada beberapa anak).

Dari segi kemampuan berbahasa, sekolah TK bisa jadi sarana yang baik untuk mengembangkan anak di usia ini. Kosakata anak akan tumbuh sangat pesat sekitar 5-10 kata baru per hari.

Anak usia 5-6 tahun juga dapat mengingat kata yang sebetulnya tidak ia pahami. Anda pun tidak perlu kaget jika beberapa dari mereka sering berbicara layaknya orang dewasa, termasuk berlagak seolah mereka tengah menggurui Anda.

Perlu diingat juga bahwa anak usia 5-6 tahun masih sangat moody sehingga sekali-dua kali malas pergi ke sekolah TK bukanlah hal yang aneh. Saat Anda menemui tanda-tanda ini, ajak ia bicara, dengarkan keluh-kesahnya, dan beri ia waktu untuk beristirahat di rumah saja.

 

Kemendikbud RI. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/08/persiapan-masuk-sekolah-dasar-bagi-anak-usia-dini
Diakses pada 6 Januari 2020

Great Schools Organization. https://www.greatschools.org/gk/articles/redshirting-kindergarten/
Diakses pada 6 Januari 2020

Raising Children Australia. https://raisingchildren.net.au/school-age/development/development-tracker/5-6-years
Diakses pada 6 Januari 2020

PBS Kids. https://www.pbs.org/parents/thrive/choosing-a-preschool-or-childcare-center
Diakses pada 6 Januari 2020

Victoria State Government Australia. https://www.education.vic.gov.au/parents/child-care-kindergarten/Pages/choose-best-kindergarten.aspx
Diakses pada 6 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed