Tulang ekor sakit merupakan kondisi yang sangat tidak nyaman karena bisa mengganggu aktivitas normal sehari-hari. Penyebab kondisi tersebut bisa bermacam-macam. Mulai dari cedera, melahirkan, hingga penyakit tertentu.
2023-03-30 13:21:15
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Nyeri pada tulang ekor bisa saja terasa saat Anda duduk
Table of Content
Tulang ekor sakit atau coccydinia bisa muncul saat kita duduk, berdiri dalam waktu relatif lama, dan saat beranjak berdiri dari posisi duduk. Sakit tulang ekor juga kadang-kadang muncul saat buang air besar atau saat berhubungan intim.
Advertisement
Sensai sakit yang dirasakan pun bervariasi. Mulai dari pegal, sakit berdenyut-denyut, hingga nyeri tulang ekor yang menyebar ke area sekitarnya.
Sakit di tulang ekor bisa disebabkan oleh cedera, pernah menjalani persalinan normal, maupun kondisi medis tertentu. Mari simak penjelasannya di bawah ini.
Tulang ekor adalah titik tempat berbagai otot, tendon, dan ligamen merekat. Terletak di ujung bawah tulang belakang, tulang ekor terdiri dari tiga sampai lima buah tulang kecil yang disebut tulang coccygeal vertebra.
Berikut ini beberapa hal yang seringkali jadi penyebab timbulnya sakit pada tulang ekor:
Jatuh terduduk atau terjengkang bisa mengakibatkan Anda mengalami cedera pada tulang ekor dan ligamen-ligamen di area tersebut. Tingkat keparahan cedera bisa mulai dari memar hingga patah tulang ekor. Meski jarang, cedera parah juga bisa berupa dislokasi sendi di tulang ekor.
Trauma berulang-ulang pun dapat terjadi akibat aktivitas yang sering dilakukan. Misalnya, berkuda, bersepeda, dan mengemudikan kendaraan.
Kegiatan-kegiatan tersebut menyebabkan tekanan dan gesekan berulang kali di tulang ekor. Dalam jangka waktu lama, gesekan ini akan memicu cedera hingga terasa tulang ekor sakit.
Penyebab tulang ekor sakit juga tidak selalu disebabkan oleh trauma pada tulangnya. Area tulang ekor memiliki banyak otot dan ligamen. Adanya trauma, seperti otot tertarik atau ada peradangan pada ligamen, pun bisa menyebabkan rasa nyeri di bagian tulang ekor.
Duduk di permukaan yang keras atau sempit dapa menjadi salah satu penyebab tulang ekor terasa sakit karena tekanan yang diberikan. Jika dibiarkan, tentu saja bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi, duduklah di permukaan yang empuk atau nyaman. Selain itu, lakukan peregangan dan berjalan-jalanlah sebentar.
Proses melahirkan normal yang sulit hingga membutuhkan penggunaan alat seperti forceps, juga bisa mencederai tulang ekor. Rasa sakit biasanya muncul akibat tulang ekor mengalami tekanan dan gesekan saat proses kelahiran bayi.
Proses melahirkan normal yang sulit tersebut bisa menyebabkan tulang ekor memar, patah, atau cedera ligamen-ligamen di sekitarnya karena peregangan yang terlalu kuat.
Kerusakan sendi di tulang ekor akibat proses penuaan dan gerakan yang berulang-ulang dalam jangka waktu lama, juga bisa terjadi.
Penyakit pada sendi yang sering dialami seiring proses adalah osteoartritis, yang juga mungkin menyerang tulang ekor. Akibatnya tulang ekor terasa ngilu dan sakit.
Jumlah tulang ekor pada tiap orang bisa berbeda-beda, umumnya antara tiga hingga lima buah. Jumlah tulang yang lebih banyak akan meningkatkan risiko gangguan pada tulang tersebut.
Bentuk tulang yang unik, seperti adanya pertumbuhan tulang berlebih di ujung tulang ekor, bisa menjadi penyebab sakit tulang ekor. Pasalnya, tonjolan yang berlebih akan mengiritasi tulang ekor saat duduk.
Perubahan bentuk tulang akibat skoliosis juga kadang-kadang menimbulkan keluhan tulang ekor yang sakit.
Di bagian depan dan agak ke atas pada tulang ekor, terdapat kumpulan saraf bernama ganglion impar. Iritasi yang terjadi pada kumpulan saraf ini atau jika ada aktivitas berlebihan dari saraf, akan menimbulkan keluhan tulang ekor sakit yang kronis.
Tulang ekor menjadi tempat melekatnya lapisan dalam otot-otot dasar panggul. Bila terjadi iritasi atau kaku pada otot-otot ini, akan timbul rasa sakit berupa nyeri tumpul di tulang ekor dan bagian atas rektum.
Sakit tulang ekor bisa berbahaya jika merupakan gejala dari penyakit serius, seperti chordoma (kanker tulang belakang), kanker prostat, tumor di tulang belakang, kanker kolorektal (kanker usus besar atau rektum), dan kista pilonidal (benjolan abnormal di dekat tulang ekor). Akan tetapi, kondisi tersebut umumnya disertai oleh gejala lain yang dapat semakin parah seiring waktu.
Sakit pada tulang ekor biasanya bisa hilang sendiri dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan. Namun, jika tak kunjung menghilang, maka Anda perlu waspada. Seringkali, penderita kondisi ini pergi ke tukang urut untuk mengatasinya. Namun, apakah boleh diurut bila tulang ekor sakit?
Tidak disarankan melakukan urut pada tulang ekor yang sakit karena dikhawatirkan akan membuat kondisinya semakin memburuk, dan mungkin terjadi pergeseran tulang. Pijat juga hanya boleh dilakukan dalam fisioterapi oleh dokter.
Mengalami tulang ekor sakit saat duduk tentu bisa mengganggu. Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini demi meredakan rasa sakit:
Kalau rasa sakit tak juga membaik dalam waktu beberapa bulan, Anda lebih baik memeriksakan diri ke dokter untuk menemukan penyebab pasti. Dokter mungkin akan memberikan obat dan menyarankan fisioterapi untuk mengatasi tulang ekor sakit.
Operasi hanya disarankan apabila rasa sakit sangat mengganggu dan jenis-jenis perawatan lainnya tidak membuahkan hasil yang efektif. Semoga bermanfaat!
Advertisement
Referensi
Artikel Terkait
Sakit pinggang sebelah kiri disebabkan oleh penyakit ginjal seperti infeksi atau batu ginjal. Biasanya, sakit pinggang karena gangguan ginjal akan disertai mual, muntah, sakit saat buang air kecil, hingga ada darah saat buang air kecil.
Gerakan senam osteoporosis tidak boleh dilakukan secara asal karena dapat membahayakan keselamatan penderitanya. Berikut ini macam-macam gerakan senam untuk penderita osteoprosis beserta cara melakukannya yang benar.
Periosteum adalah selubung jaringan ikat fibrosa yang menutupi permukaan tulang. Anatomi periosteum terbagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan luar dan dalam. Fungsi periosteum lapisan luar berkaitan dengan saraf dan pembuluh darah di dalamnya, sementara lapisan dalamnya berperan untuk perkembangan dan regenerasi tulang.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Lizsa Oktavyanti
Dijawab oleh dr. Lizsa Oktavyanti
Dijawab oleh dr. Liliani Tjikoe
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved