Post-Holiday Blues Saat Liburan Selesai, Begini Cara Mengatasinya

Dengan berkumpul bersama teman-teman dekat, Anda bisa menghindari post-holiday blues.
Berkumpullah dengan teman-teman dekat Anda sesudah liburan, untuk menghindari post-holiday blues.

Libur Lebaran telah usai, dan mungkin Anda sudah kembali berkutat dengan pekerjaan masing-masing. Memulai rutinitas setelah berlibur, dapat membuat sebagian orang menjadi sedih, stres, bahkan menunjukkan gejala depresi. Ketidaknyamanan suasana hati setelah liburan ini, dikenal sebagai sindrom post-holiday blues.

Post-holiday blues atau post-vacation blues, sebenarnya dikategorikan sebagai mental distress, bukan mental disorder. Kondisi ini umumnya berlangsung cepat dan tidak menimbulkan dampak yang besar.

[[artikel-terkait]]

Gejala dan pemicu post-holiday blues

Saat didera post-holiday blues, Anda mungkin akan mengalami gejala-gejala berupa sakit kepala, berkurangnya nafsu makan, hingga penurunan berat badan. Beberapa dari Anda juga akan menjadi sulit tidur, atau malah sebaliknya, tidur berlebihan. Anda juga akan menjadi mudah cemas apabila mengalami kondisi ini.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab sindrom post-vacation blues. Misalnya, resolusi yang tidak realistis dan rencana-rencana liburan yang tidak terpenuhi. Faktor lain bisa pula dipicu oleh perasaan kesepian yang menghantui apabila liburan selesai. Sebab saat berlibur, Anda bisa berkumpul dengan keluarga dan orang-orang terkasih lainnya.

Cara mengatasi post-holiday blues

Agar tidak berlarut-larut, ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menangani post-holiday blues. Cara yang mungkin bisa Anda lakukan adalah:

  • Kembali ke gaya hidup sehat
    Saat menikmati libur Lebaran dan hari raya lain, Anda mungkin mengabaikan diet dan olahraga yang biasa Anda lakukan. Setelah liburan ini, cobalah susun kembali menu sehat dan jadwal aktivitas fisik, yang sebelumnya Anda terapkan. Jika belum menyempatkan diri untuk mencoba hidup sehat, sekarang mungkin waktu yang tepat bagi Anda.
  • Hubungi teman dekat
    Kembali bekerja menjadi saat yang tepat untuk berkumpul lagi dengan teman-teman Anda. Alokasikan waktu untuk bertemu mereka saat jam pulang kantor, ataupun di akhir pekan. Anda juga dapat menelepon teman-teman lain untuk saling menanyakan kabar serta berbagi humor.
  • Lakukan me time
    Coba lakukan hal-hal kecil untuk mengurangi rasa stres yang Anda rasakan. Misalnya dengan tidur lebih awal, menyeduh teh hijau di pagi hari, membersihkan rumah (jika Anda memang menikmati kegiatan ini), membaca buku yang belum Anda selesaikan, dan lain sebagainya.
  • Rencanakan hal-hal lain yang menyenangkan
    Selain liburan, ada banyak hal-hal yang juga membuat Anda senang. Menonton film di bioskop dengan keluarga atau pasangan dapat menjadi pilihan. Anda juga bisa mengunjungi wahana rekreasi terdekat seperti kebun raya, kolam renang, atau berolahraga di car free day setiap Minggu.
  • Mencari bantuan profesional
    Sindrom post-holiday blues biasanya berlangsung dalam kurun waktu yang singkat, sehingga cara-cara di rumah di atas bisa Anda terapkan untuk mengatasi suasana hati tersebut. Walau begitu, ada kalanya sedih dan stres yang Anda rasakan berlangsung lama, sehingga membutuhkan bantuan dokter. Selanjutnnya, dokter mungkin akan menawarkan terapi atau meresepkan obat, termasuk antidepresan.

Anda mungkin akan kembali pada rutinitas yang melelahkan, sepulangnya dari liburan. Namun dengan mencoba tips di atas, Anda bisa menghindari depresi atau post-holiday blues, setelah liburan usai.

Empowher. https://www.empowher.com/depression/content/post-holiday-depression-why-are-you-feeling-so-low-after-best-time-year
Diakses pada 19 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/what-do-drink-in-the-morning#metabolism-drinks
Diakses pada 19 Mei 2019

Psych Central. https://psychcentral.com/lib/how-to-manage-post-holiday-depression/
Diakses pada 19 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed