Protokol Masuk Rumah Setelah Bepergian di Tengah Pandemi Virus Corona


Protokol masuk rumah setelah bepergian saat pandemi virus corona perlu dilakukan. Ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam rumah.

(0)
Protokol masuk rumah setelah bepergian saat pandemi virus corona adalah cuci tanganProtokol masuk rumah setelah bepergian jangan menyentuh benda apa pun sebelum mencuci tangan hingga bersih
Idealnya, Anda memang tidak boleh bepergian keluar rumah selama pandemi Covid-19. Kecuali, untuk urusan tertentu yang bersifat mendesak, seperti bekerja atau membeli kebutuhan pokok sehari-hari. Jika harus keluar rumah, sebaiknya segera lakukan protokol masuk rumah setelah bepergian agar terhindari dari penularan virus corona. 

Protokol masuk rumah setelah bepergian saat pandemi virus corona 

Meski masyarakat diimbau agar tetap berada di dalam rumah selama wabah virus corona Covid-19, ada kalanya beberapa dari Anda masih harus bepergian keluar rumah untuk alasan mendesak tertentu. Misalnya, membeli bahan makanan atau obat-obatan. Begitu pula bagi para pekerja yang masih harus bepergian keluar rumah untuk tetap bekerja. Oleh karena itu, guna mencegah penyebaran virus corona di dalam rumah, berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai protokol masuk rumah setelah bepergian selama pandemi virus corona

1. Lepas sepatu di pintu, sebelum masuk ke rumah

Melepas sepatu di pintu sebelum masuk ke rumah adalah protokol masuk rumah yang perlu dilakukan setelah Anda bepergian. Sebaiknya, jangan melakukan kebiasaan menggunakan sepatu ke dalam rumah, apalagi sampai memakainya saat Anda menjatuhkan diri ke tempat tidur. Pasalnya, hal tersebut dapat berisiko membawa berbagai macam virus, bakteri, atau kuman dari luar ke dalam rumah. Nah, di saat wabah virus corona seperti sekarang, alangkah baiknya Anda selalu melepas sepatu di pintu sebelum masuk ke rumah. 

2. Semprotkan cairan disinfektan pada barang yang dibawa bepergian

PProtokol masuk rumah setelah bepergian adalah menyemprotkan cairan disinfektan
Semprotkan cairan disinfektan pada barang yang Anda bawa saat bepergian
Protokol masuk rumah berikutnya adalah semprotkan alkohol atau cairan disinfektan dan bersihkan benda yang Anda bawa saat bepergian. Misalnya, sepatu, pakaian, ponsel, tas, laptop, atau perangkat kerja lainnya. Menyemprotkan atau membersihkan barang-barang tersebut menggunakan alkohol atau cairan disinfektan diyakini efektif untuk membunuh bakteri, virus, kuman, dan mikroorganisme pada permukaan benda mati apa pun, yang menjadi perantara virus atau bakteri berbahaya, bila dihirup atau disentuh manusia. 

3. Membuang tanda terima pembelian yang tidak diperlukan

Saat bepergian ke luar rumah untuk bekerja atau membeli makanan dan barang-barang lainnya, Anda mungkin sempat menerima berbagai kertas atau tanda terima pembelian. Nah, ketika sampai di rumah, sebaiknya buang semua tanda terima pembelian, seperti kwitansi, struk, atau kertas-kertas yang dirasa tidak diperlukan ke tempat sampah. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu cara mencegah penyebaran Covid-19 di dalam rumah. 

4. Jangan menyentuh barang apa pun dan jangan langsung beristirahat

Setelah melepas sepatu dan menyemprotkan alkohol atau cairan disinfektan pada barang yang dibawa bepergian, Anda bisa masuk ke dalam rumah dengan bertelanjang kaki. Namun, ingat, jangan menyentuh barang apa pun yang ada di dalam rumah sebelum mencuci tangan sampai bersih. Jangan coba-coba duduk atau merebahkan diri di kursi, sofa, ataupun tempat tidur dalam kondisi masih menggunakan pakaian yang dikenakan saat bepergian. Bagi para orangtua, jangan pula menyapa atau menggendong anak jika tubuh belum dalam kondisi bersih.

5. Segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sampai bersih

Protokol masuk rumah adalah Segera cuci tangan saat sampai di rumah setelah bepergian
Lakukan cuci tangan minimal selama 20 detik
 Segera cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sampai bersih dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Basahi kedua tangan dengan air, bisa menggunakan air hangat maupun air dingin. Lalu, tuangkan sabun ke telapak tangan. 
  • Usap kedua telapak tangan Anda secara perlahan dengan gerakan memutar. 
  • Gosok kedua telapak tangan hingga berbusa. Bersihkan seluruh bagian tangan secara merata, mulai dari pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Lakukan langkah ini selama minimal 20 detik. 
  • Selanjutnya, bersihkan seluruh bagian jari dengan gerakan memutar, satu demi satu.
  • Bilas tangan hingga bersih dari sisa sabun dan kotoran. 
  • Tutup keran menggunakan tisu agar kuman tidak menempel pada tangan yang telah bersih. 
  • Terakhir, keringkan tangan menggunakan tisu atau handuk bersih.

6. Buka pakaian 

Segera buka pakaian dan jangan menggantungnya di kamar, apalagi menggunakannya kembali esok hari. Pasalnya, pakaian yang Anda kenakan tersebut mungkin saja terdapat virus, bakteri, atau kuman yang menempel dari luar selama Anda bepergian.Jadi, lebih baik buka pakaian sesegera mungkin saat sampai di rumah setelah bepergian agar virus, bakteri, atau kuman yang menempel tidak menyebar ke area rumah. Masuk ke kamar mandi atau toilet dan buka seluruh pakaian yang Anda kenakan saat bepergian. Kemudian, langsung tempatkan pakaian kotor tersebut di keranjang cucian tersendiri.

7. Mandi hingga bersih

Mandi hingga bersih adalah protokol masuk rumah setelah bepergian
Mandi hingga bersih membantu menghilangkan virus dan bakteri yang menempel pada tubuh
Selanjutnya, Anda bisa membersihkan tubuh dari ujung kepala sampai kaki hingga bersih. Anda dianjurkan untuk membersihkan tubuh bagian atas terlebih dahulu, lalu turun ke area tubuh bagian bawah secara berurutan. Hal ini akan memungkinkan sabun membersihkan area tubuh secara merata. Pastikan untuk membersihkan area lipatan-lipatan tubuh, seperti ketiak, selangkangan, dan area kulit di bawah payudara. Bersihkan pula sela-sela jari dan area genital Anda. Namun, jika ingin keramas, lakukan langkah pertama kali sebelum membersihkan area tubuh lainnya. Jika tubuh sudah dibersihkan dan Anda sudah mengganti pakaian, kini saatnya Anda menyapa dan berkumpul dengan anggota keluarga. Baca Juga: Protokol Keluar Rumah Saat Bepergian Selama Pandemi Virus CoronaSebaiknya, Anda tetap berada di dalam rumah dan tidak bepergian selama wabah virus corona Covid-19, kecuali ada hal yang bersifat mendesak untuk dilakukan di luar rumah. Saat bepergian ke luar rumah, pastikan Anda senantiasa menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta selalu cuci tangan atau minimal gunakan hand sanitizerDengan melakukan protokol keluar masuk rumah setelah bepergian, Anda dapat membantu menghentikan penyebaran Covid-19 di dalam rumah. 

Peran keluarga dalam proses sosialisasi selama masa COVID-19

Perlu dipahami, peran keluarga dalam proses sosialisasi selama masa COVID-19 sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus dan menguatkan satu sama lain ditengah pandemi ini.Khususnya pada anak, peran keluarga dalam proses sosialisasi selama masa COVID-19 sangat dibutuhkan untuk membantunya tetap belajar berinteraksi dengan cara yang sehat, positif dan produktif. Berikut beberapa tips untuk tetap menguatkan peran keluarga dalam proses sosialisasi selama masa COVID-19 pada anak:

1. Buatlah jadwal aktivitas harian bersama anak

Berada di rumah setiap hari bisa membuat anak Anda mengira bahwa ini adalah liburan tanpa henti. Tak boleh dibiarkan begitu saja, anak bisa jadi tidak mau belajar dan membuatnya nyaman dengan situasi ini.Buatlah jadwal aktivitas harian bersama buah hati Anda dan libatkan dirinya saat mengatur jadwal kegiatan tersebut. Cara ini bisa membuatnya tetap produktif meski hanya berkegiatan di rumah dan mau mengikuti jadwal yang telah disepakati bersama.Anda bisa mengajaknya diskusi untuk mendapatkan pendapat mengenai pukul berapa ia ingin bangun tidur, mandi, belajar, makan, ataupun beristirahat. Pastikan buah hati Anda tetap merasakan keberadaan Anda di tengah keadaan yang sulit ini.

2. Pertimbangkan tempat dan lama waktu belajar anak

Tempat belajar adalah salah satu faktor penting untuk dapat mendukung konsentrasi belajar buah hati Anda. Gunakanlah ruangan yang nyaman, tenang, dan memiliki pencahayaan yang baik untuk mengurangi distraksi. Pastikan ruangan tersebut tidak digabung dengan ruangan bermain atau ruangan dengan televisi yang menyala agar konsentrasinya tidak terganggu.Durasi belajar juga tidak boleh luput dari perhatian Anda. Umumnya, anak-anak bisa berkonsentrasi penuh selama 20 menit untuk belajar. Jadi, setelah buah hati Anda selesai mengerjakan beberapa soal selama 20 menit, Anda bisa membiarkannya beristirahat sejenak atau selingkanlah dengan kegiatan yang menyenangkan.

3. Pahami gaya belajar anak

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Orangtua harus mengenali gaya belajar setiap anak untuk memudahkannya dalam mendampingi dan memudahkan buah hati Anda dalam menerima pelajaran.Jika anak Anda lebih mudah menerima informasi dengan cara melihat, berarti Anda bisa melakukan gaya belajar visual. Dengan gaya belajar ini, berikan buah hati Anda buku yang bergambar, disertai dengan bentuk tulisan yang beragam, dan memiliki perpaduan warna yang beragam. Orangtua juga bisa mengajarkan buah hati Anda dengan menggunakan peta pemikiran atau mind mapping.Jika buah hati Anda lebih nyaman belajar dengan cara mendengarkan atau auditorik, maka Anda bisa lebih banyak membacakan buku. Saat mendampinginya belajar, gunakanlah intonasi yang lembut dan seperti bercerita untuk memberikan kenyamanan.Apabila buah hati Anda memiliki gaya belajar kinestik atau bergerak, Anda bisa menyalurkan beberapa pelajaran dengan gerakan-gerakan tertentu seperti memutar-mutarkan pensil atau menggerakkan kaki. Pada gaya belajar ini, Anda perlu menyiapkan alat peraga atau mempraktikan langsung apa yang dipelajari, sehingga informasi yang Anda berikan akan lebih mudah diingat buah hati Anda.

4. Berkoordinasi dengan pihak sekolah

Meski buah hati Anda hanya belajar di rumah dan tidak pergi ke sekolah, orangtua harus tetap rutin berkomunikasi dengan para pengajar di sekolah anak. Anda bisa menanyakan materi apa saja yang perlu dipelajari oleh buah hati Anda dan menanyakan bagaimana kebiasaan anak selama disekolah sebelumnya.Beberapa sekolah mungkin telah membuat sistem belajar online, misalnya dengan melakukan sesi tanya jawab melalui video call atau mengerjakan tugas melalui sebuah aplikasi. Namun, pastikan Anda selalu mendampingi buah hati Anda saat mengakses internet.Berikanlah buah hati Anda hadiah atas pencapaian tertentu untuk memicu semangatnya belajar di rumah. Contohnya, saat buah hati Anda berhasil menghapal suatu materi atau bisa mengerjakan beberapa soal. Dengan begitu, buah hati Anda akan lebih termotivasi untuk belajar di rumah dan proses belajar-mengajar pun bisa menjadi hal yang menyenangkan baginya.Kegiatan belajar di rumah adalah salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di sekitar keluarga Anda. Pastikan waktu belajar di rumah ini tidak hanya digunakan anak untuk bermain dan bermalas-malasan.Terapkanlah tips untuk tetap menguatkan peran keluarga dalam proses sosialisasi selama masa COVID-19 pada anak ini agar buah hati Anda tidak bosan selama pandemi COVID-19 dan tetap bisa memperoleh pendidikan seperti saat di sekolah.

Tanda dan gejala virus corona yang perlu diwaspadai

Jika Anda merupakan salah satu orang yang masih aktif pergi keluar rumah saat pandemi viru corona, sebaiknya tetap waspadai tanda dan gejala coronavirusGejala infeksi virus corona dapat bervariasi, mulai dari flu ringan hingga radang paru-paru atau pneumonia.  Keluhan biasanya muncul pada 2-14 hari setelah terjadi paparan virus.Keluhan dapat membaik dengan mudah pada sebagian pasien. Namun, sebagian pasien lainnya bisa mengalami pemburukan gejala dengan cepat.Gejala-gejala umum virus corona tersebut meliputi:
  • Demam
  • Menggigil
  • Batuk kering
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Gangguan pada indera penciuman dan pengecap
informasi selengkapnya mengenai virus corona
Periksakan diri Anda ke dokter jika ada gejala demam, menggigil, batuk, atau sesak napas setelah bepergian.Terutama bagi Anda yang merasa telah berinteraksi langsung dengan orang yang terinfeksi Covid-19 dalam 2-14 hari sebelumnya.Misalnya, pernah merawat atau bertemu orang yang positif corona, setelah bepergian ke daerah yang dicurigai menjadi lokasi wabah virus corona.Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut seputar penyebaran Covid-19Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
rumah tanggacoronavirus
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Protokol Pencegahan Covid-19. 
Diakses pada 26 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/hand-washing/art-20046253
Diakses pada 26 Maret 2020
Young Women’s Health. https://youngwomenshealth.org/2017/05/24/what-is-the-correct-way-to-take-a-shower/
Diakses pada 26 Maret 2020
American Psychological Association. https://www.apa.org/topics/covid-19/children-self-regulation
Diakses pada 11 November 2020
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/children/learning.html
Diakses pada 11 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait