Tulang ekor sakit bisa terasa seperti pegal-pegal maupun nyeri yang berdenyut
Nyeri pada tulang ekor bisa saja terasa saat Anda duduk

Tulang ekor sakit atau coccydinia bisa muncul saat kita duduk, berdiri dalam waktu relatif lama, dan saat beranjak berdiri dari posisi duduk. Sakit tulang ekor juga kadang-kadang muncul saat buang air besar atau saat berhubungan intim.

Sensai sakit yang dirasakan pun bervariasi. Mulai dari pegal, sakit berdenyut-denyut, hingga nyeri tulang ekor yang menyebar ke area sekitarnya.

Nyeri pada tulang ekot bisa disebabkan oleh cedera, pernah menjalani persalinan normal, maupun kondisi medis tertentu. Mari simak penjelasannya di bawah ini. 

6 penyebab tulang ekor sakit

Tulang ekor adalah titik tempat berbagai otot, tendon, dan ligamen merekat. Terletak di ujung bawah tulang belakang, tulang ekor terdiri dari tiga sampai lima buah tulang kecil yang disebut tulang coccygeal vertebra

Berikut ini beberapa hal yang seringkali jadi penyebab timbulnya sakit pada tulang ekor:

  • Cedera

Jatuh terduduk atau terjengkang bisa mengakibatkan cedera pada tulang ekor dan ligamen-ligamen di area tersebut. Tingkat keparahan cedera bisa mulai dari memar hingga patah tulang ekor. Meski jarang, cedera parah juga bisa berupa dislokasi sendi di tulang ekor. 

Trauma berulang-ulang pun dapat terjadi akibat aktivitas yang sering dilakukan. Misalnya, berkuda, bersepeda, dan mengemudikan kendaraan.

Kegiatan-kegiatan tersebut menyebabkan tekanan dan gesekan berulang kali di tulang ekor. Dalam jangka waktu lama, gesekan ini akan memicu cedera hingga terasa tulang ekor sakit. 

Tulang ekor sakit juga tidak selalu disebabkan oleh trauma pada tulangnya. Area tulang ekor memiliki banyak otot dan ligamen. Adanya trauma, seperti otot tertarik atau ada peradangan pada ligamen, pun bisa menyebabkan rasa sakit di bagian tulang ekor. 

  • Melahirkan secara normal

Proses melahirkan normal yang sulit hingga membutuhkan penggunaan alat seperti forceps, juga bisa mencederai tulang ekor. Rasa sakit biasanya muncul akibat tulang ekor mengalami tekanan dan gesekan saat proses kelahiran bayi.

Proses melahirkan normal yang sulit tersebut bisa menyebabkan tulang ekor memar, patah, atau cedera ligamen-ligamen di sekitarnya karena peregangan yang terlalu kuat. 

  • Penyakit sendi degeneratif

Kerusakan sendi di tulang ekor akibat proses penuaan dan gerakan yang berulang-ulang dalam jangka waktu lama, juga bisa terjadi.

Penyakit pada sendi yang sering dialami seiring proses adalah osteoartritis, yang juga mungkin menyerang tulang ekot. Akibatnya tulang ekor terasa ngilu dan sakit. 

  • Bentuk tulang ekor yang unik

Jumlah tulang ekor pada tiap orang bisa berbeda-beda, umumnya antara tiga hingga lima buah. Jumlah tulang yang lebih banyak akan meningkatkan risiko gangguan pada tulang tersebut. 

Bentuk tulang yang unik, seperti adanya pertumbuhan tulang berlebih di ujung tulang ekor, bisa menimbulkan keluhan rasa sakit di area tersebut. Pasalnya, tonjolan yang berlebih akan mengiritasi tulang ekor saat duduk.

Perubahan bentuk tulang akibat skoliosis juga kadang-kadang menimbulkan keluhan tulang ekor yang sakit. 

  • Gangguan pada saraf

Di bagian depan dan agak ke atas pada tulang ekor, terdapat kumpulan saraf bernama ganglion impar. Iritasi yang terjadi pada kumpulan saraf ini atau jika ada aktivitas berlebihan dari saraf, akan menimbulkan keluhan tulang ekor sakit yang kronis.

  • Kaku otot dasar panggul

Tulang ekor menjadi tempat melekatnya lapisan dalam otot-otot dasar panggul. Bila terjadi iritasi atau kaku pada otot-otot ini, akan timbul rasa sakit berupa nyeri tumpul di tulang ekor dan bagian atas rektum. 

Cara mengatasi tulang ekor sakit

Sakit pada tulang ekor umumnya bisa hilang sendiri dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan. Sementara itu, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini demi meredakan rasa sakit:

  • Posisikan tubuh agak membungkuk ketika sedang duduk. Posisi ini bertujuan mengurangi tekanan di tulang ekor.
  • Duduklah dengan ganjalan bantal berbentuk donat atau berbentuk V, sehingga tidak menekan tulang ekor.
  • Berikan kompres dingin atau kompres hangat di area tulang ekor.
  • Bila perlu, Anda bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit yang dijual bebas (seperti acetaminophen dan ibuprofen).

Kalau rasa sakit tak juga membaik dalam waktu beberapa bulan, Anda lebih baik memeriksakan diri ke dokter untuk menemukan penyebab pasti. Dokter mungkin akan memberikan obat dan menyarankan fisioterapi untuk mengatasi tulang ekor sakit.

Operasi hanya disarankan apabila rasa sakit sangat mengganggu dan jenis-jenis perawatan lainnya tidak membuahkan hasil yang efektif. Semoga bermanfaat!

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/tailbone-pain-and-injury-3120414
Diakses pada 27 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tailbone-pain/expert-answers/faq-20058211
Diakses pada 27 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed