Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membesarkan Anak Sebagai Single Parent

Membesarkan anak sebagai single parent merupakan tantangan berat
Menjadi single parent atau orangtua tunggal bukan perkara mudah

Menjadi single parent atau orangtua tunggal bukan perkara yang mudah. Sebagai seorang single parent, membesarkan anak akan menjadi tantangan yang begitu besar.

Pada keluarga utuh, mungkin Anda bersama pasangan dapat bekerja sama dalam membesarkan anak. Namun, lain halnya dengan menjadi single parent. Anda mungkin harus membesarkan anak sendirian hingga ia tumbuh dewasa.

Bagaimana cara yang tepat dalam membesarkan anak bagi single parent?

Tak hanya mengurus anak, seorang single parent juga perlu bekerja untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan anak. Peran ganda ini bisa membuat sebagian orangtua tunggal kewalahan.

Belum lagi dalam membesarkan anak, Anda perlu mengerjakan banyak hal dan mengambil keputusan sendiri. Untuk membantu meringankan beban, beberapa tips berikut mungkin berguna bagi para single parent:

  • Selalu menyempatkan waktu bersama anak

Meski sibuk sebagai single parent yang bekerja, usahakan untuk selalu menyempatkan waktu bersenang-senang bersama anak. Fokuskan perhatian Anda sepenuhnya untuk menikmati kebersamaan bersama anak sehingga anak merasa disayang orangtuanya.

Ajaklah anak berjalan-jalan, bermain game, atau menonton film minimal seminggu sekali untuk membantu memperkuat hubungan emosional Anda bersama anak. Selain itu, sempatkan untuk selalu mengobrol dengan anak, menunjukkan kasih sayang, dan mengetahui berbagai kegiatan yang ia lewati sepanjang hari.

  • Bekerjasama dengan anak

Sebagai single parent, akan sangat membantu jika anak dapat bekerjasama dengan Anda dalam menyelesaikan hal-hal tertentu, seperti misalnya pekerjaan rumah.

Jika anak sudah cukup besar, Anda dapat memintanya untuk membantu membereskan meja makan ataupun kamar. Ini akan membuat anak merasa dipercaya dan membentuk rasa tanggung jawab pada diri mereka.

  • Menerapkan aturan

Jelaskan aturan yang harus dipatuhi oleh anak, seperti berbicara dengan sopan, tidak membentak, dan sebagainya. Terapkan pula aturan mengenai waktu belajar, waktu bermain, dan waktu tidur anak.

Jika anak diasuh oleh orangtua Anda atau pengasuh, maka bicarakan berbagai aturan ini juga pada pengasuhnya. Hal ini dilakukan untuk melatih kedisiplinan anak, namun jangan sampai Anda menjadi single parent yang otoriter.

  • Beri pengertian pada anak

Anda dapat memberi pengertian pada anak bahwa tidak hanya keluarga single parent, semua keluarga pasti pernah mengalami masalah. Namun, dorong semangat anak untuk bangkit dari kesedihan. Anda juga bisa minta tolong pada kerabat atau sahabat dekat untuk memberi dukungan pada anak Anda.

Pujilah anak jika ia melakukan sesuatu yang benar, dan dengarkanlah bila ia berbicara mengenai apa yang dirasakannya. Ini akan membuat anak untuk terbiasa saling mendukung dan menghormati.

  • Tetap positif

Sesekali tidak apa-apa untuk jujur pada anak, jika Anda mengalami kesulitan sebagai seorang single parent. Namun, ingatkan mereka bahwa semua akan baik-baik saja.

Menjaga rasa positif dan optimis akan baik untuk kesehatan mental Anda dan perkembangan anak. Jangan pula menuntut anak untuk berperilaku seperti orang dewasa apabila ia masih kecil.

Hal positif dalam membesarkan anak sebagai single parent

Keluarga dengan orangtua tunggal cenderung lebih rentan terhadap berbagai masalah, yang bahkan bisa memengaruhi kehidupan anak. Beberapa masalah umum yang sering dihadapi oleh anak-anak yang memiliki orangtua tunggal, antara lain:

  • Waktu bermain dengan teman menjadi terbatas karena mungkin adanya pekerjaan di rumah yang harus dikerjakan, atau karena orangtua tunggalnya menjadi lebih protektif.
  • Anak menjadi dewasa sebelum waktunya karena merasa memiliki status yang sama dengan Anda dalam rumah tangga.
  • Anak mungkin tidak mengizinkan Anda untuk menjalin persahabatan dengan lawan jenis.
  • Anak akan merasa terpecah karena harus berpihak pada salah satu orangtua apabila orangtuanya berpisah, apalagi bermusuhan.

Akan tetapi, masalah tersebut dapat diatasi jika Anda menerapkan pola asuh yang benar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Bahkan terdapat beberapa hal positif dalam membesarkan anak sebagai single parent, seperti:

  • Anak tidak akan merasa kekurangan kasih sayang dan dukungan.
  • Anak memiliki waktu berkualitas bersama Anda.
  • Anak perlahan akan menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab.
  • Sebagai orangtua tunggal, Anda akan menjadi lebih mandiri dan percaya diri.
  • Hubungan antara Anda dan anak sangat dekat.
  • Keluarga dengan orangtua tunggal cenderung tidak akan bergantung pada peran gender tertentu karena dapat melakukannya sendiri.

Selalu pastikan bahwa Anda memberi perhatian yang cukup pada anak. Jangan sampai ia murung, stres, atau bahkan depresi. Jika anak terlihat memiliki gejala-gejala tersebut, Anda bisa membawa mereka ke psikolog untuk mendapat bantuan.

Jika memungkinkan, usahakan juga untuk berdamai dengan mantan pasangan, agar Anda bisa bekerja sama dalam mengasuh anak. Sebab, kerukunan antar orangtuanya akan membuat anak menjadi lebih senang.

Web MD. https://www.webmd.com/parenting/features/single-parents-tips#1
Diakses pada 15 Oktober 2019

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/single-parenting
Diakses pada 15 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/single-parent/art-20046774
Diakses pada 15 Oktober 2019

Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/single-parenting
Diakses pada 15 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed