Lakukan filler hidung dengan dokter kulit yang tersertifikasi
Proses penyuntikan filler hidung

Jika Anda ingin memiliki hidung mancung, operasi plastik adalah jalan pintas yang kerap dipilih. Namun, Anda juga bisa memancungkan hidung tanpa naik meja bedah, yakni dengan menjalani prosedur filler hidung.

Filler sendiri adalah zat berbentuk gel yang dapat disuntikkan ke bawah permukaan kulit, misalnya pada hidung. Dalam dunia kecantikan, filler digunakan untuk melawan tanda-tanda penuaan, seperti mengencangkan kulit, menghilangkan kerutan, dan menambah volume area yang diinginkan.

Sebelumnya, perlu dipahami bahwa filler hidung tidak sama dengan suntik botoks. Botoks (botulinum toxin) berfungsi mengurangi kerutan dengan membekukan otot di sekitar area yang diinginkan, sedangkan filler berfungsi mengisi area yang dimaksud sehingga area tersebut terlihat lebih berisi.

Filler hidung yang biasa digunakan dokter kulit

Terdapat beberapa bahan yang biasa digunakan oleh dokter kulit sebagai bahan untuk filler. Khusus untuk filler hidung, zat yang biasa digunakan bernama asam hialuronat (AH).

Asam hialuronat adalah zat alami yang sebetulnya terdapat pada kulit Anda. Namun, asam hialuronat yang bertindak sebagai filler hidung adalah gel lembut dengan kandungan zat yang mirip dengan asam hialuronat alami tersebut.

Anda dapat melihat hasil suntikan filler langsung setelah injeksi. Namun, tidak jarang juga dokter mengharuskan Anda disuntik filler beberapa kali sebelum mendapatkan hasil yang Anda inginkan.

Kekurangan filler hidung ini adalah sifatnya yang hanya sementara, yakni 6-12 bulan. Setelah itu, Anda harus kembali disuntik filler hidung jika ingin mempertahankan bentuk hidung Anda.

Untuk meminimalisir rasa tidak nyaman yang mungkin muncul setelah penyuntikkan AH, banyak gel AH yang sudah dicampur dengan lidocaine. Di pasaran, gel AH biasa dikenal dengan nama Juvederm, Restylane, dan Belotero Balance.

Jika Anda menginginkan hasil yang bersifat permanen, terdapat pula jenis filler hidung yang bisa didapat dengan resep dokter. Hanya saja, penggunaan filler permanen ini memiliki risiko yang lebih tinggi, yakni tidak mudah diperbaiki jika Anda tidak puas dengan hasilnya, serta dapat menyebabkan granuloma (munculnya benjolan di area yang diinjeksi karena akumulasi sel yang meradang).

Peringatan sebelum injeksi filler hidung

Para ahli setuju bahwa injeksi filler hidung hanya boleh dilakukan oleh dokter kulit yang tersertifikasi dan di fasilitas kesehatan yang terakreditasi juga. Injeksi filler hidung yang dilakukan oleh profesional akan membantu meminimalisir efek samping filler hidung, misalnya:

  • Kemerahan pada hidung, memar, berdarah, dan bengkak
  • Bintik merah, gatal, dan benjolan seperti jerawat
  • Bentuk hidung menjadi tidak simetris
  • Filler hidung membuat Anda merasa ada yang mengganjal di area tersebut
  • Kulit menjadi rusak, misalnya terjadi luka, infeksi, dan koreng
  • Sel kulit menjadi mati jika terjadi sumbatan pada pembuluh darah.

Jangan takut menggunakan filler hidung yang sudah memiliki izin edar dari pemerintah karena filler ini aman digunakan dan minim efek samping. Apalagi jika penyuntikkannya dilakukan oleh dokter kulit yang profesional.

Sebaliknya, Anda patut waspada jika filler hidung dilakukan di tempat sembarangan dan menggunakan bahan dari pasar gelap (termasuk membelinya secara bebas di toko online). Akademi Dermatologi Amerika (AAD) memperingatkan agar Anda tidak pernah melakukan injeksi filler hidung di salon, klinik kecantikan yang tidak jelas sertifikasinya, apalagi di rumah sendiri.

Filler hidung yang asli tidaklah murah, bahkan Anda harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk sekali suntik. Namun, jangan pernah juga membeli filler hidung yang dijual bebas dengan harga murah karena kemungkinan filler tersebut hanya berisi gel yang bukan diperuntukkan bagi kulit.

Penggunaan filler hidung tanpa izin edar membuat Anda berisiko lebih tinggi mengalami efek samping filler hidung seperti disebutkan di atas. Belum lagi, Anda akan mengalami reaksi alergi dan infeksi yang malah akan memperburuk penampilan hidung Anda.

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/dermal-fillers-the-good-the-bad-and-the-dangerous-2019071517234
Diakses pada 16 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320510.php
Diakses pada 16 Januari 2020

American Board Cosmetic Surgery. https://www.americanboardcosmeticsurgery.org/procedure-learning-center/non-surgical/injectable-fillers-guide/
Diakses pada 16 Januari 2020

AAD. https://www.aad.org/cosmetic/wrinkles/fillers-overview
Diakses pada 16 Januari 2020

AAD. https://www.aad.org/cosmetic/wrinkles/fillers-faqs
Diakses pada 16 Januari 2020

The Victorian Cosmetic Institute. https://www.thevictoriancosmeticinstitute.com.au/detail/non-surgical-rhinoplasty/
Diakses pada 16 Januari 2020

Artikel Terkait