Bentol berair atau luka melepuh tidak boleh dipecahkan sendiri
Bentol berair bisa muncul akibat gesekan kulit maupun sebagai gejala penyakit tertentu

Bentol berair atau luka melepuh adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di lapisan kulit paling atas, yaitu epidermis. Cairan dalam lepuhan kulit bisa berupa serum, plasma, darah, atau nanah. Jenis isinya tergantung dari penyebab terbentuknya dan lokasi bentolan berisi cairan. Bentol berair bisa menimbulkan rasa gatal dan perih yang luar biasa.

Kenalilah lebih jauh bentol berair, mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya ini.

Penyebab bentol berair

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan timbulnya luka lepuhan atau bentol berair. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Gesekan terus-menerus

Bentol berair yang disebabkan oleh gesekan berulang pada kulit biasanya timbul di kaki dan tangan. Kedua bagian tubuh ini paling sering mengalami gesekan terus-menerus. Misalnya, akibat mengenakan sepatu, berjalan, berlari, dan memegang alat tertentu (seperti alat olahraga atau alat musik). 

Bagian kulit yang lebih tebal dan melekat erat dengan struktur jaringan di bawahnya cenderung lebih rentan mengalami bentol berair. Misalnya, kulit telapak kaki dan telapak tangan.

Selain itu, lepuhan juga lebih sering timbul karena kondisi yang hangat dan lembap. Contohnya pada kaki yang memakai sepatu.

2. Suhu yang ekstrem

Kulit yang terpapar suhu ekstrem menjadi salah satu penyebab bentol berair. Bahkan waktu timbulnya lepuhan kulit bisa jadi petunjuk untuk mengkategorikan luka bakar.

Kulit yang mengalami luka bakar derajat dua akan segera melepuh. Sedangkan pada luka bakar derajat satu, bentol berair akan muncul beberapa hari setelah kulit terpapar suhu panas. 

Di samping suhu panas yang ekstrem, suhu sangat dingin pun bisa mengakibatkan munculnya bentol berair. Bagian tubuh yang terkena radang dingin (frostbite) seringkali mengalami bentol berair.

Reaksi kulit melepuh pada paparan suhu ekstrem sejatinya merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk melindungi lapisan kulit yang lebih dalam dari kerusakan akibat suhu ekstrem tersebut. 

3. Paparan bahan kimia

Munculnya bentol berair pada kulit juga bisa diakibatkan oleh paparan senyawa kimia. Mulai dari sengatan atau gigitan serangga, bahan kimia dalam produk kosmetik atau produk pembersih rumah tangga, serta bahan kimia lain yang digunakan dalam industri.

4. Tekanan dan jepitan

Tekanan atau jepitan keras bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah di dekat permukaan kulit, dan darah bisa merembes ke celah di antara lapisan kulit. Kondisi ini dapat menimbulkan lepuhan kulit yang berisi darah. 

5. Penyakit tertentu

Cukup banyak jenis penyakit yang bisa menyebabkan kemunculan bentol berair di kulit. Berikut beberapa masalah kesehatan yang menjadi penyebabnya:

  • Pemfigoid Bulosa

Suatu kelainan kulit yang disebabkan oleh autoimun yang menyebabkan munculnya bentol berair bahkan dapat berukuran besar dan dalam jumlah yang banyak.

  • Cacar air

Ruam dan bentol berair yang muncul di seluruh tubuh merupakan gejala cacar air.

  • Herpes

Infeksi virus herpes simplex menyebabkan munculnya kumpulan bentol berair di kulit. Gejala lain yang menyertai adalah timbulnya rasa gatal atau nyeri ketika disentuh.

  • Impetigo

Penyakit yang sering menyerang anak berusia di bawah dua tahun ini ditandai dengan gejala bentol berair di tangan, kaki, dan perut. Bentol berair seringnya berwarna kekuningan dan mudah pecah menjadi krusta. Masalah kulit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit.

  • Eksim

Bentol berair juga bisa timbul sebagai gejala eksim bersama gejala lain, seperti kulit kemerahan, kering, pecah-pecah, dan bersisik. 

  • Dishidrosis

Gangguan kulit ini ditandai dengan kemunculan bentol berair berukuran kecil, gatal dan dalam jumlah banyak.

Cara mengobati bentol berair yang Tepat

Sebagian besar kasus bentol berair tidak membutuhkan pengobatan. Bentol ini akan hilang dengan sendirinya dan lapisan kulit paling atas akan mencegah terjadinya infeksi pada lepuhan.

Agar penyembuhan bentol berair berjalan lancar, ada baiknya Anda memerhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Lindungi agar bentolan tidak pecah

Anda bisa melindungi bentol berair supaya tidak pecah dengan menempelkan plester untuk menutupinya. Dalam beberapa hari, cairan dalam lepuhan akan meresap kembali ke jaringan kulit bagian dalam dan bentol akan hilang.  

  • Jangan memecahkan bentol berair sendiri

Bentol berair sebaiknya tidak Anda pecahkan. Pasalnya, kulit yang membentuk kantung cairan ini berfungsi melindungi tubuh dari infeksi.

  • Mengindari pemicunya

Kulit melepuh yang disebabkan oleh gesekan berulang, alergen, atau suhu ekstrim merupakan reaksi sementara terhadap adanya pemicu. Cara mengatasinya adalah dengan menghindarkan kulit dari hal yang menyebabkan timbulnya lepuhan tersebut.

Bila kulit melepuh disebabkan oleh paparan bahan kimia dalam suatu produk, berhentilah menggunakan produk tersebut. Anda juga perlu menjauhi paparan selanjutnya dari bahan kimia yang sama. Selain itu, menjaga kebersihan dan melakukan perawatan kulit dengan benar juga dapat membuat kulit Anda lebih sehat.

  • Konsultasikan ke dokter

Bentol berair karena infeksi atau penyakit juga umumnya bersifat sementara dan akan menghilang. Tapi kondisi ini tetap membutuhkan pengobatan.

Jika Anda menduga bentol berair yang muncul di kulit Anda merupakan gejala dari suatu masalah kesehatan, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dengan ini, Anda akan memperoleh obat untuk menyembuhkan infeksi dan meredakan gejala bentol berisi air. 

Munculnya bentol berair pada kulit seringkali bukanlah kondisi yang membahayakan nyawa. Meski ada yang bisa sembuh sendiri tanpa diobati, kulit melepuh tetap saja akan menyebabkan ketidaknyamanan dan sedikit mengganggu aktivitas.

Untuk menangani bentol berair dengan tepat, butuh konsultasi dengan dokter. Langkah ini akan membantu Anda dalam mendeteksi penyebabnya agar kondisi ini bisa segera diatasi.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/264783.php#
Diakses pada 4 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/blisters#treatment
Diakses pada 4 November 2019

Artikel Terkait