logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Beragam Penyebab Gusi Bengkak pada Anak dan Cara Mengatasinya

open-summary

Terdapat beberapa gusi bengkak pada anak yang perlu diwaspadai, di antaranya abses gigi hingga radang gusi. Cara mengatasinya beragam, mulai dari rutin membersihkan karang gigi hingga melakukan pencabutan gigi jika disebabkan oleh abses gigi.


close-summary

3.26

(61)

30 Des 2021

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Gusi bengkak pada anak dapat disebabkan oleh abses gigi dan radang gusi.

Gusi bengkak pada anak bisa terjadi akibat kesehatan rongga mulut yang kurang terjaga.

Table of Content

  • Penyebab gusi bengkak pada anak
  • Cara mengobati gusi bengkak pada anak sesuai penyebabnya
  • Cara mengobati gusi bengkak pada anak di rumah
  • Cara mencegah gusi anak bengkak

Gusi bengkak pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan rongga mulut yang sering terjadi. Tidak jarang, kondisi ini membuat anak rewel, sehingga orangtua pun menjadi kebingungan. Agar kondisi ini tidak terjadi secara berkepanjangan, orangtua dapat mengikuti cara mengobati gusi bengkak yang efektif sesuai penyebabnya.

Advertisement

Pada anak, kondisi ini umumnya disebabkan oleh dua hal, yaitu abses gigi dan radang gusi. Masing-masingnya, membutuhkan perawatan yang berbeda. Karena itu, sebelum mengetahui cara mengobati gusi bengkak pada anak, ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu kondisi yang menyebabkan gusi anak bengkak.

Penyebab gusi bengkak pada anak

Ada dua kondisi yang paling sering menyebabkan gusi bengkak pada anak, yaitu abses gigi dan radang gusi. Apakah itu? Berikut ini penjelasannya untuk Anda. 

1. Abses gigi

Abses gigi adalah penyebab gusi bengkak pada anak yang memiliki gigi berlubang. Kondisi ini biasanya muncul pada anak yang tidak rutin menggosok gigi. 

Abses muncul pada gigi yang lubangnya sudan mencapai lapisan terdalam gigi yang merupakan tempat dari saraf gigi. Jadi, apabila lubang telah mencapai area tersebut, bakteri akan semakin mudah masuk dan menumpuk, hingga menyebabkan infeksi yang kemudian berkembang menjadi abses.

Abses akan terbentuk di ujung akar gigi. Bakteri-bakteri yang membentuk abses tersebut semakin lama akan semakin menumpuk, dan membuat gusi kian membengkak, hingga mengakibatkan gusi bernanahAbses gigi dapat menimbulkan rasa nyeri pada gigi. Selain itu, abses juga dapat memicu gangguan mulut lainnya seperti menyebabkan rasa nyeri saat mengunyah. Kondisi ini juga bisa berujung pada demam.

2. Radang gusi

Gusi bengkak pada anak juga bisa disebabkan oleh radang gusi. Radang gusi pada anak atau gingivitis adalah suatu kondisi yang dapat membuat gusi membengkak, berwarna kemerahan, dan mudah berdarah.

Kondisi ini dapat terjadi karena kebersihan gigi dan mulut yang buruk, seperti jika anak tidak rajin menggosok gigi. Selain itu, radang gusi juga bisa muncul akibat cedera atau trauma pada gusi akibat terjatuh.

Radang gusi juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti gizi buruk serta melemahnya sistem pertahanan tubuh. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menjadi periodontitis (peradangan pada jaringan pendukung gigi).

Radang gusi adalah kondisi yang berkaitan dengan gusi dan gigi sekaligus. Sebab, jika tidak segera dirawat, radang gusi bisa menyebabkan gigi copot dengan sendirinya.

3. Malnutrisi

Penyebab gusi bengkak pada anak yang juga tak boleh disepelekan adalah malnutrisi. Dikutip dari Healthline, kekurangan vitamin B dan C dapat menyebabkan gusi anak bengkak dan sakit.

Perlu diketahui, vitamin C memiliki peran penting untuk menjaga dan memperbaiki gigi sekaligus gusi. Jika kadar vitamin C di dalam tubuh terlalu rendah, anak dapat mengidap penyakit skorbut. Kondisi ini bisa memicu anemia hingga penyakit gusi.

4. Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus umumnya dapat menyebabkan bengkak pada gusi anak, terutama jika ia menderita herpes.

Herpes dapat menyebabkan kondisi medis bernama gingivostomatitis herpetik akut yang berpotensi menyebabkan gusi bengkak.

Kandidiasis oral (thrush), yang terjadi akibat pertumbuhan jamur berlebih di dalam mulut, pun berpotensi menyebabkan gusi bengkak pada anak.

5. Makanan yang menyangkut di gigi

Gusi anak bengkak dapat terjadi akibat makanan yang menyangkut di gigi. Dilansir dari Medical News Today, makanan seperti popcorn dapat meninggalkan biji jagung di sela-sela gigi dan bahkan bersarang di gusi. Kondisi ini dipercaya bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan gusi.

Baca Juga

  • Serba-serbi Koyo, Manfaat, Cara Kerja, Cara Pakai, dan Efek Samping
  • Benjolan di Gusi Tidak Terasa Sakit, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya
  • Seputar Psikolog Anak dan Tanda Anak Anda Membutuhkannya

Cara mengobati gusi bengkak pada anak sesuai penyebabnya

Pengobatan untuk kondisi abses gigi dan radang gusi hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi, dengan langkah sebagai berikut.

1. Pengobatan gusi bengkak pada anak akibat abses gigi

Pada kondisi darurat, abses bisa menyebabkan rasa nyeri yang hebat. Untuk membantu mengatsinya, Anda dapat memberikan obat pereda nyeri pada anak seperti paracetamol. Namun, obat hanya akan meredakan nyeri untuk sementara waktu. Apabila tidak segera dibawa ke dokter gigi, rasa nyeri akan kembali muncul setelah efek obat hilang.

Karena abses gigi muncul pada gigi yang sarafnya sudah terinfeksi, terdapat dua pilihan perawatan yang akan dilakukan oleh dokter gigi, yaitu:

  • Pencabutan gigi yang terinfeksi
  • Perawatan saluran akar

Dokter akan memeriksa kondisi gigi yang merupakan sumber infeksi. Apabila yang terinfeksi merupakan gigi susu dan sudah dekat dengan waktu copotnya gigi, maka dokter akan mencabut gigi tersebut. Kelak, gigi ini akan digantikan dengan gigi permanen yang sehat.

Sementara itu, apabila gigi yang menjadi sumber infeksi sudah merupakan gigi permanen, maka dokter akan melakukan perawatan saluran akar, untuk mengatasi saraf yang terinfeksi. 

2. Cara mengatasi gusi bengkak pada anak akibat radang gusi

Untuk mengatasi gusi bengkak akibat radang gusi, beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan.

  • Membersihkan karang gigi. Kondisi rongga mulut yang kotor dan penuh dengan plak serta karang gigi, merupakan sumber utama radang gusi. Dengan membersihkannya, sumber penyakit akan hilang dan gusi dapat kembali sehat.
  • Menjaga kebersihan mulut. Pastikan anak rutin menyikat gigi minimal 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur dan membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan pasta gigi serta benang gigi khusus anak. Saat anak sudah mulai beranjak lebih remaja, Anda bisa mengajarinya untuk berkumur menggunakan obat kumur.
  • Menjalani pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Bawa anak Anda rutin memeriksakan giginya ke dokter gigi, setidaknya setiap 6 bulan sekali, agar kesehatan rongga mulut senantiasa terjaga.
  • Ganti sikat gigi secara berkala. Menjaga kebersihan rongga mulut merupakan bagian penting untuk masa penyembuhan radang gusi. Mengganti sikat gigi secara berkala penting dilakukan, agar kebersihan serta fungsinya tetap dapat terjaga dengan baik.

Dokter juga bisa meresepkan obat kumur antiseptik untuk gusi bengkak pada anak guna mengatasi gingivitis. Salah satu obat antiseptik yang umumnya bisa diberikan dokter adalah chlorhexidine.

3. Pengobatan gusi bengkak pada anak akibat tumbuh gigi

Pertumbuhan gigi anak umumnya terjadi pada usian 6 bulan hingga 3 tahun. Saat gigi baru tumbuh, anak cenderung mengalami gejala seperti gusi bengkak, demam, tidak mau makan dan banyak mengeluarkan air liur. 

Untuk mengatasi gusi bengkak akibat tumbuh gigi tersebut, beberapa hal yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Gosok gigi anak secara pelahan untuk mengatasi peradangan atau bakteri yang bisa menyebabkan rasa nyeri semakin parah
  • Berikan teether atau mainan yang bisa digigit untuk mengurangi rasa gatal pada gigi yang sedang tumbuh
  • Jika sudah MPASI, berikan makanan seperti buah yang lembut untuk bantu mengurangi rasa tidak nyaman pada gusi yang bengkak.

4. Pengobatan gusi bengkak pada anak akibat malnutrisi

Cara mengobati gusi bengkak pada anak yang diakibatkan oleh malnutrisi cukup beragam. Dilansir dari NHS, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Perubahan pola makan, seperti mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi
  • Mendukung keluarga untuk menangani faktor-faktor yang menyebabkan anak malnutrisi
  • Mengobati berbagai kondisi medis yang menyebabkan anak malnutrisi
  • Mengonsumsi suplemen vitamin serta mineral.

5. Cara menghilangkan benjolan di gusi anak akibat makanan tersangkut

Cara menghilangkan benjolan di gusi anak akibat makanan yang tersangkut cukup sederhana.

Anda hanya perlu membantu anak untuk membersihkan gigi si kecil dengan sikat atau benang gigi guna mengeluarkan partikel makanan yang tersangkut.

Metode ini dinilai efektif untuk meredakan pembengkakan yang terjadi pada gusi akibat makanan yang tersangkut.

Cara mengobati gusi bengkak pada anak di rumah

Untuk mengobati gusi bengkak, perawatan dengan dokter gigi, memang masih menjadi pengobatan yang paling efektif. Dokter juga bisa meresepkan obat gusi bengkak untuk anak sesuai dengan penyebabnya.

Namun, bagi Anda yang belum ada waktu untuk membawa Si Kecil ke dokter, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan pembengkakan pada gusi untuk sementara waktu, seperti:

  • Menyikat gigi dan gusi secara perlahan untuk membasmi bakteri dalam mulut yang menyebabkan gigi berlubang. 
  • Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi atau dental floss agar kotoran dan sisa makanan yang menempel bisa hilang. Cara menyembukan gusi bengkak secara alami ini dipercaya efektif. 
  • Air garam dipercaya sebagai obat alami gusi bengkak. Cobalah minta anak berkumur dengan air garam untuk menyingkirkan bakteri penyebab gusi bengkak.
  • Minum air putih yang banyak untuk memicu peningkatan produksi air liur. Air liur, akan membantu melemahkan bakteri penyebab gusi bengkak.
  • Mengompres area yang bengkak dengan kompres hangat untuk meredakan nyeri dan kompres dengan air dingin untuk bantu mengecilkan pembengkakan yang terjadi.
  • Menurut studi yang dirilis dalam Journal of Clinical and Experimental Dentistry, lidah buaya dianggap sebagai chlorhexidine (obat gingivitis) alami yang efektif. Cobalah bantu anak berkumur dengan lidah buaya. Namun ingat, jangan sampai anak menelannya.

Jika rasa nyeri gigi tak kunjung berhenti dan membuat anak semakin tidak nyaman, Anda dapat memberikan sejumlah obat gusi bengkak pada anak seperti berikut:

  • Paracetamol, untuk bayi usia 2 bulan hingga 2 tahun, dosis aman pemakaian adalah 60-120 mg
  • Ibuprofen, untuk anak usia 6 bulan hingga 12 tahun, dosis aman pemakaian adalah 4-10 mg dan dapat diminum setiap 6-8 jam sekali

Pastikan Anda membaca aturan pakai pada kemasan obat gusi bengkak pada anak tersebut dan bila perlu konsultasikan telebih dahulu dengan dokter. 

Cara mencegah gusi anak bengkak

Perubahan hormon saat pubertas membuat anak remaja berisiko lebih besar terkena penyakit periodontal. Ini karena peningkatan kadar hormon progesteron dan kemungkinan estrogen menyebabkan peningkatan sirkulasi darah ke gusi yang menyebabkan gusi sangat sensitif. Selama waktu ini, gusi jadi mudah membengkak, memerah dan terasa lembut.

Dikutip dari American Academy of Periodontology, beberapa pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perawatan gigi rutin di rumah, termasuk sikat gigi secara teratur dan menggunakan obat kumur. Anda juga bisa mengajak anak teratur ke dokter gigi. Dokter biasanya akan merekomendasikan terapi periondontal untuk membantu mencegah kerusakan jaringan dan tulang di sekitar gigi.

Meski anak tidak mengeluhkan rasa sakit, apabila Anda menyadari bahwa anak Anda mengalami kondisi gusi bengkak, sebaiknya segeralah mengonsultasikannya ke dokter gigi. Semakin cepat perawatan dimulai maka kondisi gusi dan gigi akan semakin baik.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan gigi dan gusi anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

penyakit anaksakit gigiradang gusigusi berdarah

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved