logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Gurih Seperti Daging Ayam, Ini Manfaat dan Bahaya Mengonsumsi Daging Kelinci

open-summary

Dengan tekstur seperti daging ayam dan rasa tak kalah lezatnya, daging kelinci punya penggemarnya tersendiri. Apalagi, kandungan protein daging kelinci cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan daging lainnya. Di sisi lain, tak perlu ada kekhawatiran karena kalori daging kelinci lebih rendah.


close-summary

4.45

(11)

20 Apr 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Manfaat daging kelinci menyehatkan untuk tubuh

Daging kelinci memiliki rasa mirip daging ayam

Table of Content

  • Manfaat daging kelinci
  • Adakah bahaya mengonsumsi daging kelinci?
  • Catatan dari SehatQ

Dengan tekstur seperti daging ayam dan rasa tak kalah lezatnya, daging kelinci punya penggemarnya tersendiri. Apalagi, kandungan protein daging kelinci cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan daging lainnya. Di sisi lain, tak perlu ada kekhawatiran karena kalori daging kelinci lebih rendah.

Advertisement

Memang tidak mudah menemukan daging kelinci di supermarket, berbeda dengan daging sapi atau ayam. Meski demikian, daging kelinci tetap mudah ditemukan dan banyak dicari karena rasanya yang gurih.

Baca Juga

  • Ini Makanan Sehat alias Superfood, dengan Manfaat yang Memang Super
  • 8 Manfaat Daun Meniran dan Efek Sampingnya
  • Mengenal Macam-Macam Enzim Pencernaan dan Fungsinya untuk Tubuh

Manfaat daging kelinci

Kelinci memiliki kadar lemak dalam tubuh yang cenderung rendah, terlebih kelinci termasuk binatang yang banyak bergerak tidak seperti sapi. Makanan yang dikonsumsi kelinci pun kaya serat seperti gandum, wortel, rumput, atau biji-bijian.

Dalam 3 ons kelinci, hanya terdapat 96 kalori, 18 gram protein, dan tidak ada karbohidrat. Selain itu, kadar lemaknya juga jauh lebih rendah.

Beberapa manfaat mengonsumsi daging kelinci di antaranya:\

1.Rendah lemak

Jika ingin mengonsumsi protein rendah lemak, daging kelinci bisa jadi salah satu pilihan. Apalagi, mengonsumsi terlalu banyak lemak dapat meningkatkan asupan kalori harian dengan cepat. Padahal, kunci menjaga berat badan ideal adalah memastikan kalori yang masuk tidak lebih banyak daripada kalori yang dibakar.

2. Mencegah penyakit jantung

Konsumsi protein dengan kandungan lemak jenuh tinggi seperti daging sapi dan babi dapat membuat seseorang berisiko mengalami penyakit jantung. Itulah mengapa sebaiknya orang mengganti atau mengurangi asupan lemak jenuh tanpa mengorbankan jumlah protein yang dikonsumsi.

3. Mengurangi berat badan

Bagi orang yang sedang mengurangi berat badan namun tetap ingin mendapatkan asupan protein, daging kelinci bisa jadi alternatif. Dalam sebuah penelitian tahun 2015 yang diterbitkan di International Journal of Pharmacy & Biomedical Research, daging kelinci sama bernutrisinya seperti ikan.

4. Kaya protein

Daging kelinci mengandung protein tinggi dan mudah dicerna. Berbeda dengan daging lain yang pada beberapa orang cenderung sulit dicerna, daging kelinci bisa dicerna dengan mudah. Setidaknya dalam 33 gram daging kelinci terdapat 66% protein.

5. Menurunkan tekanan darah

Daging kelinci mengandung kadar sodium lebih rendah sehingga tidak menyebabkan penumpukan cairan sekaligus menjaga tekanan darah tetap normal. Bagi orang yang menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, daging kelinci bisa jadi pilihan protein yang aman.

6. Rasanya lezat

Bagi yang penasaran bagaimana rasa daging kelinci, kulitnya bertekstur crispy dengan rasa gurih. Bahkan, banyak yang mengakui rasanya lebih gurih ketimbang ayam dengan serat lebih sedikit.

Adakah bahaya mengonsumsi daging kelinci?

no caption

Meskipun daging kelinci mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, namun ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:

  • Keracunan protein

Jika seseorang hanya mengonsumsi daging kelinci saja, ada kemungkinan mengalami keracunan protein. Ini adalah kondisi saat tubuh mengalami kelebihan protein tanpa diibangi lemak dan karbohidrat. Jika berlangsung dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan racun dalam darah.

  • Potensi kontaminasi

Sebaiknya konsumsi daging kelinci dari sumber peternakan yang jelas untuk menghindari potensi kontaminasi dari konsumsi daging kelinci liar

  • Pengolahan

Daging apapun harus melalui proses pengolahan yang tepat. Sama seperti bahaya makan daging mentah, daging kelinci perlu direbus 2-3 kali sebelum diolah untuk memastikannya benar-benar bersih dan matang. Bagi yang belum pernah mengolah daging kelinci sendiri, cari tahu betul bagaimana caranya karena tidak umum seperti halnya mengolah daging ayam.

Catatan dari SehatQ

Pilihan menjalani gaya hidup dengan mengonsumsi protein hewani seperti daging kelinci atau sama sekali tidak mengonsumsi protein hewani adalah hak setiap individu. Di luar sana, ada banyak protes dari kelompok pejuang hak asasi hewan terkait dengan kurang manusiawinya proses ternak hingga pemotongan daging kelinci.

Namun terlepas dari kontroversi itu, daging kelinci bisa jadi pilihan protein hewani rendah lemak yang tidak menambah asupan kalori terlalu banyak. Jangan lupa imbangi dengan banyak bergerak dan mengonsumsi sumber makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan.

Advertisement

makanan sehathidup sehatpola hidup sehat

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved